Estimasi Biaya Aspirasi Sumsum Tulang

Aspirasi Sumsum Tulang

Berapa Biaya Aspirasi Sumsum Tulang?

Biaya untuk melakukan aspirasi sumsum tulang bervariasi tergantung jenis pemeriksaan apa saja yang ingin diperiksa dari isi sumsum tulang, serta rumah sakit yang menyelenggarakannya. Di rumah sakit swasta di Indonesia, biaya prosedur ini bisa dimulai dari Rp. 650.000 hingga lebih dari Rp. 1.700.000. Dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan.

Apa Itu Aspirasi Sumsum Tulang?

Aspirasi sumsum tulang adalah metode diagnosis yang bertujuan untuk mengamati kondisi isi sumsum tulang, yang berisi sel punca atau sel awal sebelum mengalami perubahan menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit matang.

Kapan Saya Harus Melakukan Aspirasi Sumsum Tulang?

Ketika Anda mengalami tanda penyakit kelainan darah, yang bisa berupa turunnya jumlah salah satu atau ketiga sel darah, atau malah meningkat jumlahnya. Hal tersebut nampak dari gejala, atau pemeriksaan awal hitung darah lengkap dan apusan sel darah tepi. Aspirasi sumsum tulang (BMP) juga dapat dilakukan untuk melihat infeksi dan penyebaran kanker ke sumsum tulang. Selain itu, BMP dilakukan sebelum Anda menjalani transplantasi sumsum tulang atau sel punca (stem cell).

Penyakit Apa Saja yang Dapat Didiagnosis melalui Aspirasi Sumsum Tulang?

  • Anemia aplastik
  • Sindrom mielodisplastik (MDS)
  • Mielofibrosis
  • Polisitemia
  • Haemokromatosis
  • Penyakit Gaucher
  • Amiloidosis
  • Kanker darah, seperti leukemia atau multiple myeloma
  • Kanker getah bening (limfoma)
  • Infeksi jamur
  • Tuberkulosis

Adakah Risiko Menjalani Aspirasi Sumsum Tulang?

Secara umum, aspirasi sumsum tulang (BMP) merupakan prosedur aman bagi pasien. Risiko komplikasi yang mungkin terjadi bisa berupa:

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Reaksi alergi terhadap obat bius
  • Nyeri pada lokasi BMP

Apakah Aspirasi Sumsum Tulang Dapat Mengakibatkan Gangguan Saraf?

Tidak. Yang mungkin berisiko menimbulkan gangguan saraf adalah tindakan lumbal puncture (LP), yaitu mengambil cairan saraf tulang belakang dari celah tulang belakang di daerah punggung bawah.

Lalu, Aspirasi Sumsum Tulang Dilakukan di Bagian Tubuh Mana?

Di tulang panggul belakang sekitar bokong atau di tulang dada. Pada anak-anak, dapat dilakukan di tulang kering.

Adakah yang Harus Dipersiapkan menjelang Aspirasi Sumsum Tulang?

Tidak ada persiapan khusus bagi pasien yang akan menjalani aspirasi sumsum tulang. Anda hanya perlu memberitahu obat-obatan yang rutin Anda konsumsi atau bila Anda merasa takut dengan tindakan aspirasi sumsum tulang. Dokter mungkin akan memberikan obat penenang untuk Anda.

Siapa yang Melakukan Tindakan Aspirasi Sumsum Tulang?

Biasanya dilakukan oleh dokter penyakit dalam, terutama konsultan hematologi dan onkologi medik. Namun, hal ini tergantung dari daerah di mana Anda melakukan aspirasi sumsum tulang, rumah sakit yang menyelenggarakannya, serta usia penderita (misalnya anak-anak, akan dilakukan oleh dokter anak).

Bagaimana Proses Aspirasi Sumsum Tulang?

Kulit di daerah yang akan dilakukan aspirasi sumsum tulang (BMP) akan dibersihkan terlebih dahulu menggunakan antiseptik, kemudian daerah tersebut akan dibius menggunakan bius lokal. Setelah lokasi BMP menjadi kebas, dokter kemudian akan menusukkan jarum sebesar ujung pena ke dalam kulit dan menembus tulang. Isi sumsum tulang akan disedot melalui jarum dan disimpan untuk dianalisis lebih lanjut. Kemudian, kulit bekas tusukan akan ditutup dengan perban steril.

Apa yang Saya Rasakan saat Aspirasi Sumsum Tulang?

Anda mungkin merasa tidak nyaman (bukan nyeri) ketika jarum ditusuk dan ditarik, terutama saat jarum menembus tulang.

Apa yang Terjadi setelah Aspirasi Sumsum Tulang?

Luka yang ditutup perban harus dijaga untuk tetap kering selama 48 jam, dan Anda mungkin merasa nyeri di daerah tusukan. Hal ini dapat diatasi dengan obat pereda nyeri. Hasil dari pemeriksaan sumsum tulang akan selesai dalam beberapa hari sampai 1 minggu, kemudian hasil akan didiskusikan dengan dokter dalam pertemuan berikutnya.