Estimasi Biaya Pemeriksaan dan Konsultasi Mata

Pemeriksaan dan Konsultasi Mata

Berapa Biaya Pemeriksaan dan Konsultasi Mata?

Biaya pemeriksaan dan konsultasi mata cukup bervariasi, tergantung dari bentuk tes yang dilakukan, dokter spesialis mata yang memeriksa, dan rumah sakit yang menyelenggarakannya. Biaya pemeriksaan dan konsultasi mata di rumah sakit swasta di Indonesia dimulai dari Rp 100.000 hingga lebih dari Rp 2.200.000. Sedangkan di Malaysia dimulai dari Rp 350.000, dan di Bangkok dimulai dari Rp 900.000.

Apa Itu Pemeriksaan dan Konsultasi Mata?

Serangkaian tes yang dilakukan untuk memeriksa ketajaman penglihatan dan lapang pandang, serta mendiagnosis penyakit mata guna merencanakan penanganannya dengan tepat.

Apa Kegunaan Pemeriksaan dan Konsultasi Mata?

Pemeriksaan dan konsultasi mata berperan penting untuk mengetahui adanya gangguan pada mata sejak dini. Sehingga, apabila pasien terindikasi memiliki penyakit mata, dapat segera ditangani.

Kapan Pemeriksaan dan Konsultasi Mata Dilakukan?

Pemeriksaan dan konsultasi mata perlu dilakukan bila ada keluhan mata merah dan nyeri, pandangan kabur, penglihatan ganda, mata sensitif terhadap cahaya, serta muncul floaters atau kilatan cahaya. Mata juga sebaiknya rutin diperiksakan walaupun tidak ada keluhan.

Bila Tidak Ada Keluhan, Seberapa Sering Saya Harus Melakukan Pemeriksaan dan Konsultasi Mata?

Seberapa sering mata harus diperiksa tergantung dari usia, dengan anjuran sebagai berikut:

  • Balita, dilakukan 2 kali pemeriksaan, yaitu sebelum usia 3 tahun dan pada usia 3-5 tahun.
  • Anak-anak dan remaja, 1-2 kali per tahun.
  • Usia 20-39 tahun, tiap 5 atau 10 tahun sekali.
  • Usia 40-54 tahun, tiap 2-4 tahun sekali.
  • Usia 55-64 tahun, tiap 1-3 tahun sekali.
  • Usia 65 tahun ke atas, tiap 1-2 tahun sekali.

Pemeriksaan dan konsultasi mata dapat dilakukan lebih sering bila Anda memiliki kondisi-kondisi tertentu.

Kondisi Apa Saja yang Membuat Saya Perlu Lebih Sering Melakukan Pemeriksaan dan Konsultasi Mata?

Apabila Anda mengenakan kacamata, memiliki penyakit diabetes atau hipertensi, memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga, atau mengonsumsi obat-obatan seperti kortikosteroid, pil KB, obat kolesterol, antihistamin, diuretik, antidepresan, dan tamsulosin.

Apa yang Harus Diperhatikan sebelum Pemeriksaan dan Konsultasi Mata?

Beri tahu dokter mata apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan, termasuk suplemen dan produk herba, serta informasikan juga jika Anda memiliki alergi terhadap zat tertentu. Selain itu, bila Anda sudah menggunakan kacamata sebelumnya, sebaiknya bawa kacamata lama Anda dan resep kacamata sebelumnya. Saat pemeriksaan, dokter mata mungkin akan meneteskan obat tetes mata yang membuat mata Anda menjadi sensitif terhadap cahaya.

Bagaimana Pemeriksaan dan Konsultasi Mata Dilakukan?

Prosedur diawali dengan konsultasi. Pada tahap ini, Anda harus menginformasikan keluhan yang dirasakan, baik yang berhubungan atau tidak dengan mata. Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga, termasuk riwayat penyakit mata.

Selanjutnya dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata dengan mengamati adanya kemungkinan kelainan dari kelopak mata, lapisan transparan yang menutupi bagian depan mata (konjungtiva), selaput bening mata (kornea), bagian putih mata (sklera), dan selaput pelangi (iris). Pemeriksaan mata umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Bila diperlukan, akan dilakukan pemeriksaan mata lanjutan.

Apa Saja yang Termasuk Pemeriksaan Mata Lanjutan?

Tes ketajaman penglihatan dan uji refraksi, tes lapang pandang, tonometri, tes slit lamp, USG mata, topografi kornea dan retina, foto fundus, serta fluorescein angiogram.

Berapa Lama Pemeriksaan dan Konsultasi Mata Berlangsung?

Umumnya berlangsung setengah jam hingga beberapa jam, tergantung dari bentuk tes yang dilakukan dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Apa yang Terjadi setelah Pemeriksaan dan Konsultasi Mata?

Dokter akan menyampaikan hasil tes kepada Anda, yang menyatakan apakah mata Anda sehat, ada tidaknya perubahan pada kondisi mata dan kualitas penglihatan, perlu tidaknya mengganti lensa kacamata, atau bila ada penyakit mata yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.