ACL/PCL Reconstruction
Reconstruction ACL/PCL adalah operasi untuk mengganti ligamen lutut, yaitu ACL
(anterior cruciate ligament) atau PCL (posterior cruciate ligament) yang robek atau
putus. ACL dan PCL sendiri merupakan dua ligamen utama pada sendi lutut yang
berfungsi menjaga kestabilan sendi lutut saat berjalan, berlari, atau berputar.
Cedera pada ACL atau PCL biasanya terjadi akibat gerakan memutar secara tiba-tiba
atau benturan kuat pada lutut, misalnya saat berolahraga, terjatuh, atau mengalami
kecelakaan.
Pada ACL/PCL reconstruction, ligamen yang rusak diganti menggunakan cangkok
jaringan (graft), yang bisa berasal dari tubuh pasien sendiri (autograft), misalnya tendon
patella atau hamstring, atau dari donor (allograft). Pemilihan jenis graft akan
mempertimbangkan kondisi pasien, risiko respons imun jaringan baru pada tubuh
pasien, serta efek samping pada area donor.
Tujuan utama ACL/PCL reconstruction adalah mengembalikan kestabilan sendi lutut,
mengurangi keluhan nyeri, pembengkakan, atau lutut terasa ‘goyah’; serta mencegah
kerusakan sendi lebih lanjut yang bisa menyebabkan gangguan kronis, misalnya artritis.
Sebelum dilakukan rekonstruksi ACL/PCL, beberapa cedera ligamen ringan bisa
ditangani dengan perawatan tanpa operasi, seperti fisioterapi untuk memperkuat otot
sekitar lutut, penggunaan penyangga lutut, atau obat antiinflamasi nonsteroid untuk
mengurangi nyeri dan pembengkakan. Namun, bila keluhan tidak membaik atau lutut
tetap tidak stabil, dokter akan menyarankan ACL/PCL reconstruction.
Setelah operasi, pasien biasanya disarankan untuk menjalani terapi fisik (fisioterapi).
Tujuannya adalah untuk memperbaiki rentang gerak lutut, serta meningkatkan kekuatan
dan stabilitas lutut.
Rehabilitasi pascaoperasi biasanya berlangsung sekitar 6–12 bulan, dimulai dengan
latihan ringan untuk mengurangi pembengkakan dan kekakuan, kemudian dilanjutkan
dengan latihan penguatan dan fungsional agar pasien dapat kembali ke aktivitas
normal.