Path Lab Medan

Tindakan Medis

Terdapat 27 tindakan medis dari 6 kategori

Dari Rp 58.000

Tes yang dilakukan untuk melihat kadar zat asam urat yang ada di dalam darah. Tes ini juga bertujuan untuk melihat kemampuan tubuh dalam memproduksi dan mengeluarkan asam urat

Dari Rp 66.000

Pemeriksaan yang dilakukan untuk menentukan golongan darah seseorang. Pemeriksaan ini sering dilakukan sebelum seseorang melakukan transfusi darah atau pada ibu hamil.

Dari Rp 58.000

Tes yang bertujuan untuk mengukur kadar kolesterol dan trigliserida di dalam darah. Tes ini bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh penumpukan plak di dalam pembuluh darah arteri

Dari Rp 520.000

Suatu teknik yang diterapkan untuk mengukur laju perpindahan atau pergerakan partikel-partikel bermuatan dalam suatu medan listrik. Prinsip kerja dari elektroforesis berdasarkan pergerakan partikel-partikel bermuatan negatif menuju kutub positif dan sebaliknya, di dalam DNA.

Dari Rp 58.000

Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi gangguan fungsi ginjal. Hal ini akan membantu dokter dalam mencegah gangguan ginjal sebelum menjadi semakin parah.

Rp 58.000 - Rp 106.000

Cholesterol (HDL) Rp 75,000

Cholesterol (LDL) Rp 106,000

Cholesterol (Total) Rp 58,000

Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan di profil lemak darah. Umumnya, pemeriksaan profil lemak darah meliputi pemeriksaan kolesterol-total, kolesterol-LDL, kolesterol-HDL, dan trigliserida.

Rp 185.000 - Rp 711.000


Upaya untuk memeriksa dan mendeteksi keberadaan penyakit hepatitis. Skrining ini sering dilakukan melalui tes anti HCV. Jika hasilnya positif maka orang tersebut terinfeksi hepatitis.

Dari Rp 102.000

Tes yang digunakan untuk memeriksa atau mendiagnosis infeksi bakteri treponema pallidum penyebab sifilis. Tes ini terdiri dari beberapa jenis, tapi yang paling banyak dilakukan adalah tes antibodi.

Dari Rp 420.000

Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi infeksi virus HIV penyebab penyakit AIDS. Tes ini menggunakan urine, darah, atau air liur sebagai sampel pemertiksaan.

Dari Rp 125.000

Amphetamine (Ecstacy, Shabu-shabu) Rp 125,000

Cannabinoids (Marijuana, Ganja) Rp 125,000

Opiates (Morphine & Derivatives) Rp 125,000

Serangkaian pemeriksaan yang terdiri dari tes darah, tes urine, atau prosedur medis lain untuk mengetahui kemungkinan adanya penggunaan obat-obatan terlarang dalam diri seseorang

Rp 62.000 - Rp 153.000

Tes untuk memeriksa kondisi seseorang berdasarkan jenis kotoran yang dikeluarkan oleh ginjal atau masalah kesehatan lainnya

Dari Rp 145.000


Metode yang digunakan untuk mendiagnosis demam enterik atau lebih dikenal dengan penyakit tifus

Rp 330.000 - Rp 1.047.000

Penanda tumor yang bisa ditemukan di dalam tubuh sebagai penanda adanya kanker. Tumor marker diproduksi langsung oleh sel kanker dan ditemukan di dalam darah dan urine

Dari Rp 113.000

Tes yang dilakukan untuk mengukur keseimbangan kadar elektrolit (garam dan mineral) di dalam tubuh. Uji elektrolit juga digunakan untuk memantau pengaruh ketidakseimbangan elektolit terhadap organ tubuh

Dari Rp 55.000

Tes yang dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya gangguan hati, seperti liver atau hepatitis. Tes ini bertujuan untuk mengukur seberapa parah kondisi yang terjadi dan efektivitas pengobatan yang dilakukan

Dari Rp 265.000

Tes darah yang dilakukan pada pasien yang menderita gangguan hormon, dengan mengukur kadar hormon perangsang tiroid (TSH) dan hormon tiroksin (T4) di dalam darah

Dari Rp 496.000

Prosedur medis berupa penyuntikkan hormon yang dibuat secara alami oleh organ pankreas manusia. Hormon ini berfungsi untuk mengontrol kadar gula (glukosa) dalam darah.

Dari Rp 605.000

Prosedur diagnosis cepat digunakan untuk mengidentifikasi infeksi oleh bakteri helicobacter pylori dengan menggunakan sampel napas. Pemeriksaan UBT bisa dilakukan pada orang dewasa atau anak-anak, dengan pemeriksaan yang sama.

Dari Rp 670.000

Tes Hormon Anti-Mullerian dilakukan untuk mengetahui perkiraaan jumlah cadangan sel telur yang tersisa.

Dari Rp 400.000

Tes untuk melihat keadaan sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina. Dengan pemeriksaan rutin, perubahan sel-sel yang mungkin bisa berkembang menjadi kanker atau sudah menjadi kanker bisa terdeteksi

Dari Rp 1.300.000

Pemeriksaan molekuler menggunakan metode hybrid capture II untuk mendeteksi adanya DNA Human Papilloma Virus (HPV) tipe risiko tinggi pada bahan pemeriksaan yang diambil dari serviks.

Rp 260.000 - Rp 1.500.000

Langkah diagnostik untuk menentukan kemungkinan adanya gangguan hormonal yang dapat menyebabkan infertilitas. Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada pria maupun wanita, sebagai langkah persiapan program kehamilan.

* Harga tergantung jenis tes hormon.

Dari Rp 360.000

Dilakukan untuk mendeteksi toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, herpes simpleks, dan penyakit menular lainnya. Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan apakah seseorang mengalami penyakit menular tersebut.

Dari Rp 133.000

Pemeriksaan terhadap urine atau darah untuk memastikan kehamilan. Seseorang dinyatakan hamil jika darah atau urinenya mengandung hormon human chorionic gonadotropin (HCG).

Dari Rp 601.000

Terapi dengan menyuntikkan hormon pertumbuhan agar seseorang tetap merasa dan terlihat muda. Suntikkan ini juga digunakan untuk mengatasi beberapa penyakit seperti penyakit ginjal dan sindrom Turner

Dari Rp 420.000

Pemeriksaan lab untuk mengukur kadar PSA dalam darah, untuk megetahui apakah ada gangguan pada prostat

Dari Rp 330.000

Pengambilan sampel air mani yang digunakan untuk mengukur jumlah dan kualitas sperma. Merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kesuburan pria.