Rumah Sakit Advent Bandung

Tindakan Medis

Terdapat 36 tindakan medis dari 11 kategori

Tes yang dilakukan untuk melihat kadar zat asam urat yang ada di dalam darah. Tes ini juga bertujuan untuk melihat kemampuan tubuh dalam memproduksi dan mengeluarkan asam urat

Tes yang bertujuan untuk mengukur kadar kolesterol dan trigliserida di dalam darah. Tes ini bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh penumpukan plak di dalam pembuluh darah arteri

Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi gangguan fungsi ginjal. Hal ini akan membantu dokter dalam mencegah gangguan ginjal sebelum menjadi semakin parah.

Prosedur medis yang memiliki sangat banyak kegunaan. Beberapa fungsinya antara lain untuk mengetahui kondisi kesehatan secara umum, memeriksa fungsi organ tubuh atau kemungkinan adanya infeksi

Serangkaian pemeriksaan pada feses untuk melakukan diagnosis terhadap kondisi tertentu yang memengaruhi saluran pencernaan. Kondisi ini bisa berupa infeksi, gizi buruk, atau kanker

Upaya untuk memeriksa dan mendeteksi keberadaan penyakit hepatitis. Skrining ini sering dilakukan melalui tes anti HCV. Jika hasilnya positif maka orang tersebut terinfeksi hepatitis.

Tes yang digunakan untuk memeriksa atau mendiagnosis infeksi bakteri treponema pallidum penyebab sifilis. Tes ini terdiri dari beberapa jenis, tapi yang paling banyak dilakukan adalah tes antibodi.

Tes untuk memeriksa kondisi seseorang berdasarkan jenis kotoran yang dikeluarkan oleh ginjal atau masalah kesehatan lainnya

Penanda tumor yang bisa ditemukan di dalam tubuh sebagai penanda adanya kanker. Tumor marker diproduksi langsung oleh sel kanker dan ditemukan di dalam darah dan urine

Tes yang dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya gangguan hati, seperti liver atau hepatitis. Tes ini bertujuan untuk mengukur seberapa parah kondisi yang terjadi dan efektivitas pengobatan yang dilakukan

Dibawah ini detil Paket Medical Check Up:

BASIC
1. Medical History Interview
2. Physical Examination by GP
3. Post Examination Review
4. Medical Reports
5. Laboratory Examination :
Haematology : CBC
Urine Analysis
Stool Examination
6. Radiology Investigations
Chest X-Ray

COMPREHENSIVE
1. Medical History Interview
2. Physical Exam, by Internist,
Opthalmologist, ENT, Obt &
Gynaecologist, Dentist
3. Post Examination Review
4. Medical Reports
5. Other Test :
Body Mass Index (BMI)
ECG
Treadmill
Spirometry (Lung Function Assessment)
Audiometry
Vision (Visus)
Tonometry (Glaucoma Creen)
Pap's Smear (Female),
Dietician Review.
6. Laboratory Examination :
Haematology : CBC
Bichemistry : Liver Function Test (SGPT, SGOT, GGT, Alk. Phosphatase)
Kidney Function Test (Ureum, Cratinine)
Fasting Blood Sugar + 2 hr PP
Lipid Profile (Cholesterol Total, LDL, HDL, Triglycerides)
Urid Acid
Bone Mineral Status (Calcium and Phosporus)
Hormonal Profile : Throid Screen (T4 & TSH)
Serology : Hepatitis B Screening (HbsAG, Anti Hbs, Anti Hbc)
Hepatitis C Screening (Anti HCV)
Venereal Disease (VSRL)
Rheumatoid Factor
Tumor Marker : AFP, CEA
PSA (for cancer of the prostate)
Urine Analysis
Urine Microalbumin
Stool Examination
7. Radiology Investigations
Chest X-Ray, USG Abdomen, USG Prostate (Male), USG Pelvic (Female)

ADVANCE
1. Medical History Interview
2. Physical Examination by GP
3. Post Examination Review
4. Medical Reports
5. Other Test :
ECG
Spirometry
Vision (Visus)
Tonometry
Pap's Smear (Female)
6. Laboratory Examination :
Haematology : CBC, ESR
Bichemistry :
- Liver Function Test (SGPT, SCOT, GGT, Alk. Phosphatase)
- Kidney Function Test (Ureum, Creatinine)
- Fasting Blood Sugar + 2 hr PP
- Lipid Profile (Cholestrol Total, LDL, HDL, Triglycerides)
- Uric Acid
Serology : Hepatitis B Screening (HbsAG, Anti Hbs, Anti Hbc)
Hepatitis C Screening (Anti HCV)
Urine Analysis
Stool Examination
7. Radiology Investigations :
Chest X-Ray, USG Abdomen, USG Pelvic (Female), USG Prostate (Male)

PRE-MARITAL
Medical History Interview
Physical Examination by Internist, Obstetric & Gynaecologist
Post Examination Review
Medical Reports
Laboratory Examination :
Bichemistry : Fasting Blood Sugar + 2 hr PP
Serology : Hepatitis B Sreening (HbsAG, Anti Hbs, Anti GBc)
Hepatitis C Screening (Anti HCV) Venereal Disease (VDRL)
Immunology : Torch (Female)

Pemeriksaan kesehatan secara lengkap dan menyeluruh.

Metode penemuan dini penyakit diabetes yang dilakukan untuk mencegah seseorang menderita diabetes dan mencegah penyakit tersebut meluas

Tes darah yang dilakukan pada pasien yang menderita gangguan hormon, dengan mengukur kadar hormon perangsang tiroid (TSH) dan hormon tiroksin (T4) di dalam darah

Metode pemindaian atau Rontgen pada pembuluh darah dengan bantuan cairan kontras yang disuntikkan ke dalam aliran darah menggunakan kateter (semacam selang elastis).

Metode pemeriksaan jantung untuk mendeteksi dan merekam aktivitas kelistrikan jantung, di mana gambaran tertentu pada hasil rekam EKG dapat menunjukkan adanya kelainan pada jantung.

Prosedur medis untuk mengatasi penyumbatan di pembuluh arteri, memperlancar aliran darah ke jantung, serta menghindari terjadinya serangan jantung atau stroke.

Prosedur medis yang dilakukan untuk mengganti bagian pembuluh darah jantung yang rusak atau mengalami sumbatan, untuk memperbaiki aliran darah dan oksigen ke jantung

Tindakan untuk menempatkan alat pacu jantung bernama pacemaker ke dalam jantung. Pacemaker mengirim sinyal elektrik untuk membuat jantung tetap berdetak secara teratur.

Pemasangan alat berbentuk tabung di pembuluh darah yang tersumbat agar pembuluh arteri tetap dalam keadaan terbuka. Kondisi ini biasanya dilakukan pada pasien penyakit jantung koroner

Pemeriksaan Jantung meliputi:
1. Medical History Interview
2. Physical Exam, by Internist & Neurologist
3. Post Examination Review
4. Medical Reports
5. Other Test :
Body Mass Index (BMI)
ECG
Treadmil
Dietician Review
6. Laboratory Examination :
Haematology : CBC
Bichemistry : Liver Function Test (SGPT, SGOT, GGT, Alk. Phosphatase)
Kidney Function Test (Ureum, Cratinine)
Fasting Blood Sugar + 2 hr PP
Lipid Profile (Cholesterol Total, LDL, HDL, Triglycerides)
Uric Acid
Bone Mineral Status (Calcium and Phosporus)
Hormonal Profile : Throid Screen (T4 & TSH)
Serology : Hepatitis B Screening (HbsAG, Anti Hbs, Anti Hbc)
Hepatitis C Screening (Anti HCV)
Venereal Disease (VSRL)
Rheumatoid Factor
Tumour Marker :AFP, CEA
PSA (for cancer of the prostate)
Urine Analysis
Urine Microalbumin
Stool Examination
7. Radiology Investigations
Chest X-Ray, USG Abdomen, USG Prostate (Male), USG Pelvic (Female)

Pemeriksaan medis untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya gangguan pada jantung atau melakukan perawatan agar kesehatan jantung tetap terjaga.

Pemeriksaan Risiko Stroke meliputi:
1. Medical History Interview
2. Physical Exam, by Internist & Neurologist
3. Post Examination Review
4. Medical Reports
5. Other Test :
Body Mass Index (BMI)
ECG
Treadmil
Dietician Review
6. Laboratory Examination :
Haematology : CBC
Bichemistry : Liver Function Test (SGPT, SGOT, GGT, Alk. Phosphatase)
Kidney Function Test (Ureum, Cratinine)
Fasting Blood Sugar + 2 hr PP
Lipid Profile (Cholesterol Total, LDL, HDL, Triglycerides)
Uric Acid
Bone Mineral Status (Calcium and Phosporus)
Hormonal Profile : Throid Screen (T4 & TSH)
Serology : Hepatitis B Screening (HbsAG, Anti Hbs, Anti Hbc)
Hepatitis C Screening (Anti HCV)
Venereal Disease (VSRL)
Rheumatoid Factor
Tumour Marker :AFP, CEA
PSA (for cancer of the prostate)
Urine Analysis
Urine Microalbumin
Stool Examination
7. Radiology Investigations
Chest X-Ray, USG Abdomen, USG Prostate (Male), USG Pelvic (Female)

Dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke, salah satunya dengan Magnetic Resonance Angiography (MRA). MRA berfungsi untuk memeriksa pembuluh darah tubuh pada otak atau kepala, leher, jantung atau dada.

Suatu teknik untuk menghilangkan trombus dan melebarkan pembuluh darah koroner yang menyempit dengan memakai kateter balon dan seringkali dilakukan pemasangan stent.

Salah satu bagian dari pemeriksaan jantung yang umumnya terdiri dari latihan treadmill dan EKG. Pemeriksaan ini dilakukan agar dokter bisa mengetahui respons yang ditunjukkan pasien ketika jantung bekerja keras

Proses pencucian darah oleh sebuah mesin, untuk menyaring dan membuang kotoran dari darah sekaligus menjaga keseimbangan elektrolit di dalam darah. Prosedur ini biasanya dilakukan pada penderita gagal ginjal.

Serangkaian tes yang dilakukan untuk memeriksa fungsi paru-paru dengan bantuan spirometry. Alat ini digunakan untuk mengetahui aliran udara yang masuk dan keluar dari paru-paru.

Proses melahirkan bayi secara alami melalui vagina. Karena prosesnya alami (bukan dengan operasi caesar), penyembuhannya juga lebih cepat. Pasien hanya butuh istirahat selama 36 sampai 48 jam pasca melahirkan

Tes untuk melihat keadaan sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina. Dengan pemeriksaan rutin, perubahan sel-sel yang mungkin bisa berkembang menjadi kanker atau sudah menjadi kanker bisa terdeteksi

Dilakukan untuk mendeteksi toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, herpes simpleks, dan penyakit menular lainnya. Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan apakah seseorang mengalami penyakit menular tersebut.

Metode pemeriksaan fungsi pendengaran dengan alat yang mampu menghasilkan suara dengan berbagai frekuensi dan kekuatan. Biasanya dilakukan para pekerja yang bertugas di daerah dengan tingkat kebisingan tinggi

Metode pengukuran kepala manusia melalui pemindaian radiografi. Metode ini banyak digunakan di berbagai cabang kedokteran, misalnya untuk menangani hal-hal yang berhubungan dengan gigi, serta operasi oral dan rahang.

Pemindaian dengan bantuan gelombang suara untuk memeriksa organ-organ di dalam dada seperti paru-paru, hati, jantung, aorta, kerongkongan, serta memonitor aliran darah di dalamnya.

Pemindaian yang dilakukan untuk mendiagnosis kondisi tertentu yang berhubungan dengan pelvic atau panggul. Pemeriksaan ini juga bisa menampilkan kondisi organ reproduksi jika dilakukan pada wanita.

Pemindaian dengan bantuan gelombang suara untuk melihat kondisi organ-organ di dalam perut, termasuk hati, ginjal, pankreas, dan lainnya. Pembuluh darah yang berhubungan dengan organ-organ itu juga bisa diperiksa.

Metode pengukuran tekanan intraokular mata. Tes ini menggunakan tonometer yang diletakan di permukaan kornea yang dibius. Tes ini sering digunakan untuk memeriksa glukoma dan kerusakan saraf optik

Pemeriksaan lab untuk mengukur kadar PSA dalam darah, untuk megetahui apakah ada gangguan pada prostat

Pemindaian medis yang dilakukan untuk mendeteksi kelainan yang terjadi pada kelenjar prostat. USG Prostat dilakukan dengan beberapa metode seperti transrectal, transurethral ultrasound, dan transabdominal.