CTEV adalah kelainan bentuk kaki bawaan yang menyebabkan satu atau kedua telapak kaki bayi tampak melengkung ke dalam dan ke bawah. Kondisi ini dapat membuat anak kesulitan berdiri atau berjalan jika tidak ditangani sejak dini. Meski terlihat mengkhawatirkan, CTEV dapat diatasi dengan pengobatan yang tepat sehingga sebagian besar anak dapat tumbuh dan beraktivitas secara normal.
CTEV atau Congenital Talipes Equinovarus (clubfoot) merupakan salah satu kelainan bawaan yang sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Kelainan ini bisa terjadi pada satu kaki maupun kedua kaki sekaligus dan tidak disebabkan oleh kesalahan orang tua selama kehamilan.

Penanganan CTEV sebaiknya dimulai sesegera mungkin, idealnya beberapa minggu setelah bayi lahir. Dengan terapi yang tepat, peluang keberhasilan pengobatan sangat tinggi sehingga fungsi kaki dapat berkembang secara optimal.
CTEV dan Penyebabnya
Hingga saat ini, penyebab pasti CTEV belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga terjadi akibat kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Selain itu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi mengalami CTEV, yaitu:
- Berjenis kelamin laki-laki.
- Memiliki anggota keluarga dengan riwayat CTEV atau clubfoot.
- Mengalami kelainan bawaan tertentu, seperti spina bifida atau cerebral palsy.
- Memiliki kelainan genetik tertentu, misalnya sindrom Edwards atau sindrom Moebius.
Risiko CTEV juga dapat meningkat apabila selama kehamilan ibu mengalami atau memiliki kondisi berikut:
- Merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau menggunakan NAPZA selama kehamilan.
- Mengalami oligohidramnion, yaitu kondisi ketika jumlah cairan ketuban lebih sedikit dari normal.
- Terinfeksi virus Zika selama kehamilan.
Penanganan CTEV agar Anak Dapat Berjalan Normal
Penanganan CTEV sebaiknya dilakukan sedini mungkin, idealnya sejak bayi berusia beberapa minggu. Semakin cepat ditangani, semakin baik pula hasil yang dapat diperoleh. Berikut ini adalah beberapa metode penanganan yang umum dilakukan:
1. Metode Ponseti
Metode Ponseti merupakan penanganan utama untuk CTEV dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi jika dimulai sejak bayi berusia beberapa minggu. Terapi ini dilakukan dengan meregangkan kaki secara perlahan, kemudian memasang gips secara bertahap setiap minggu untuk mengoreksi posisi kaki.
Setelah posisi kaki membaik, sebagian besar bayi memerlukan tindakan kecil berupa pemanjangan tendon Achilles (tenotomi) sebelum menggunakan sepatu khusus atau brace selama beberapa tahun untuk mencegah kekambuhan.
2. Operasi
Operasi biasanya dilakukan jika CTEV tergolong berat atau tidak membaik setelah menjalani metode Ponseti. Tindakan ini bertujuan memperbaiki posisi tendon, ligamen, maupun tulang agar kaki dapat berfungsi lebih optimal. Jenis operasi yang dilakukan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kelainan dan kondisi masing-masing anak.
3. Fisioterapi dan latihan peregangan
Setelah menjalani terapi utama, dokter dapat menyarankan fisioterapi atau latihan peregangan untuk membantu menjaga kelenturan sendi, meningkatkan kekuatan otot kaki, serta mendukung perkembangan kemampuan berdiri dan berjalan. Orang tua juga akan diajarkan beberapa latihan sederhana yang dapat dilakukan di rumah sesuai anjuran dokter atau fisioterapis.
4. Kontrol rutin ke dokter
Anak dengan CTEV perlu menjalani kontrol rutin ke dokter spesialis ortopedi anak, terutama selama masa pertumbuhan. Pemeriksaan berkala bertujuan untuk memantau perkembangan kaki, memastikan hasil terapi tetap optimal, serta mendeteksi kemungkinan kekambuhan sehingga dapat segera ditangani apabila diperlukan.
CTEV memang tidak dapat dicegah, tetapi peluang keberhasilan pengobatannya sangat tinggi jika ditangani sedini mungkin. Oleh karena itu, jangan abaikan bila bentuk kaki bayi tampak melengkung ke dalam atau berbeda dari biasanya. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter menentukan penanganan yang paling tepat sehingga tumbuh kembang dan kemampuan berjalan anak dapat berlangsung secara optimal.
Jika Anda melihat bentuk kaki si Kecil tampak melengkung ke dalam atau memiliki kekhawatiran terkait CTEV, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan informasi dan saran medis yang sesuai.
Bila diperlukan, dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan langsung ke dokter spesialis ortopedi anak agar penanganan dapat segera dilakukan.