Ketika haid, apakah kamu harus pakai dua pembalut sekaligus atau menggantinya tiap satu jam sekali? Jika iya, yuk, simak apa saja kemungkinan penyebab darah haid keluar banyak.

Sebenarnya jumlah perdarahan saat haid pada setiap wanita bisa berbeda-beda. Ada yang volume darah haidnya sedikit, tapi ada juga yang keluar banyak, bahkan hingga berlebihan.

Darah Haid Keluar Banyak? Bisa Jadi Ini Penyebabnya - Alodokter

Darah Haid Keluar Banyak

Darah haid yang keluar dianggap terlalu banyak jika melebihi 80 ml dalam satu siklus haid. Tapi tentu saja jumlah darah yang keluar selama haid sulit dihitung.

Secara umum, darah haid yang terlalu banyak dapat ditandai dengan:

  • Menstruasi lebih dari 7 hari.
  • Harus mengganti pembalut setiap 1-2 jam karena sudah penuh.
  • Ada gumpalan darah seukuran uang koin.
  • Darah haid menembus ke celana luar atau sprei.
  • Harus mengganti pembalut di tengah malam karena sudah penuh.

Darah haid yang keluar terlalu banyak dapat mengganggu aktivitas, bahkan menyebabkan lemas atau sesak napas. Hati-hati, darah haid yang terlalu banyak bisa menjadi gejala penyakit yang lebih serius, lho.

Penyebab Darah Haid Banyak

Sebenarnya banyak hal yang bisa menjadi penyebab darah haid keluar banyak. Berikut ini adalah beberapa penyebab yang paling umum terjadi:

  • Miom (fibroid), yaitu jaringan nonkanker yang tumbuh di sekitar rahim.
  • Endometriosis, terjadi ketika lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim, misalnya ada di tuba falopi atau ovarium.
  • Radang panggul, yaitu peradangan yang terjadi pada rahim, ovarium, ataupun tuba falopi.
  • Adenomiosis, terjadi ketika jaringan dalam pada lapisan rahim menembus keluar dinding rahim.
  • Polip endometrium, yaitu jaringan nonkanker yang tumbuh menonjol pada lapisan rahim atau leher rahim.
  • Sindrom ovarium polikistik, yaitu kondisi yang memengaruhi kerja ovarium dan dapat menyebabkan gangguan menstruasi serta kesuburan.
  • Alat kontrasepsi dalam rahim (intrauterine contraceptive device/IUD), menyebabkan menstruasi banyak pada 3-6 bulan pertama penggunaan.
  • Menjalani pengobatan tertentu, seperti terapi hormon, obat antipembekuan darah, suplemen herbal, atau kemoterapi.
  • Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron.
  • Kehamilan ektopik, yaitu pembuahan yang terjadi di luar rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan yang mungkin dikira sebagai darah haid.
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme).
  • Gangguan pembekuan darah.
  • Kanker rahim, kanker ovarium, dan kanker serviks.

Darah haid keluar banyak dapat menyebabkan anemia atau rendahnya kadar sel darah merah. Oleh sebab itu, periksakan ke dokter jika kamu merasakan perubahan volume menstruasi yang signifikan atau muncul perdarahan di sela periode menstruasi.