Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pap Smear

Kanker serviks adalah jenis kanker ganas nomor dua terbanyak yang menyerang kaum wanita. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk melakukan pap smear sebagai langkah deteksi dini kanker serviks.

Pap smear merupakan sebuah pemeriksaan mengenai keadaan sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk dilakukan secara berkala, bagi wanita yang sudah pernah berhubungan seksual, selain untuk menilai kesehatan organ kewanitaan pada tingkat seluler, juga sebagai upaya untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini.

deteksi dini kanker serviks dengan pap smear - alodokter

Prosedur Pemeriksaan Kanker Serviks

Untuk pengambilan sampel dalam pemeriksaan pap smear, dokter menggunakan alat bernama spekulum yang dimasukkan melalui mulut vagina. Alat ini digunakan untuk memperluas lapang pandang dengan membuka mulut vagina sehingga area serviks dan vagina bisa terlihat lebih jelas.

Setelah itu, sampel sel-sel pada serviks akan diambil memakai spatula plastik (seperti sendok kecil bertangkai panjang) dan sikat kecil. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk diuji.

Prosedur pengambilan sampel ini biasanya memakan waktu singkat, sekitar lima menit. Selama prosedur, Anda diharapkan untuk tetap dalam keadaan rileks, agar lebih nyaman saat pap smear dilakukan.

Saat melakukan pap smear, dokter bisa juga mengombinasikan dengan pemeriksaan human papilloma virus (HPV). HPV adalah virus penyebab infeksi menular seksual, yang juga merupakan salah satu penyebab utama kanker serviks.

Secara medis, selama sesuai dengan ketentuan prosedur, pap smear aman dilakukan, dan memberi hasil yang cukup akurat. Meski begitu, tetap terdapat kemungkinan kecil Anda menerima hasil pemeriksaan yang salah. Misalnya, hasil pemeriksaan menunjukkan sel-sel pada serviks bersifat normal, padahal sebenarnya ada sel-sel ganas di serviks. Hasil yang tidak akurat tersebut dapat terjadi bila sel-sel abnormal tertutup darah atau bila jumlah sel abnormal masih sangat sedikit. Namun, kemungkinan sel-sel abnormal dapat terdeteksi jika Anda menjalani pap smear berikutnya.

Agar mendapat hasil tes pap smear yang akurat, sebaiknya hindari berhubungan seksual, membersihkan vagina atau menggunakan obat atau krim pada vagina, sekitar dua hari sebelum tes dilakukan.

Siapa yang Membutuhkan Pap Smear?

Wanita berusia 21 tahun ke atas disarankan untuk melakukan pap smear. Namun, jika Anda telah aktif berhubungan seksual sebelum usia tersebut, sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan ini.

Pemeriksaan pap smear dianjurkan untuk dilakukan setiap tiga tahun untuk wanita berusia 21 – 65 tahun. Untuk wanita berusia 30 – 65 tahun yang menjalani pap smear sekaligus dengan pemeriksaan HPV dapat melakukannya setiap lima tahun sekali.

Dokter akan menyarankan pap smear lebih sering dilakukan jika pemeriksaan menunjukkan hasil yang abnormal, memiliki sistem imun yang lemah, terjangkit virus HIV, menjalani kemoterapi, atau pernah menjalani transplantasi organ.

Dengan rutin menjalani pemeriksaan pap smear, Anda bisa mendeteksi dini kanker serviks. Apabila ditemukan sel-sel bersifat kanker, dokter bisa menanganinya lebih awal sehingga tingkat kesembuhan semakin tinggi. Berkonsultasi dengan dokter, akan memberi Anda gambaran lebih jelas mengenai cara mencegah dan mendeteksi kanker serviks, serta penanganan sejak dini.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi