Dislokasi pergelangan tangan adalah cedera sendi yang terjadi akibat benturan, jatuh, atau kecelakaan saat beraktivitas. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat dan keterbatasan gerak. Maka dari itu, penting untuk mengenali gejalanya sejak awal agar penanganan bisa segera dilakukan guna mencegah komplikasi yang berbahaya.
Pergelangan tangan terdiri dari beberapa tulang kecil dan sendi yang saling terhubung dengan ligamen. Jika terjadi benturan keras, misalnya akibat jatuh dengan posisi tangan menahan badan, tulang-tulang di pergelangan tangan bisa terdorong atau bergeser dari posisi seharusnya. Nah, hal inilah yang menyebabkan dislokasi.
Dislokasi pergelangan tangan bisa menimbulkan nyeri hebat, keterbatasan gerak, hingga perubahan bentuk pada pergelangan tangan. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan cedera pada saraf atau pembuluh darah di sekitarnya.
Makanya, dislokasi pergelangan tangan harus segera ditangani oleh dokter agar fungsi tangan tidak terganggu secara permanen.
Penyebab dan Faktor Risiko Dislokasi Pergelangan Tangan
Dislokasi pergelangan tangan paling sering disebabkan oleh benturan atau tekanan keras pada sendi tangan. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan dislokasi pergelangan tangan:
- Jatuh dengan posisi tangan menahan tubuh
- Cedera akibat olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti sepakbola, basket, atau bela diri
- Kecelakaan saat berkendara
- Terbentur atau tertimpa benda keras
Perlu diketahui, dislokasi pergelangan tangan bisa dialami oleh siapa saja. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini, yaitu:
- Melakukan aktivitas fisik yang berisiko tinggi, seperti olahraga ekstrem, pekerjaan berat, atau sering mengangkat beban.
- Memiliki otot yang lemah dan keseimbangan yang buruk, seperti menderita distrofi otot
- Tidak menggunakan pelindung pergelangan tangan saat berolahraga
- Memiliki riwayat cedera, keseleo, atau dislokasi sebelumnya
- Berusia lanjut atau masih anak-anak
Inilah Gejala Dislokasi Pergelangan Tangan yang Perlu Diwaspadai
Gejala dislokasi pergelangan tangan biasanya muncul segera setelah terjadi cedera atau benturan. Berikut ini adalah gejala yang dapat timbul setelah mengalami kondisi ini:
- Nyeri hebat pada pergelangan tangan
- Memar dan bengkak di sekitar pergelangan tangan
- Bentuk pergelangan tangan tampak tidak normal atau tidak sejajar
- Sulit menggerakan tangan atau jari
- Mati rasa atau kesemutan
Pada beberapa kasus, dislokasi pergelangan tangan juga bisa menyebabkan luka terbuka jika tulang sampai menonjol keluar kulit. Jika gejala-gejala ini muncul setelah mengalami cedera, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penangan yang tepat guna mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.
Langkah Penanganan Dislokasi Pergelangan Tangan
Metode penanganan dislokasi pergelangan tangan biasanya tergantung pada tingkat keparahannya. Pengobatan ini bertujuan untuk mengembalikan tulang yang keluar atau bergeser ke posisinya semula, serta mencegah kerusakan pada saraf atau pembuluh darah di sekitar sendi.
Sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter, penanganan dislokasi pergelangan tangan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin agar kondisi tidak semakin parah dan fungsi tangan dapat kembali normal. Berikut adalah langkah awal penanganan yang bisa dilakukan:
1. Segera imobilisasi pergelangan tangan
Pertama-tama, tangan yang mengalami dislokasi harus diistirahatkan dan diposisikan dengan hati-hati. Gunakan bidai, kain, atau perban untuk menahan posisi pergelangan tangan agar tidak makin bergeser.
2. Kompres dingin
Tempelkan es batu yang dibungkus kain pada pergelangan tangan yang bengkak selama 15–20 menit. Cara ini dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan.
3. Jangan mencoba mengembalikan posisi sendi sendiri
Ingat, hindari menarik atau meluruskan pergelangan tangan yang bergeser. Pasalnya, tindakan ini bisa menyebabkan cedera saraf atau pembuluh darah di sekitar sendi.
Setelah melakukan penanganan awal, Anda perlu segera mendapatkan pengobatan yang tepat dari dokter. Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan yang akan dilakukan oleh dokter:
- Reposisi sendi atau tindakan reduksi, yaitu prosedur untuk mengembalikan tulang ke posisi normalnya
- Memasang gips, bidai, atau penyangga untuk menjaga posisi sendi atau tulang tetap stabil selama masa penyembuhan. Umumnya, bidai atau gips digunakan selama 4–6 minggu atau sesuai anjuran dokter.
- Pemberian obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan akibat dislokasi.
- Operasi, untuk mengatasi dislokasi yang tidak bisa diperbaiki dengan reduksi, atau bila telah terjadi kerusakan parah pada pembuluh darah, saraf, atau ligamen di sekitar sendi
- Fisioterapi atau rehabilitasi, untuk mengembalikan kekuatan, kelenturan, dan fungsi pergelangan tangan agar bisa bergerak seperti sedia kala.
Cara Mencegah Dislokasi Pergelangan Tangan
Dislokasi pergelangan tangan memang bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama akibat kecelakaan atau benturan keras. Namun, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya cedera ini:
- Gunakan pelindung tangan saat beraktivitas
- Lakukan latihan peregangan (stretching) dan penguatan secara rutin, terutama sebelum berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berat.
- Hindari gerakan atau posisi tangan yang salah
- Latihan keseimbangan tubuh, seperti yoga atau pilates
- Gunakan sepatu dengan sol anti-selip, serta hindari permukaan licin.
- Konsumsi makanan kaya kalsium, vitamin D, dan protein
Sebaiknya selalu waspada jika terjadi perubahan pada pergelangan tangan setelah cedera. Jika bengkak, nyeri, atau keterbatasan gerak tidak juga membaik, segera konsultasikan dengan dokter.
Menjaga kesehatan dan keselamatan pergelangan tangan sangat penting agar Anda tetap bisa beraktivitas dengan nyaman. Dengan memahami penyebab, gejala, langkah penanganan, dan cara pencegahan dislokasi pergelangan tangan, Anda dapat lebih waspada saat beraktivitas sehari-hari.
Jika Anda punya pertanyaan terkait kondisi kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER ya.
