Edema atau pembengkakan biasanya terjadi di bagian tubuh tertentu saja. Pada edema anasarka, pembengkakan terjadi di seluruh tubuh. Edema anasarka biasanya disebabkan oleh kondisi lain yang serius dan berbahaya jika tidak segera ditangani.

Edema anasarka adalah pembengkakan akibat penumpukan cairan berlebih di seluruh jaringan dan rongga tubuh. Kondisi ini biasanya adalah gejala dari penyakit lain yang tergolong parah, misalnya gangguan pada hati, ginjal, dan jantung. Apabila tidak segera ditangani, edema anasarka bisa menyebabkan kematian.

Edema Anasarka, Kenali Penyebab dan Penanganannya - Alodokter

Penyebab dan Gejala Edema Anasarka

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, edema anasarka dapat terjadi akibat adanya kondisi kesehatan lain, seperti reaksi alergi, sirosis, gagal ginjal, gagal jantung sisi kanan, dan malnutrisi energi protein.

Selain itu, edema anasarka juga bisa terjadi akibat penggunaan cairan infus yang berlebihan, obat kemoterapi, dan alpha-thalassemia. Kendati demikian, kasus-kasus ini cukup jarang terjadi.

Seseorang yang mengalami edema anasarka dapat mengalami sejumlah gejala, seperti:

  • Permukaan kulit menjadi cekung setelah ditekan oleh jari dan tidak langsung kembali
  • Sulit bergerak, karena seluruh tubuhnya membengkak
  • Sulit membuka mata, akibat wajah ikut membengkak
  • Berat badan naik drastis karena cairan yang menumpuk
  • Terganggunya fungsi hati, jantung, dan ginjal

Bila dibiarkan tanpa pengobatan, edema anasarka bisa menyebabkan komplikasi berupa luka-luka pada kulit, kesulitan bernapas, gagal jantung, dan berujung kematian.

Diagnosis dan Penanganan Edema Anasarka

Untuk mendiagnosis edema anasarka, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik yang lengkap. Jika diperlukan, dokter akan menganjurkan pemeriksaan lanjutan berupa:

  • Tes darah, untuk mengetahui fungsi hati, fungsi ginjal, dan kadar hemoglobin
  • Tes urine, untuk melihat kadar kebocoran protein dari darah
  • CT scan, untuk melihat kondisi rongga dada atau perut
  • USG jantung (ekokardiografi), untuk memeriksa kondisi jantung
  • Tes alergi

Edema anasarka ditangani dengan mengurangi kelebihan cairan dalam tubuh pasien melalui pemberian obat diuretik, misalnya furosemide. Cairan dikeluarkan melalui urine hingga 2–3 liter per harinya. Selain itu, dokter juga akan memberi pengobatan untuk penyakit penyebab edema anasarka. Bila tidak, pembengkakan akan terus berulang.

Guna mendukung pengobatan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan penderita edema anasarka untuk mempercepat pengeluaran cairan dari tubuhnya, yaitu:

  • Bergerak lebih sering, untuk membantu memompa cairan berlebih kembali ke jantung
  • Memijat bagian tubuh yang bengkak dengan arah pijatan ke atas, untuk membantu cairan kembali ke jantung
  • Membatasi asupan garam, untuk mengurangi penumpukan cairan di dalam pembuluh darah

Edema anasarka bukanlah kondisi yang bisa disepelekan. Jadi, apabila Anda merasa tubuh Anda membengkak, apalagi disertai dengan gejala sesak napas dan nyeri dada, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.