Ertix adalah obat untuk mengatasi batuk berdahak akibat berbagai kondisi, mulai dari common cold atau batuk pilek, bronkitis, enfisema, hingga penyakit paru obstruktif (PPOK). Ertix mengandung erdosteine dan berbentuk sirup, serta harus digunakan berdasarkan resep dari dokter.
Ertix mengandung 175 mg erdostein pada setiap 5 ml. Obat ini bekerja dengan cara mengencerkan dahak atau lendir yang ada di saluran pernapasan. Berkat cara kerjanya tersebut, dahak menjadi lebih mudah untuk dikeluarkan ketika batuk.

Hal tersebut juga turut membantu membersihkan saluran pernapasan, sehingga napas juga akan terasa lebih lega. Ertix hanya boleh digunakan untuk mengatasi batuk berdahak, bukan batuk kering.
Apa Itu Ertix
| Bahan aktif | Erdosteine 175 mg/5ml |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat mukolitik |
| Manfaat | Meredakan batuk berdahak |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak <2 tahun |
| Ertix untuk ibu hamil | Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan obat terhadap ibu hamil maupun janin. |
| Obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil, kecuali jika dokter yang menyarankan demikian. | |
| Ertix untuk ibu menyusui | Belum diketahui apakah kandungan erdosteine dalam Ertix terserap ke dalam ASI atau tidak |
| Konsultasikan dengan dokter perihal obat lain yang lebih aman untuk ibu menyusui, khususnya jika bayi yang disusui lahir secara prematur atau usianya kurang dari 1 bulan. | |
| Bentuk obat | Sirop kering |
Peringatan Sebelum Menggunakan Ertix
Ertix merupakan obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Obat ini hanya dapat diperoleh setelah konsultasi, baik secara langsung maupun melalui layanan Chat Bersama Dokter. Untuk memastikan pengobatan aman dan tepat sasaran, perhatikan beberapa hal penting berikut sebelum menggunakan Ertix:
- Jangan mengonsumsi obat ini jika Anda alergi terhadap kandungan erdosteine. Jadi, bicarakan dengan dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki.
- Beri tahu dokter apabila Anda memiliki riwayat gangguan hati, gangguan ginjal, atau tukak lambung.
- Informasikan kepada dokter bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan Ertix jika ada rencana untuk menjalani prosedur medis tertentu, misalnya operasi gigi.
- Pastikan untuk tidak memberikan Ertix kepada anak usia <2 tahun, kecuali atas persetujuan dokter.
- Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang hamil, menyusui, atau berencana untuk hamil.
- Diskusikan dengan dokter perihal keamanan konsumsi Ertix bersama dengan obat lain, suplemen, atau produk herbal tertentu. Ini untuk menghindari terjadinya interaksi obat.
- Hentikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Ertix.
- Segera hubungi dokter ketika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah minum obat ini.
Dosis dan Aturan Pakai Ertix
Penyesuaian dosis Ertix dilakukan secara individual, tergantung pada usia, kondisi medis, dan hasil evaluasi dokter selama pengobatan. Berdasarkan usia, berikut adalah dosis umum pemberian Ertix:
- Anak dengan BB 15–19 kg: 1 sendok takar (5 ml), diminum 2 kali sehari
- Anak dengan BB 20–30 kg: 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari
- Dewasa dan anak dengan BB >30 kg: 2 sendok takar (10 ml), 2 kali sehari
Cara Menggunakan Ertix dengan Benar
Penggunaan Ertix harus dilakukan dengan cara yang tepat agar pengobatan berjalan efektif dan aman. Oleh karena itu, ikuti petunjuk dokter serta aturan pakai yang tertera pada kemasan perihal penggunaannya. Jangan mengubah dosis tanpa persetujuan dokter.
Sebagai panduan, perhatikan cara penggunaan Ertix berikut ini:
- Minumlah obat ini sebelum atau sesudah makan.
- Ertix sirup kering perlu dilarutkan terlebih dahulu dengan air putih sesuai takaran. Gunakan gelas takar untuk memastikan volume air sesuai anjuran.
- Usahakan untuk mengonsumsi obat ini pada jam yang sama setiap harinya. Pasang alarm sebagai pengingat.
- Apabila Anda lupa minum Ertix sesuai jadwal, segera konsumsi begitu teringat. Namun, jika jadwal minum obat selanjutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis berikutnya.
- Simpan Ertix di tempat bersuhu ruang, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Ertix dengan Obat Lain
Belum diketahui secara pasti apakah Ertix dapat menimbulkan interaksi saat digunakan bersama obat lain, suplemen, maupun produk herbal. Namun, penggunaan tanpa pengawasan tetap berisiko.
Agar pengobatan aman, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengombinasikannya dengan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu. Konsultasi bisa dilakukan secara praktis lewat Chat Bersama Dokter.
Efek Samping dan Bahaya Ertix
Komsumsi Ertix dapat menyebabkan efek samping:
- Mual
- Ruam atau gatal kulit
- Sakit perut
- Sakit kepala
- Diare
- Gangguan pencernaan
- Nyeri di ulu hati
Bicarakan dengan dokter apila efek samping tersebut tidak juga membaik atau makin parah. Segera kunjungi dokter ketika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Pusing
- Berkeringat
- Jantung berdebar
- Muka memerah
- Disfagia atau sulit menelan
- Sulit bernapas
- Pingsan