Gabatrop adalah obat berbentuk kapsul yang mengandung pregabalin. Obat ini bermanfaat untuk mengatasi nyeri saraf, yang timbul akibat diabetes, herpes zoster, cedera tulang belakang, atau skiatika. Gabatrop juga digunakan digunakan dalam pengobatan fibromyalgia, epilepsi, dan gangguan kecemasan.
Pregabalin dalam Gabatrop bekerja dengan cara menghambat aliran sinyal nyeri di lintasan saraf yang menuju otak dan tulang belakang. Berkat cara kerja ini, Gabatrop dapat meredakan nyeri saraf (neuropati) dan meringankan nyeri karena fibromyalgia.

Produk pregabalin, termasuk Gabatrop, juga mampu menghambat aktivitas listrik yang berlebihan di sistem saraf pusat. Cara ini dapat mencegah sekaligus menghentikan kejang pada penderita epilepsi. Untuk meredakan gangguan kecemasan, pregabalin menghambat zat alami di otak yang terlibat dalam munculnya rasa cemas.
Produk Gabatrop
Gabatrop tersedia dalam bentuk kapsul. Berikut tiga varian kapsul Gabatrop beserta detail kandungannya:
- Gabatrop 25 mg Kapsul, yang berisi 25 mg pregabalin tiap kapsul.
- Gabatrop 50 mg Kapsul, yang mengandung 50 mg pregabalin per kapsul.
- Gabatrop 75 mg Kapsul, yang dalam tiap kapsul mengandung 75 mg pregabalin.
- Gabatrop 150 mg Kapsul, yang berisi 150 mg pregabalin dalam tiap kapsul.
Gabatrop bukan obat bebas sehingga tidak boleh digunakan kecuali atas anjuran dokter.
Apa Itu Gabatrop
| Bahan aktif | Pregabalin |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat antikonvulsan |
| Manfaat | Mengendalikan kejang parsial pada penderita epilepsi |
| Meredakan gangguan kecemasan umum | |
Mengatasi nyeri saraf, yang timbul akibat:
|
|
| Meredakan nyeri di sekujur tubuh pada penderita fibromyalgia | |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Gabatrop untuk ibu hamil | Kategori D: Ada bukti bahwa pregabalin berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. |
| Gabatrop untuk ibu menyusui | Tanyakan kepada dokter mengenai pilihan obat lain yang lebih aman digunakan saat menyusui bayi baru lahir atau bayi prematur. |
| Bentuk obat | Kapsul |
Peringatan sebelum Menggunakan Gabatrop
Penggunaan Gabatrop tidak boleh sembarangan. Perhatikan hal-hal berikut sebelum Anda mengonsumsi obat ini:
- Pastikan dokter mengetahui riwayat alergi Anda. Ini penting karena orang yang alergi terhadap pregabalin tidak boleh mengonsumsi Gabatrop.
- Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami angioedema, depresi, atau pernah melakukan percobaan bunuh diri.
- Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit ginjal, gangguan pembekuan darah, penyakit jantung, trombositopenia, atau sedang menjalani prosedur cuci darah.
- Pastikan Anda memberi tahu dokter jika sedang hamil, mungkin sedang hamil, atau sedang menyusui. Gunakan alat kontrasepsi yang efektif untuk Anda dan pasangan selama menggunakan Gabatrop.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menjalani program hamil. Penggunaan obat berbahan pregabalin dapat menurunkan kesuburan pada pria.
- Beri tahu dokter perihal obat lain yang sedang Anda gunakan, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya interaksi antarobat yang tidak diinginkan.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Gabatrop jika direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
- Mintalah saran dokter mengenai penggunaan Gabatrop jika Anda sedang atau pernah mengalami kecanduan alkohol maupun penyalahgunaan NAPZA.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Gabatrop. Minuman beralkohol dapat menambah berat efek samping obat ini.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Gabatrop. Bahan aktif obat ini dapat menimbulkan pusing dan kantuk. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
- Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Gabatrop.
Dosis dan Aturan Pakai Gabatrop
Dalam pengobatan nyeri neuropati, fibromyalgia, epilepsi, atau gangguan kecemasan, dosis Gabatrop untuk orang dewasa adalah 150–600 mg per hari, dibagi dalam 2–3 kali jadwal konsumsi, tergantung pada kondisi yang ditangani.
Cara Menggunakan Gabatrop dengan Benar
Pastikan penggunaan Gabatrop sesuai dengan anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan mengurangi atau menambah dosis yang dianjurkan tanpa persetujuan dokter.
Penggunaan Gabatrop yang tepat bisa membantu mempercepat pemulihan, berikut panduannya:
- Gabatrop bisa dikonsumsi sebelum makan atau setelah makan.
- Telan kapsul Gabatrop secara utuh dengan air putih. Jika timbul sakit perut, konsumsilah obat ini bersama makanan pada jadwal minum obat berikutnya.
- Jangan mengunyah, membelah, atau membuka isi kapsul.
- Jika Anda lupa menggunakan Gabatrop, minumlah obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.
- Jangan menghentikan pengobatan secara mendadak karena bisa menyebabkan kejang bertambah parah atau gejala putus obat, seperti sulit tidur, mual-mual, sakit kepala, sakit perut, atau diare. Dokter akan mengurangi dosis Gabatrop secara bertahap jika pengobatan perlu dihentikan.
- Jangan tunda ke dokter jika timbul gejala depresi, serangan panik, cemas, halusinasi atau keinginan menyakiti diri sendiri, selama Anda menjalani pengobatan dengan Gabatrop.
- Lakukan kontrol sesuai jadwal yang diberikan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau. Selama menggunakan Gabatrop, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani pemeriksaan darah dan tes fungsi ginjal secara berkala.
- Simpan Gabatrop di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan konsumsi Gabatrop yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Gabatrop dengan Obat Lain
Interaksi obat berisiko terjadi jika Gabatrop, yang mengandung pregabalin, digunakan bersama obat lain. Efek yang mungkin terjadi meliputi:
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping yang fatal, seperti koma atau gangguan pernapasan berat, jika digunakan bersama obat golongan opioid
- Peningkatan risiko terjadinya angioedema jika digunakan bersama obat golongan ACE inhibitor
- Peningkatan risiko terjadinya sembelit, ileus paralitik, dan obstruksi usus, jika digunakan bersama obat yang memicu sembelit, termasuk obat nyeri golongan opioid
- Peningkatan risiko terjadinya edema jika digunakan bersama obat antidiabetes golongan thiazolidinedione, seperti pioglitazone
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari obat lorazepam
Jika Anda perlu menggunakan obat lain saat mengonsumsi Gabatrop, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan.
Efek Samping dan Bahaya Gabatrop
Penggunaan Gabatrop terkadang bisa menimbulkan efek samping tertentu pada tubuh. Hubungi dokter jika keluhan berikut tidak membaik atau malah memburuk:
- Mulut kering
- Pusing
- Kantuk berat
- Kenaikan berat badan
Gunakan layanan Chat Bersama Dokter untuk berkonsultasi dan mendapat penanganan awal yang cepat.
Sebagian besar pengguna Gabatrop tidak mengalami keluhan serius. Meski demikian, pada kondisi tertentu dapat muncul efek samping serius seperti berikut:
- Napas tersengal-sengal atau sesak napas, linglung, kantuk berat sampai sulit bangun, warna kulit, bibir, jari tangan dan kaki membiru
- Muncul halusinasi, keinginan untuk menyakiti diri sendiri, atau ide bunuh diri
- Depresi, yang gejalanya berupa sedih berkepanjangan, frustasi, putus harapan, merasa tidak berharga
- Nyeri dada, pusing berat seperti akan pingsan, sesak napas, detak jantung terlalu cepat, lambat, atau tidak beraturan
- Pembengkakan di tungkai atau kaki (edema), berat badan naik drastis mendadak
- Nyeri otot tanpa sebab yang jelas, terutama bila disertai dengan demam
- Mudah memar tanpa sebab yang jelas atau perdarahan dari bagian tubuh manapun yang sulit berhenti
- Gangguan penglihatan yang menetap, seperti penglihatan buram
Segera temui dokter jika timbul efek samping serius setelah menggunakan Gabatrop. Janji temu dengan dokter kini bisa Anda atur dari rumah. Lewat fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda dapat melihat dokter yang tersedia, mengecek jadwal praktik, dan langsung booking.
Segera ke rumah sakit terdekat jika timbul reaksi alergi setelah mengonsumsi Gabatrop. Gejala alergi obat bisa berupa biduran, mengi, sesak nafas, atau bengkak di wajah, bibir, dan kelopak mata.