Gangguan kulit pada anak, seperti ruam kemerahan, kadang bisa disebabkan oleh konsumsi makanan tertentu. Yuk, Bunda, coba cek makanan apa saja yang perlu diberikan secara hati-hati pada Si Kecil.

Reaksi pada kulit bisa muncul dalam hitungan menit atau dalam beberapa jam setelah anak makan makanan tertentu. Namun, kadang orang tua tidak menyadari bahwa anaknya sedang mengalami gangguan kulit akibat makanan, dan mungkin mengira bahwa gangguan kulit ini disebabkan oleh hal lain, misalnya biang keringat.

Gangguan Kulit Anak Bisa Berawal dari Makanan yang Dikonsumsi - Alodokter

Mengenali dan Mengatasi Gangguan Kulit akibat Makanan Bayi

Ada beberapa makanan yang dikenal sering menyebabkan reaksi berupa gangguan kulit. Penting bagi Bunda untuk mengenali makanan apa saja yang perlu diwaspadai, serta gangguan kulit apa saja yang bisa ditimbulkan.

Berikut ini beberapa contoh gangguan kulit dan makanan yang berpotensi menyebabkannya:

  • Eksim (atopic dermatitis)

Sekitar 30% bayi yang mengalami eksim juga mengalami alergi terhadap makanan tertentu. Ini alasan Bunda perlu waspada terhadap beberapa makanan yang berisiko memicu alergi, seperti telur, kacang-kacangan, ikan, kedelai, gandum, dan susu.

Sebagai solusi, jika sudah waktunya memberikan makanan pendamping ASI (MPASI), ada baiknya Bunda memberikan makanan-makanan ini secara bertahap dalam jumlah sedikit dulu, untuk mengetahui reaksinya pada Si Kecil. Jika aman, 5 hari kemudian Bunda dapat memperkenalkan makanan jenis lain.

  • Ruam popok

Ternyata ruam popok tidak hanya disebabkan terlalu lama mengenakan popok basah. Saat bayi mulai makan makanan padat, volume dan frekuensi buang air besarnya pun berubah. Makanan asam, seperti tomat dan jeruk, diduga dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit bayi. Inilah yang membuat kulit di sekitar anus dan kadang juga di sekitar mulut menjadi kemerahan.

Jadi, sebaiknya hati-hati saat memberikan tomat, jeruk, strawberry, nanas dan makanan atau minuman berbahan dasar buah ini, seperti jus dan selai. Segera ganti popok yang kotor, dan bersihkan kulit Si Kecil menggunakan pembersih dengan pH netral. Setelah itu, pastikan area sekitar kelamin dan bokong Si Kecil sudah benar-benar kering.

  • Gatal-gatal

Gatal dan kulit kemerahan adalah reaksi paling umum dari alergi makanan.  Selain gatal, alergi dapat mendatangkan reaksi yang lebih berbahaya, seperti sesak napas, muntah, dan wajah bengkak.

Bunda perlu lebih berhati-hati saat akan memberikan susu selain ASI, seperti telur, almond dan kacang-kacangan lain, ikan, kedelai, gandum, dan kerang. Berikan makanan baru secara bertahap, sehingga Bunda dapat mendeteksi makanan mana yang mungkin membuatnya alergi. Beberapa ahli bahkan menyarankan orang tua untuk tidak memberikan makanan-makanan ini pada anak hingga usianya 3 tahun.

  • Karotenemia

Kulit bayi bisa tampak kekuningan atau oranye karena mengonsumsi terlalu banyak makanan yang tinggi karoten, antara lain wortel, jagung, kentang, kuning telur, bayam, labu dan kacang. Begitu juga jika Bunda yang menyusui terlalu banyak mengonsumsi makanan ini. Untuk mencegah dan mengatasinya, hindari terlalu banyak memberikan makanan tinggi karoten pada Si Kecil dan variasikan dengan jenis makanan lain.

Nah, sekarang sudah tahu kan jenis makanan apa saja yang dapat menyebabkan gangguan kulit pada anak? Meski begitu, bukan berarti jenis makanan tersebut tidak boleh diberikan pada anak-anak sama sekali. Bunda perlu menghentikan pemberiannya, bila memang memang Si Kecil terbukti alergi terhadap bahan makanan tersebut. Jika tidak, Bunda masih bisa memberikannya sesekali dalam porsi yang wajar, dan melengkapinya dengan beragam jenis makanan bergizi lainnya.

Apabila keluhan pada kulit tetap muncul dan semakin mengganggu Si Kecil, Bunda dianjurkan untuk memeriksakan ke dokter. Dengan begitu, dokter bisa menentukan penyebab gangguan tersebut dan memberi rekomendasi penanganan yang tepat. Bunda juga dapat menanyakan lebih rinci pada dokter, cara agar Si Kecil terhindar dari gangguan kulit akibat makanan.