Gas tertawa adalah istilah populer untuk nitrous oxide, yaitu gas yang kerap digunakan dalam dunia medis sebagai anestesi ringan. Penggunaan di bawah pengawasan dokter umumnya aman. Namun, jika dipakai secara sembarangan atau paparan terjadi tanpa disengaja, zat ini bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan. 

Sebenarnya, gas tertawa memiliki kegunaan medis yang sah dan sudah lama diakui. Dalam dunia kedokteran, gas tertawa (nitrous oxide) dipakai sebagai anestesi dan analgesik ringan, yang mampu membuat pasien merasa lebih nyaman, mengurangi rasa sakit, serta menurunkan kecemasan selama menjalani prosedur medis.

Gas Tertawa, Ini Bahaya yang Perlu Diwaspadai - Alodokter

Sayangnya, ada yang menyalahgunakan zat tertawa untuk tujuan rekreasi. Ini karena pada dosis tertentu, nitrous oxide yang terkandung dalam gas tertawa dapat menimbulkan euforia, sensasi ringan, serta perasaan rileks. Jika digunakan secara berlebihan dan tanpa pengawasan tim medis, zat ini berpotensi menimbulkan efek samping berbahaya bagi tubuh.

Namun, tidak semua paparan gas tertawa terjadi karena disengaja, ya. Terkadang, orang yang berada di sekitar pengguna zat ini pun dapat menghirupnya secara tidak sadar, apalagi bila gas ini digunakan di ruangan dengan ventilasi yang buruk.

Dampak Gas Tertawa terhadap Kesehatan

Paparan gas tertawa dapat menimbulkan gangguan serius pada berbagai sistem tubuh, contohnya:

1. Gangguan pernapasan

Menghirup gas tertawa dalam jumlah besar dapat memengaruhi sistem pernapasan, mulai dari sesak, napas terasa pendek, hingga sulit bernapas. Pada tingkat paparan tinggi, gas tertawa dapat menyebabkan kadar oksigen dalam darah menurun drastis (hipoksia). 

Jika ini terjadi, tubuh akan kekurangan oksigen dan seseorang bisa mengalami napas tercekat, kebiruan, lemas, bahkan kehilangan kesadaran untuk beberapa saat. Paparan berulang tanpa perlindungan, terutama di ruang tertutup atau tanpa ventilasi, dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pernapasan kronis. Contohnya, penurunan fungsi paru-paru dan kerusakan saluran napas.

2. Penurunan kesadaran

Gas tertawa bekerja dengan menekan sistem saraf pusat, sehingga menimbulkan efek pusing, perasaan melayang, hingga gangguan kesadaran. Pada paparan ringan, gejalanya bisa berupa mudah ngantuk, linglung, atau sulit konsentrasi

Namun, bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, zat ini membuat seseorang tiba-tiba pingsan, sulit dibangunkan, atau mengalami kebingungan. Risiko ini makin besar jika gas tertawa digunakan tanpa pengawasan medis, dosis tidak terkontrol, atau berada di lingkungan yang tidak aman. 

Penurunan kesadaran mendadak bisa sangat berbahaya, apalagi bila terjadi saat sedang mengemudi, berenang, atau menjalani aktivitas berat.

3. Gangguan saraf

Dampak gas tertawa pada sistem saraf tidak boleh dianggap remeh. Paparan jangka panjang atau penggunaan berulang bisa menyebabkan gangguan pada fungsi saraf tepi maupun pusat. Gejala awalnya mungkin berupa kesemutan pada tangan dan kaki, rasa kaku, kelemahan otot, hingga gangguan koordinasi gerakan, misalnya sering tersandung. 

Jika tidak segera ditangani, kerusakan saraf bisa bersifat permanen dan sulit dipulihkan, khususnya pada individu yang sudah memiliki kekurangan vitamin B12 atau kondisi saraf tertentu sebelumnya.

4. Kekurangan vitamin B12

Nitrous oxide pada gas tertawa dapat “mematikan” fungsi vitamin B12 dalam tubuh. Padahal, vitamin B12 sangat penting untuk pembentukan sel darah merah, menjaga fungsi saraf, serta mendukung metabolisme. 

Kekurangan vitamin B12 akibat paparan gas tertawa bisa menyebabkan anemia, tubuh cepat lelah, pucat, sesak, dan rentan terkena infeksi. Dalam kasus yang lebih parah, defisiensi B12 juga berujung pada kerusakan saraf jangka panjang, kebingungan, hingga gangguan keseimbangan tubuh.

5. Gangguan jantung

Paparan gas tertawa tidak hanya berdampak pada saraf dan paru-paru, tetapi juga memengaruhi jantung dan pembuluh darah. Menghirup gas tertawa dalam jumlah banyak atau di ruang tertutup berisiko menyebabkan hipoksia, di mana kadar oksigen darah turun drastis. 

Hipoksia membuat jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah, sehingga meningkatkan risiko gangguan irama jantung (aritmia). Bahkan, penggunaan gas tertawa juga dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung atau henti jantung, terlebih pada individu dengan faktor risiko tertentu.

Selain hipoksia, gas tertawa juga bisa memicu lonjakan kadar homosistein dalam darah akibat kekurangan vitamin B12. Homosistein tinggi dikenal dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Orang dengan riwayat penyakit jantung, hipertensi, diabetes, atau usia lanjut harus ekstra waspada terhadap paparan gas tertawa dalam bentuk apa pun. 

Paparan gas tertawa tidak hanya terjadi akibat penggunaan disengaja. Orang di sekitar juga dapat terpapar gas ini jika:

  • Penggunaan gas tertawa di ruangan tanpa ventilasi baik
  • Kebocoran tabung atau peralatan medis
  • Tindakan medis tanpa perlindungan yang cukup

Anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan gangguan kesehatan tertentu juga lebih rentan mengalami bahaya akibat gas tertawa.

Cara Mencegah Bahaya Gas Tertawa

Untuk mencegah bahaya gas tertawa, pastikan Anda menerapkan langkah berikut ini saat menggunakan gas tersebut untuk tujuan medis:

  • Selalu pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang memadai sebelum melakukan tindakan medis yang membutuhkan gas tertawa.
  • Gunakan gas tertawa hanya sesuai petunjuk dan dalam pengawasan tenaga medis. Jangan menggunakan gas tertawa untuk keperluan rekreasi.
  • Pastikan tabung dan alat penyalur gas tertawa tidak bocor dan berfungsi optimal, guna mencegah paparan tidak disengaja.

Namun, apabila Anda atau keluarga mengalami paparan gas tertawa yang tidak disengaja dan merasakan gejala, seperti nyeri dada, sesak napas, pusing berat, atau kehilangan kesadaran, segera cari pertolongan medis. Gejala tersebut bisa menjadi tanda gangguan jantung, keracunan, atau kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera. 

Gas tertawa memiliki manfaat medis jika digunakan dengan benar dan sesuai aturan. Namun, risikonya tetap ada, baik untuk pengguna maupun lingkungan sekitar, terutama pada individu dengan riwayat penyakit jantung atau faktor risiko lain. Oleh karena itu, pastikan Anda memahami cara penggunaan yang tepat atau tanyakan melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.