Gaya belajar auditori adalah cara belajar yang cenderung menekankan pendengaran untuk memahami informasi. Jika Anda atau anak Anda lebih mudah mengerti pelajaran lewat penjelasan lisan, percakapan, atau mendengarkan suara dibandingkan membaca teks panjang, bisa jadi gaya belajar auditori memang lebih dominan. 

Dalam keseharian, banyak metode belajar di sekolah masih berfokus pada tulisan dan visual. Namun, tidak semua orang cocok dengan cara tersebut. Pada orang dengan gaya belajar auditori, mendengarkan penjelasan langsung, berdiskusi, atau menyimak materi dalam bentuk suara justru terasa lebih membantu. 

Gaya Belajar Auditori, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mengoptimalkannya - Alodokter

Untuk itu, memahami bagaimana gaya belajar auditori bekerja dan bagaimana cara mengoptimalkannya bisa memberi dampak besar pada hasil belajar, baik pada anak maupun orang dewasa.

Ciri-Ciri Gaya Belajar Auditori

Setiap orang tentu unik, tetapi pada gaya belajar auditori, ada beberapa ciri yang cukup sering ditemui, antara lain:

  • Lebih mudah memahami dan mengingat materi setelah mendengarkan penjelasan lisan.
  • Lebih nyaman mendengarkan penjelasan guru atau orang lain dibandingkan membaca catatan panjang.
  • Menyukai diskusi, tanya jawab, atau belajar bersama teman.
  • Mudah mengingat cerita, lagu, atau informasi yang pernah didengar.
  • Sering mengulang informasi dengan mengucapkannya keras-keras agar lebih melekat.
  • Cenderung kesulitan memahami materi visual atau tulisan jika tidak disertai penjelasan suara.

Perlu diingat, ciri-ciri ini bukan kelemahan, ya. Justru ini menandakan cara otak Anda bekerja dan memproses informasi dengan lebih optimal melalui pendengaran.

Cara Mengoptimalkan Gaya Belajar Auditori

Agar gaya belajar auditori bisa dimanfaatkan dengan maksimal, ada beberapa strategi sederhana yang bisa dicoba dalam kegiatan belajar sehari-hari:

1. Mendengarkan materi pembelajaran secara audio

Pada gaya belajar auditori, informasi lebih mudah dipahami saat didengar secara langsung. Anda bisa memanfaatkan rekaman pelajaran atau penjelasan suara dari guru. Podcast, audiobook, atau kelas daring berbasis audio juga bisa menjadi pilihan. Media ini memudahkan belajar kapan saja tanpa harus membaca lama.

Agar hasilnya lebih optimal, dengarkan materi di tempat yang tenang dan minim gangguan. Ulangi bagian yang terasa sulit sampai benar-benar dipahami. Jika perlu, dengarkan sambil mencatat poin penting secara singkat, ya.

2. Aktif berdiskusi dan bertanya

Gaya belajar auditori sangat terbantu melalui percakapan dua arah. Diskusi kelompok, tanya jawab di kelas, atau belajar bersama teman bisa memperkuat pemahaman. Saat mendengar sudut pandang orang lain, materi biasanya terasa lebih jelas.

Jangan ragu untuk menyampaikan pendapat atau bertanya bila ada yang belum dipahami. Mendengar penjelasan ulang dengan bahasa yang berbeda sering kali membantu. Selain itu, berbicara juga melatih daya ingat Anda terhadap materi tersebut.

3. Membaca dan mengulang materi dengan suara keras

Pada gaya belajar auditori, mengucapkan materi dengan suara keras dapat membantu proses mengingat. Cara ini membuat otak menerima informasi lewat pendengaran sekaligus. Banyak orang merasa materi lebih cepat melekat dengan teknik ini.

Supaya lebih efektif, Anda bisa merekam suara sendiri saat membaca catatan. Dengarkan kembali rekaman tersebut saat waktu senggang. Cara ini cocok dilakukan saat perjalanan atau sebelum tidur.

4. Menggunakan lagu atau irama untuk menghafal

Menghafal dengan bantuan lagu sangat cocok untuk gaya belajar auditori. Irama membantu otak mengingat urutan informasi dengan lebih alami. Metode ini sering efektif untuk rumus, daftar, atau materi berulang.

Anda bisa membuat nada sederhana atau mengikuti lagu yang sudah dikenal. Tidak perlu sempurna, yang penting mudah diingat. Belajar pun terasa lebih santai dan tidak membosankan.

5. Mengaitkan materi dengan cerita atau penjelasan lisan

Orang dengan gaya belajar auditori biasanya mudah mengingat cerita. Mengaitkan materi pelajaran dengan kisah atau contoh lisan bisa membantu pemahaman. Cara ini membuat informasi terasa lebih hidup dan mudah dibayangkan.

Anda bisa mencoba menjelaskan ulang materi seolah sedang bercerita. Ceritakan dengan bahasa sendiri agar lebih mengena. Teknik ini juga membantu memastikan Anda benar-benar memahami isinya.

Strategi gaya belajar auditori ini tidak hanya bermanfaat untuk belajar, tetapi juga membantu dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat mengingat instruksi, jadwal, atau informasi penting lainnya.

Perlu diketahui, memiliki gaya belajar auditori bukan berarti Anda hanya boleh belajar dengan satu cara saja. Menggabungkannya dengan metode visual atau praktik langsung tetap bisa dilakukan, supaya pemahaman makin utuh. Namun, dengan memprioritaskan cara belajar yang paling sesuai, proses belajar akan terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Jika Anda atau anak Anda merasa hasil belajar belum maksimal, tidak ada salahnya mencoba beberapa variasi metode sampai menemukan kombinasi yang paling pas. Setiap orang bisa berkembang dengan cara yang berbeda, dan mengenali gaya belajar auditori adalah langkah awal yang sangat baik.

Pada akhirnya, memahami gaya belajar auditori membantu Anda mengenali potensi diri dengan lebih baik. Bila kesulitan belajar berlangsung cukup lama atau mulai memengaruhi prestasi dan kepercayaan diri, sebaiknya diskusikan hal ini dengan dokter atau psikolog pendidikan, ya. Anda bisa melakukannya secara praktis melalui fitur chat di aplikasi ALODOKTER.