Giotrif adalah obat untuk mengobati non-small cell lung cancer (NSCLC) pada pasien yang memiliki perubahan tertentu pada gen EGFR. Obat ini bisa digunakan sebagai pengobatan pertama atau jika pengobatan sebelumnya tidak berhasil. Giotrif tersedia dalam bentuk tablet dan hanya bisa didapat dengan resep dokter.
Giotrif mengandung afatinib yang bekerja dengan cara menekan aktivitas protein EGFR dan protein ErbB lain yang mendorong pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Dengan cara ini, pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dapat diperlambat.

Produk Giotrif
Giotrif tersedia dalam 3 varian, yaitu:
- Giotrif 20 mg Tablet, yang tiap tabletnya mengandung 20 mg afatinib.
- Giotrif 30 mg Tablet, dengan kandungan 30 mg afatinib tiap tablet.
- Giotrif 40 mg Tablet, dengan kandungan 40 mg afatinib tiap tablet.
Apa Itu Giotrif
| Bahan aktif | Afatinib |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat antikanker golongan penghambat protein kinase |
| Manfaat | Menangani kanker paru jenis non-small cell lung cancer (NSCLC) stadium lanjut atau kanker paru-paru stadium 4 yang sudah menyebar ke organ lain. |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Giotrif untuk ibu hamil | Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. |
| Giotrif untuk ibu menyusui | Kandungan afatinib dalam Giotrif belum diketahui dapat masuk ke dalam ASI atau tidak. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini agar keamanan ibu dan bayi tetap terjaga. |
| Bentuk obat | Tablet salut selaput |
Peringatan sebelum Menggunakan Giotrif
Giotrif hanya bisa didapat dengan resep dokter, baik tertulis maupun e-resep dari konsultasi online. Sebelum mulai menggunakannya, ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui:
- Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi, terutama terhadap afatinib atau obat lain dengan golongan yang sama.
- Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki penyakit hati, ginjal, jantung, atau paru-paru, serta kanker paru selain non-small cell lung cancer (NSCLC).
- Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami mata kering atau keratitis. Jangan lupa informasikan juga penggunaan lensa kontak.
- Sampaikan ke dokter jika Anda pernah mengalami tukak lambung, ulkus duodenum, atau penyakit divertikular seperti divertikulosis dan divertikulitis.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan.
- Gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama pengobatan hingga 2 minggu setelah selesai, karena afatinib dapat membahayakan janin.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang menyusui. Jangan menyusui selama mengonsumsi afatinib sampai 2 minggu setelah selesai pengobatan.
- Konsultasikan dengan dokter semua obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda konsumsi agar dokter dapat mencegah interaksi yang tidak diinginkan.
- Informasikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan afatinib jika direncanakan untuk menjalani operasi, perawatan gigi, atau tindakan medis apa pun.
- Gunakan tabir surya dan pakaian tertutup saat berada di luar ruangan di siang hari karena Giotrif dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari.
- Segera hubungi dokter jika Anda mengalami tanda infeksi seperti demam, menggigil, atau luka yang sulit sembuh setelah menggunakan Giotrif.
Dosis dan Aturan Pakai Giotrif
Dokter akan menyesuaikan dosis dan lama pengobatan Giotrif berdasarkan kondisi kesehatan Anda. Secara umum, untuk pengobatan non-small cell lung cancer (NSCLC), dosis awal yang umum diberikan adalah 40 mg sekali sehari.
Dokter dapat menyesuaikan dosis menjadi 50 mg sekali sehari jika pasien merespons pengobatan dengan baik. Dokter dapat menghentikan pengobatan sementara atau permanen jika kondisi kesehatan memburuk atau muncul efek samping serius.
Cara Menggunakan Giotrif dengan Benar
Gunakan Giotrif sesuai anjuran dokter dan aturan pakai yang tertera pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter. Perhatikan langkah-langkah berikut agar Giotrif dapat bekerja secara optimal:
- Giotrif dapat dikonsumsi saat perut dalam keadaan kosong, idealnya 1 jam sebelum makan atau 3 jam setelah makan.
- Jika Anda sedang minum obat penghambat pompa proton (PPI) atau antasida, beri jarak 6–12 jam sebelum mengonsumsi Giotrif agar obat bekerja optimal.
- Telan tablet Giotrif secara utuh dengan bantuan segelas air putih.
- Jika Anda kesulitan menelan, masukkan tablet Giotrif ke dalam gelas berisi 100 ml air putih, lalu aduk sampai obat larut dan minum hingga habis. Tuang lagi air putih sebanyak 100 ml ke dalam gelas, kemudian minum. Hal ini untuk memastikan obat terminum semua.
- Konsumsilah Giotrif pada waktu yang sama setiap hari. Jika Anda lupa, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu dosis berikutnya sudah dekat, lewati dosis yang terlupa dan jangan menggandakan dosis.
- Lakukan kontrol rutin ke dokter selama pengobatan dengan Giotrif. Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan beberapa pemeriksaan, seperti tekanan darah, tes darah lengkap, tes fungsi ginjal dan hati. Tujuannya adalah untuk memastikan pengobatan berjalan dengan baik dan tidak terjadi efek samping.
- Jangan hentikan penggunaan Giotrif tanpa arahan dokter, meskipun gejala Anda sudah berkurang.
- Jangan menggunakan Giotrif yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
- Simpan Giotrif di tempat yang sejuk dan kering, pada suhu ruangan, terhindar dari paparan sinar matahari langsung serta di luar jangkauan anak-anak.
Menggunakan obat sesuai petunjuk dapat mengurangi risiko efek samping. Jika Anda masih ragu atau merasa ada keluhan setelah minum obat, segera konsultasikan dengan dokter.
Interaksi Giotrif dengan Obat Lain
Giotrif dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain. Berikut interaksi yang perlu diperhatikan:
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping seperti diare berat atau gangguan hati jika digunakan bersama obat lain yang dapat memengaruhi enzim hati, seperti rifampicin, carbamazepine atau phenytoin
- Penurunan efektivitas obat jika digunakan bersamaan dengan antasida atau obat golongan proton pump inhibitor (PPI).
Untuk menghindari efek yang tidak diinginkan, pastikan Anda memberi tahu dokter tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi sebelum menggunakan Giotrif.
Efek Samping dan Bahaya Giotrif
Giotrif dapat menyebabkan efek samping pada sebagian orang, seperti:
- Diare
- Ruam atau iritasi kulit
- Mulut kering atau sariawan
- Penurunan nafsu makan
Apabila efek samping atau keluhan terus berlanjut tanpa perbaikan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter, baik melalui fitur Chat Bersama Dokter maupun dengan membuat janji untuk pemeriksaan langsung.
Segera periksakan diri ke dokter dan hentikan penggunaan Giotrif bila muncul reaksi yang mengindikasikan efek samping serius, antara lain:
- Diare berat hingga dehidrasi yang ditandai dengan sering buang air encer, tubuh terasa lemas, mulut kering, dan urin sedikit atau berwarna gelap karena kekurangan cairan.
- Gangguan fungsi hati atau peningkatan enzim hati yang ditandai dengan kulit atau mata menguning, nyeri di perut kanan atas, mual, dan mudah lelah.
- Gangguan paru-paru yang ditandai dengan sesak napas, batuk yang semakin parah, dan terkadang ada bunyi mengi saat bernapas
- Reaksi alergi berat yang ditandai dengan munculnya ruam parah di kulit, bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau langit-langit mulut, serta sesak napas
- Gagal ginjal akut yang ditandai dengan penurunan jumlah urin drastis, pembengkakan kaki atau tangan, mual, dan tubuh terasa sangat lemah.