Apa yang biasa kamu lakukan setelah berhubungan seksual? Membersihkan diri di kamar mandi atau langsung tidur? Mungkin ada baiknya kamu mempertimbangkan yang pertama. Meski menyenangkan, tapi jangan lupa untuk tetap mengedepankan sisi kesehatan dalam berhubungan seksual.

Salah satu risiko infeksi setelah berhubungan seksual, yaitu infeksi saluran kencing (urinary tract Infection / UTI). Tapi tenang saja, ada hal-hal yang bisa dilakukan setelah berhubungan seksual untuk mengurangi risiko infeksi tersebut.

Hal-Hal yang Perlu Kamu Lakukan setelah Berhubungan Seksual - Alodokter

Hal yang Perlu Dilakukan setelah Seks

Bukan rahasia lagi jika berhubungan seksual juga memungkinkan terjadinya pertukaran bakteri. Nah, untuk mencegahnya, ada kebiasaan-kebiasaan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran bakteri saat berhubungan seksual, di antaranya:

  • Buang air kecil

Saat berhubungan seksual, bakteri dapat masuk ke dalam saluran kencing, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Buang air kecil setelah berhubungan seksual dapat membantu mengeluarkan bakteri ini dari saluran kencing.

  • Cuci tangan

Mencuci tangan setelah berhubungan seksual adalah cara terbaik untuk menghilangkan bakteri yang menempel di tangan saat kamu menyentuh kelamin pasangan.

  • Membasuh kemaluan

Untuk membersihkan area di sekitar kemaluan, gunakan air hangat dan sabun yang berbahan lembut. Khusus untuk para wanita, basuh kemaluan dari depan ke belakang ya, agar bakteri di anus tidak menyebar ke kemaluan. Sedangkan bagi pria yang tidak disunat, bersihkan kulup penis sebelum dan sesudah berhubungan seksual.

  • Tidak perlu menggunakan pembersih khusus kewanitaan

Bagian dalam vagina sebenarnya dapat bersih dengan sendirinya. Jadi, sebaiknya hindari penggunaan pembersih khusus vagina di luar anjuran dokter, karena justru dapat mengganggu keseimbangan bakteri yang melindungi vagina.

Selain itu, hindari juga produk kewanitaan yang banyak mengandung bahan kimia, seperti tisu basah, alat semprot pewangi vagina, ataupun sabun antibakteri, karena dapat menyebabkan iritasi kulit dan memicu keputihan.

  • Minum segelas air

Minum air putih akan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan mempercepat keinginan untuk buang air kecil lagi. Ini berarti lebih banyak bakteri yang keluar dari saluran kencing, sehingga risiko terjadinya infeksi akan lebih rendah.

  • Kenakan pakaian longgar

Pilih pakaian dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat. Hindari mengenakan celana pendek ketat yang membatasi sirkulasi udara. Area tubuh yang panas dan lembap akan menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.

Di samping itu, berhati-hatilah jika menggunakan alat kontrasepsi diafragma atau spermisida, karena organ intim akan lebih sulit untuk dibersihkan. Hal ini membuatmu lebih berisiko mengalami infeksi. Kamu dapat berkonsultasi ke dokter untuk mendiskusikan alternatif alat kontrasepsi lainnya.

Yuk, mulai perhatikan kebersihan diri setelah berhubungan seksual agar organ reproduksimu terhindar dari infeksi. Segera periksakan diri ke dokter jika kamu mengalami buang air kecil berdarah atau keluarnya cairan yang tidak normal dari kelamin setelah berhubungan seksual.