Mungkin Anda bingung kenapa hampir setiap kali tertidur Anda selalu terbangun dengan kondisi kaget atau tersentak. Anda mungkin menderita hypnic jerk. Pahami lebih lanjut mengenai hypnic jerk, agar tidur Anda tidak terganggu.

Hypnic jerk atau myoclonus adalah kondisi di mana tubuh mengalami kedutan atau kejang singkat dan tiba-tiba, saat seseorang sedang jatuh kedalam tidur. Selain itu, penderita hypnic jerk juga dapat mengalami gejala seperti mendengar suara letusan kecil atau seperti melihat kilatan cahaya, sentakan atau kejang yang terjadi cepat, tidak beraturan, dan meliputi seluruh atau bagian tubuh tertentu. Hypnic jerk yang cukup parah bisa menimbulkan gangguan berjalan, bicara, atau makan.

Hypnic Jerk Bisa Mengganggu Tidur Malam Anda - Alodokter

Kondisi ini bisa disebabkan oleh gangguan medis tertentu, namun bisa juga terjadi pada mereka yang memiliki tubuh yang sehat. Menurut sebuah akademi di Amerika yang khusus mendalami penyakit tidur, hypnic jerk biasanya terjadi karena Anda melakukan pekerjaan yang berat pada malam hari, stres, gelisah, dan mengonsumsi kafein.

Selain itu, mereka yang mengalami kondisi medis yang cukup berat juga bisa mengalami hypnic jerk. Misalnya mereka yang mengalami infeksi, gagal ginjal, gagal hati, keracunan, terjadi reaksi obat, gangguan metabolisme, kondisi inflamasi autoimun, cedera tulang belakang atau kepala, gangguan penyimpanan lemak, dan beberapa gangguan sistem saraf.

Ini Dia Cara Mengatasi Hypnic Jerk

Perlu Anda ingat bahwa hypnic jerk juga dapat terjadi pada seseorang yang sehat. Jadi, Anda tidak perlu terlalu khawatir jika Anda pernah mengalami ini. Sebisa mungkin, kurangi hal-hal yang bisa meningkatkan risiko mengalami hypnic jerk. Misalnya kurangi konsumsi kafein, atasi stres atau kegelisahaan Anda, dan usahakan untuk tidak melakukan pekerjaan berat pada malam hari.

Namun, jika kondisi ini semakin menganggu jam tidur Anda sehingga membuat Anda menjadi sangat lelah, cobalah untuk mengonsultasikannya ke dokter. Dokter biasanya akan memberikan beberapa jenis obat yang dapat mengurangi gejala hypnic jerk. Adapun obat-obatan yang mungkin diberikan adalah valproic acid (Depakene), levetiracetam (Keppra), primidone (mysoline), dan clonazepam (Klonopin).

Operasi bisa membantu kondisi hypnic jerk memengaruhi bagian telinga dan wajah, serta yang disebabkan oleh masalah pada saraf tulang belakang, tumor, atau luka pada otak. Terapi suntik botox dapat meredakan kontraksi otot pada gejala hypnic jerk yang hanya memengaruhi satu area tubuh.

Jangan biarkan hypnic jerk menganggu tidur Anda, sebisa mungkin hindari penyebabnya. Segera konsultasikan kepada dokter jika hypnic jerk semakin mengganggu tidur Anda. Apalagi jika kondisi yang Anda alami membuat Anda gelisah dan stres.