Saat hamil, badan yang mudah pegal dan lelah, kemungkinan membuat Ibu sering ingin memanjakan diri dengan makanan dan minuman manis. Tetapi hati-hati, Bu. Ternyata terlalu banyak konsumsi gula saat hamil bisa menimbulkan efek samping yang berisiko bagi kesehatan lho.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah diabetes gestational. Diabetes jenis ini hanya dialami oleh ibu hamil. Ibu kemungkinan baru pertama kali dan tidak memiliki riwayat diabetes sebelum hamil, atau Ibu mungkin sudah memiliki gejala ringan dari diabetes yang belum sempat didiagnosa sebelumnya.

Ibu Hamil, Ini Risiko Penyakit dari Makan dan Minum Manis Berlebihan - Alodokter

Risiko Diabetes Gestasional Menyebabkan Gangguan Kehamilan

Jika dikonsumsi dalam kadar yang tidak berlebihan, sebenarnya baik gula maupun pemanis buatan biasanya tidak membawa risiko pada ibu hamil. Tetapi, konsumsi pemanis ataupun makanan manis yang tidak terkontrol dapat berbahaya, terutama bila sebelumnya ibu hamil sudah memiliki riwayat diabetes mellitus ataupun resistensi insulin.

Insulin adalah hormon yang memproses makanan menjadi glukosa (gula) untuk energi. Pada masa kehamilan, cara tubuh Ibu mengelola insulin berubah. Sebagian ibu hamil, tidak memproduksi cukup insulin atau bahkan tidak cukup merespons insulin. Hal ini yang memicu terjadinya diabetes gestasional.

Ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional, dapat membuat bayinya lebih berisiko mengalami kondisi-kondisi berikut ini.

  • Kelebihan berat badan dalam kandungan

Bayi dalam kandungan berkembang terlalu besar. Kondisi yang disebut makrosomia ini diakibatkan kelebihan glukosa dalam pembuluh darah yang masuk ke plasenta. Bayi yang berukuran besar ini akhirnya akan membuat proses persalinannya lebih sulit sehingga mungkin dibutuhkan operasi Caesar.

  • Persalinan prematur dan sindrom gangguan pernapasan

Bayi dapat lahir lebih awal akibat tingginya kadar gula darah ibunya. Besarnya ukuran bayi juga dapat membuat dokter menyarankan persalinan lebih awal. Akibatnya, bayi lahir prematur ini mungkin akan mengalami sindrom gangguan pernapasan karena paru-parunya yang belum matang.

  • Hipoglikemia pada bayi setelah lahir

Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah rendah karena produksi insulin yang tinggi setelah lahir. Hipoglikemia yang parah dapat memicu kejang pada bayi.

  • Meningkatkan risiko diabetes tipe 2

Setelah lahir, bayi juga lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2 di kemudian hari.

  • Kematian bayi

Akibat paling parah jika diabetes gestasional tidak ditangani dengan tepat, bayi dapat meninggal sebelum atau sesaat setelah dilahirkan.

Diabetes gestasional yang tidak ditangani juga dapat membawa komplikasi saat kehamilan. Termasuk ibu hamil mengalami hipertensi dan preeklamsia, serta diabetes pada kehamilan selanjutnya dan diabetes tipe 2 di kemudian hari. Kabar baiknya, risiko ini dapat dikurangi dengan gaya hidup sehat.

Tips Membatasi Manisnya Gula untuk Ibu Hamil

Agar kadar gula dalam tubuh dapat lebih terkontrol, ibu hamil sebaiknya mengurangi atau membatasi beberapa jenis makanan, seperti gorengan, makanan cepat saji, kue-kue yang dipanggang (keik, donat, muffin), permen, minuman manis (soda, jus, minuman ringan), nasi putih, kentang, dan makanan yang tinggi lemak jenuh.

Selain itu, hati-hati pada pemanis buatan yang biasanya banyak ditemukan pada permen, minuman ringan, kue, es krim, dan banyak makanan kemasan. Contoh pemanis buatan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat hamil, yaitu:

  • Sakarin (Saccharin)

Penelitian menemukan bahwa sakarin ternyata dapat masuk ke dalam plasenta dan dapat tinggal dalam jaringan janin.

  • Siklamat (Cyclamate)

Ibu sebaiknya menghindari produk yang mengandung bahan ini karena tidak ada bukti yang cukup tentang keamanannya pada ibu hamil.

Pola makan ideal ibu hamil dalam satu piring termasuk 50% sayuran, 25% protein, dan 25% karbohidrat kompleks yang kaya serat, seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum utuh. Ibu hamil perlu mencukupi kebutuhan sayuran dan buah segar setiap hari. Beberapa makanan yang bisa jadi camilan antara lain telur, sayuran dan buah potong segar, sayuran rebus, ikan panggang, dada ayam tanpa kulit, oatmeal dengan buah beri, dan yoghurt tanpa pemanis.

Menerapkan pola makan sehat dan seimbang seperti di atas, akan sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan Ibu selama kehamilan, sekaligus membantu penanganan diabetes gestasional. Jangan lupa juga untuk rutin bergerak aktif dan istirahat yang cukup ya, Bu.