Imuran adalah obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh, mencegah penolakan organ setelah transplantasi, dan mengatasi penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter.

Imuran mengandung azathioprine, termasuk obat imunosupresan. Obat ini bekerja dengan cara membantu menenangkan sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerang jaringan sendiri atau organ transplantasi. 

imuran

Penggunaan Imuran bisa menurunkan daya tahan tubuh. Karena itu, obat ini harus selalu digunakan di bawah pengawasan dokter, dengan pemeriksaan rutin seperti tes darah untuk memantau kondisi tubuh dan mencegah komplikasi.

Apa Itu Imuran

Bahan aktif Azathioprine 50 mg
Golongan Obat resep
Kategori Imunosupresan 
Manfaat Mencegah terjadinya reaksi penolakan dari tubuh setelah transplantasi organ
Meredakan peradangan dan gejala penyakit autoimun
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Imuran untuk ibu hamil Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. 
Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
Imuran untuk ibu menyusui Kandungan azathioprine dalam Imuran dapat terserap ke dalam ASI dan umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui bila digunakan sesuai pengawasan dokter.
Namun beberapa bayi mungkin mengalami penurunan sel darah putih ringan tanpa gejala, sehingga dokter kadang menyarankan pemeriksaan rutin. Untuk meminimalkan paparan obat, disarankan menunggu sekitar 4 jam setelah minum obat sebelum menyusui.
Bentuk obat Tablet salut selaput

Peringatan sebelum Menggunakan Imuran

Sebelum mengonsumsi Imuran, ada beberapa hal penting yang harus Anda pahami. Mengetahui informasi ini akan membantu memastikan obat bekerja dengan efektif dan aman bagi tubuh Anda. Dengan pemahaman yang tepat, pengobatan bisa berjalan optimal dan risiko efek samping dapat diminimalkan:

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap azathioprine, mercaptopurine atau obat lain dalam golongan yang sama.
  • Konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit Informasikan jika Anda memiliki riwayat penyakit liver, penyakit ginjal, gangguan darah atau sumsum tulang, gangguan pembekuan darah atau kanker.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, mungkin hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
  • Gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama pengobatan karena Imuran dapat membahayakan janin
  • Informasikan kepada dokter jika Anda menggunakan obat lain termasuk suplemen dan herbal untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda menggunakan Imuran sebelum melakukan tindakan medis, termasuk operasi gigi. Beberapa prosedur bisa terpengaruh oleh obat ini.
  • Hindari kontak dengan orang yang menderita penyakit infeksi menular seperti flu, campak, atau cacar air. Obat ini dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga risiko tertular penyakit meningkat.
  • Gunakan tabir surya setiap hari dan hindari terlalu lama di bawah sinar matahari karena azathioprine dapat meningkatkan risiko kanker kulit.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi atau efek samping serius setelah minum Imuran.

Dosis dan Aturan Pakai Imuran

Dosis Imuran bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Dokter akan menyesuaikannya berdasarkan kondisi kesehatan Anda dan bagaimana tubuh merespons pengobatan. Berikut ini adalah rekomendasi dosis desloratadine yang terdapat dalam Imuran:

Tujuan: Mencegah reaksi penolakan organ setelah transplantasi ginjal
Dosisnya 3–5 mg/kgBB per hari, diberikan 1–3 hari sebelum transplantasi atau pada hari transplantasi. Dosis pemeliharaan 1–3 mg/kgBB per hari.

Tujuan: Mencegah terjadinya reaksi penolakan organ transplantasi
Dosisnya 1–5 mg/kgBB per hari, disesuaikan dengan respons pasien terhadap obat.

Tujuan: Menangani penyakit autoimun
Dosisnya 1–3 mg/kgBB per hari. Penggunaan obat perlu dihentikan jika tidak ada perbaikan kondisi setelah 3–6 bulan.

Tujuan: Mengatasi rheumatoid arthritis
Dosis awal 1 mg/kgBB per hari yang dibagi dalam 1–2 dosis, selama 6–8 minggu. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap, dengan dosis maksimal 2,5 mg/kgBB per hari.

Cara Menggunakan Imuran dengan Benar

Imuran hanya boleh dikonsumsi sesuai petunjuk dokter dan aturan yang tertera pada kemasan. Mengubah dosis tanpa izin dokter bisa membuat obat kurang efektif atau menimbulkan risiko bagi kesehatan. Agar manfaat Imuran terasa maksimal, simak panduan penggunaan berikut ini:

  • Minumlah tablet Imuran utuh dengan segelas air putih, jangan dikunyah, dibelah atau dihancurkan serta hindari mengonsumsinya bersamaan dengan susu atau produk olahan susu.
  • Konsumsilah Imuran pada jam yang sama setiap hari. Jika Anda lupa, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa.
  • Jangan memberikan obat ini kepada orang lain, walau gejalanya mirip dengan Anda.
  • Selama menjalani pengobatan dengan Imuran, selalu ikuti jadwal kontrol rutin yang diberikan dokter. Biasanya, dokter akan meminta tes darah secara berkala untuk memantau fungsi hati dan ginjal serta mendeteksi efek samping sejak dini.
  • Jangan gunakan Imuran jika sudah kedaluwarsa. 
  • Simpan Imuran di tempat sejuk, kering, terlindung dari sinar matahari, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Imuran dengan Obat Lain

Imuran bisa berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain atau sebaliknya. Mengenal interaksi ini penting agar pengobatan tetap aman dan efektif, serta meminimalkan risiko efek samping atau komplikasi. Interaksi obat yang mungkin akan terjadi adalah:

  • Penurunan efek antikoagulan dari warfarin sehingga meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah yang dapat menyumbat aliran darah
  • Peningkatan risiko terjadinya infeksi yang berat dan fatal jika digunakan dengan fingolimod, golimumab, atau adalimumab
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari azathioprine jika digunakan dengan allopurinol
  • Peningkatan efek penurunan aktivitas sumsum tulang dalam memproduksi sel darah jika digunakan dengan cimetidine atau indomethacin
  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan fungsi sumsum tulang, seperti anemia, gangguan perdarahan, atau infeksi, jika digunakan dengan ribavirin
  • Peningkatan risiko terjadinya infeksi akibat pemberian vaksin berisi virus atau bakteri hidup yang dilemahkan, seperti vaksin BCG atau vaksin influenza
  • Peningkatan risiko terjadinya kelainan darah jika digunakan dengan ACE inhibitor atau kotrimoksazol

Untuk menghindari efek interaksi yang tidak diinginkan, berkonsultasilah ke dokter jika hendak menggunakan Imuran bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Imuran

Penggunaan Imuran, berisiko menimbulkan efek samping, terutama bila penggunaannya menyalahi dosis. Efek samping yang muncul bisa berupa:

Konsultasikan diri Anda ke dokter bila keluhan dan efek samping di atas tidak kunjung mereda atau malah memburuk. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi di aplikasi Alodokter. 

Hentikan penggunaan Imuran dan segera ke dokter bila Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Reaksi alergi, misalnya ruam kulit, gatal, atau bengkak di wajah
  • Gangguan saluran cerna, misalnya mual, muntah, atau diare
  • Penurunan jumlah sel darah, seperti anemia atau mudah memar
  • Peningkatan risiko infeksi akibat daya tahan tubuh menurun
  • Gangguan fungsi hati, ditandai dengan kulit dan mata menguning