Manfaat Ventilasi bagi Kesehatan dan Risiko Polusi Udara di Rumah

Manfaat ventilasi yang baik tak hanya membuat rumah terasa lebih nyaman, tetapi juga membuat penghuninya lebih sehat. Rumah yang tidak memiliki saluran ventilasi dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pernapasan dan penyebaran penyakit yang diderita oleh penghuni rumah tersebut.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa kualitas udara yang buruk di dalam rumah diduga menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya penyebaran penyakit menular dan kematian di negara-negara berkembang. Anak-anak dan ibu rumah tangga adalah yang paling berisiko mengalaminya. Maka dari itu, ventilasi yang baik dapat menjadi salah satu solusi terhadap kondisi yang sering tidak disadari dan terabaikan ini.

ventilasi-alodokter

Mengenal Manfaat Ventilasi yang Baik bagi Kesehatan

Secara umum, ventilasi berfungsi mengalirkan udara dari luar ke dalam ruangan dan sebaliknya, sehingga terjadi pergantian udara yang sehat untuk dihirup. Seiring dengan keluarnya udara dari dalam, ventilasi juga menjadi saluran keluarnya polusi dari dalam rumah.

Sirkulasi udara ini bertujuan menciptakan ketersediaan udara bersih yang rendah polusi dengan maksud menjaga kelembapan dan suhu yang nyaman bagi penghuni di dalam bangunan. Ventilasi yang baik adalah faktor penting yang bisa berdampak, tidak hanya kepada produktivitas dan kegiatan penghuninya, tetapi juga bisa mengurangi penyebaran penyakit infeksi saluran pernapasan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membangun ventilasi:

  • Volume dan kualitas udara dari luar yang dapat masuk melalui ventilasi. Ventilasi yang baik tidak hanya dapat mengalirkan, tapi sebaiknya bisa menyaring udara juga.
  • Arah pergerakan udara, sebisa mungkin dari area yang bersih ke area yang kotor.
  • Udara dari luar harus dapat masuk ke tiap ruangan, menggantikan udara kotor dan polusi yang terjadi di dalam rumah.

Umumnya ada dua jenis ventilasi, yaitu ventilasi alami dan mekanik. Ventilasi alami biasanya memanfaatkan tiupan angin yang masuk melalui jendela, pintu, dan ventilasi-ventilasi di atas pintu atau jendela. Sementara ventilasi mekanik menggunakan kipas angin yang ditempatkan di dalam ruangan atau dipasang pada dinding untuk mengeluarkan dan memasukkan udara ke ruangan.

Berbagai Risiko Kesehatan Akibat Polusi Udara di Rumah

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa sumber polusi tidak hanya berasal dari luar, tapi juga bisa dari dalam rumah. Contoh polusi yang berasal dari dalam ruangan adalah asap rokok, bakteri dan jamur, karbon dioksida, karbon monoksida, aroma pembersih rumah, mesin printer, pestisida, dan polusi dari kendaraan bermotor yang diparkir di dalam rumah.

Berikut beberapa detail yang perlu dicermati untuk mengetahui peran penting ventilasi:

  • Kompor mengeluarkan salah satu gas paling berbahaya jika dihirup terus-menerus oleh manusia, yaitu nitrogen dioksida. Gas ini dapat mengakibatkan mengi, meskipun orang yang menghirupnya tidak menderita asma.
  • Saat membersihkan rumah, Anda justru dapat memperburuk kualitas udara dalam rumah jika pembersih yang digunakan mengandung zat yang berbahaya dan terhirup. Beberapa pembersih mengandung amonia, klorin, dan volatile organic compounds (VOCs) yang kemudian menguap ke udara sebagai gas. Bahan ini juga dapat terkandung dalam cat dinding.
  • Hewan peliharaan yang tinggal di dalam rumah, apalagi dalam kamar tidur, dapat berdampak kepada kualitas udara di dalam ruangan. Meski sangat Anda sayangi, kehadiran mereka bisa jadi membawa serta polutan udara, seperti tungau debu yang bisa menyebabkan alergi. Tungau debu ini dapat ditemukan pada benda-benda di rumah, seperti karpet dan bantal.
  • Penghuni yang merokok di dalam rumah berisiko mendatangkan bahaya, seperti asma, bronkitis, dan kanker paru, bagi para perokok pasif yang tinggal bersamanya. Asap yang terjebak di dalam rumah atau bangunan juga berisiko menyebabkan sakit tenggorokan dan sakit kepala. Residu racun dalam rokok dapat menempel pada beberapa benda di dalam rumah hingga waktu yang lama. Misalnya pada bantal, pakaian, atau karpet.
  • Kualitas udara yang buruk berisiko menyebabkan beragam gangguan kesehatan, seperti batuk, sakit tenggorokan, mata berair, atau sesak napas. Seorang penderita asma mungkin akan mengalami serangan asma. Dalam jangka panjang, kualitas udara buruk dapat menyebabkan penghuni rumah mengalami flu yang tidak kunjung sembuh, bronkitis, sakit kepala yang terus berulang, dan asma yang sering kambuh.
  • Rumah yang terlalu lembap menyebabkan pertumbuhan jamur, dan bahkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan rumah.
  • WHO menyatakan bahwa asap dari pembakaran di dalam rumah, misalnya tungku api untuk memasak, menyebabkan setidaknya empat juta orang meninggal setiap tahunnya. Pembakaran ini menghasilkan senyawa kimia berbahaya, seperti karbon monoksida, yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan, antara lain pneumonia dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Faktor Pendukung Ventilasi yang Baik

Untuk meminimalkan risiko-risiko buruk di atas, penempatan ventilasi perlu disertai dengan beberapa langkah berikut:

  • Jendela yang terbuka lebar untuk membebaskan udara masuk ke ruangan. Tapi jendela ini juga memungkinkan polusi dari luar masuk ke dalam rumah, seperti asap kendaraan bermotor, asap pabrik, dan debu dari jalan raya. Solusi yang lebih baik adalah jendela yang dilengkapi penyaring, seperti kasa yang dapat mengalirkan udara masuk, tapi bisa mencegah debu masuk ke dalam rumah.
  • Nyalakan AC untuk menjaga ruangan tidak lembap.
  • Untuk mengurangi risiko gas berbahaya, pilihlah bahan pembersih dan cat yang bertuliskan ’tidak mengandung VOC’. Jenis pembersih yang berbentuk semprot akan memicu pelepasan gas berbahaya ke udara. Oleh karenanya, lebih baik gunakan produk yang berbentuk cairan atau pasta.
  • Rumah yang terlalu lembap sering kali diakibatkan oleh aliran air yang tidak terkontrol. Tutup tempat-tempat lokasi air bocor, menetes, atau merembes, seperti gudang, loteng, atau garasi. Periksa dan segera perbaiki jika ada atap yang bocor. Sedapat mungkin keringkan baju di luar ruangan.
  • Untuk mencegah gas dari kompor terjebak di dalam dapur, nyalakan kipas angin atau pastikan untuk membuka jendela di sekitar dapur. Selain itu, servis dan bersihkan kompor Anda secara teratur untuk mengurangi risiko produksi gas berbahaya.
  • Tungau debu biasanya berkembang biak dalam ruangan yang lembap. Memperbanyak ventilasi dan menyalakan AC dapat menjaga agar ruangan tetap kering. Sebisa mungkin tidak perlu menutup lantai atau dinding dengan karpet karena berisiko menjadi tempat tungau debu hidup. Bersihkan debu pada perabot rumah secara teratur dengan vacum cleaner dan lap.
  • Langkah utama membebaskan rumah dari kepulan asap rokok adalah dengan membuat semua penghuni berhenti merokok. Namun jika tidak memungkinkan, Anda setidaknya dapat meminta perokok untuk merokok di luar rumah.
  • Sedapat mungkin, jaga agar ventilasi dapur dan kamar mandi langsung terhubung dengan udara luar. Dua ruangan ini adalah sumber utama tingginya kadar kelembapan udara dalam rumah.

Kesehatan memang bermula dari rumah. Periksa apakah tempat tinggal atau tempat Anda bekerja telah memenuhi standar kesehatan, termasuk standar ventilasi yang baik. Jika Anda sedang mencari tempat tinggal baru, pastikan memeriksa kelayakan saluran udaranya untuk lebih menjamin lingkungan hidup yang sehat bagi keluarga.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi