“Masih bayi kok sudah ditindik telinganya? Gak kasihan?” Pertanyaan itu sering muncul ketika menanggapi tindik telinga pada bayi. Meskipun sudah dianggap sebagai hal yang umum, tidak ada salahnya Anda memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan tindik telinga pada bayi.

Banyak orang tua yang melakukan tindik telinga pada bayi perempuan beberapa hari setelah ia dilahirkan. Menindik telinga bayi yang baru lahir mungkin dilakukan atas alasan budaya, sebagai pembeda antara anak laki-laki dan anak perempuan, atau mempercantik Si Kecil.

Ini Fakta Tentang Tindik Telinga pada Bayi - Alodokter

Manfaat Tindik Telinga saat Masih Bayi

Sebagian orang mungkin tidak tega menindik bayi, terutama yang baru lahir. Namun, ada juga manfaat tindik telinga pada bayi dilihat dari kacamata medis.

Telinga yang ditindik pada usia dini pasti akan mendapatkan perhatian atau perawatan yang lebih saksama. Orang tua tentu akan berusaha memastikan telinga bayinya tidak infeksi.

Selain itu, semakin muda usia anak, semakin sedikit pula kemungkinan munculnya jaringan parut atau keloid pada telinga yang ditindik. Menurut sebuah artikel dari Journal of Pediatrics, keloid atau bekas luka yang menebal, lebih sering muncul pada telinga anak yang ditindik ketika berusia lebih dari 11 tahun.

Jadi jika Anda atau keluarga pasangan memiliki riwayat keloid, para ahli menyarankan untuk tidak melakukan tindik, atau melakukan tindik pada anak saat masih bayi. Keloid bisa sulit untuk diobati, bahkan sering kali membutuhkan suntikan dan operasi untuk membuangnya.

Hal yang Wajib Diperhatikan

Jika ingin melakukan tindik telinga pada buah hati Anda yang baru lahir, disarankan untuk memperhatikan beberapa hal berikut ini:

Usia bayi

Ada berbagai pendapat mengenai tindik telinga bayi. Tidak seperti di Asia dan Amerika Latin, tindik bayi tidak menjadi budaya dan kebiasaan di Amerika.

Oleh karena itu, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar tindik telinga dilakukan saat anak sudah cukup tua untuk mengurus tindikannya sendiri. Pendapat lainnya menyarankan agar tindik telinga dilakukan saat bayi, namun perlu menunggu hingga usianya mencapai 3–4 bulan.

Berapa pun usia anak, tindik telinga pasti ada risikonya. Tapi, risiko dapat diminimalkan dengan melakukan tindik telinga secara hati-hati, serta melakukan perawatan dan pembersihan luka yang baik.

Dilakukan oleh profesional

Tindik telinga pada bayi tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Tindakan ini dianjurkan agar dilakukan oleh dokter. Dokter akan menggunakan alat tindik steril yang terbuat dari baja bedah hypoallergenic.

Jarum tindik

Untuk melakukan tindik telinga, dianjurkan untuk menggunakan jarum tindik yang terbuat dari emas, perak, platinum, titanium, atau stainless steel. Bahan-bahan tersebut dapat meminimalkan risiko terjadinya infeksi, ruam, dan alergi.

Hindari logam yang mengandung nikel dan kobalt, karena logam dengan campuran kedua bahan tersebut seringkali menimbulkan alergi.

Bentuk anting

Pilih anting yang berbentuk bulat, kecil, datar, dan tidak tajam. Penutup anting pun harus menutupi seluruh bagian belakang anting.

Selain itu, tidak dianjurkan untuk memakaikan anting yang menjuntai pada bayi, karena bayi bisa menarik anting hingga terlepas dan melukai dirinya sendiri, atau memasukkannya ke mulut dan tersedak.

Anting menjuntai atau anting berbentuk lingkaran (hoops earring) yang terlalu besar kemungkinan juga bisa tersangkut pada pakaian, perhiasan, dan rambut orang dewasa, atau bisa ditarik oleh anak lain.

Rasa sakit

Meskipun dilakukan hanya dalam hitungan detik, bayi pasti akan merasa sakit jika tindik telinga dilakukan tanpa anestesi (pembiusan). Oleh karena itu, Anda bisa menanyakan ke dokter apakah kulit telinga bayi bisa diberi anestesi sebelum tindik dilakukan.

Vaksinasi tetanus

Sebaiknya tunggu sampai Si Kecil menerima vaksin tetanus (DPT) sebelum menindik telinganya. Infeksi tetanus sebenarnya jarang terjadi dan risiko terkena tetanus dari tindik telinga sebenarnya kecil. Namun, tidak salahnya untuk melakukan pencegahan dari infeksi tetanus melalui vaksinasi.

Merawat Telinga Bayi yang Ditindik

Setelah telinga bayi ditindik, jangan melepas anting selama enam minggu atau hingga lukanya kering. Oleskan alkohol atau larutan pembersih yang direkomendasikan dokter di sekitar cuping telinga dua kali sehari, dan putar anting setidaknya sekali sehari.

Setiap anak selesai mandi, keringkan daerah sekitar tindik agar tidak lembap. Setelah enam minggu, tindikan biasanya akan mengering dan Anda bisa mengganti anting anak agar lubangnya tidak tertutup.

Jika setelah tindik telinga terdapat gejala infeksi, alergi, telinga berdarah, bernanah, dan meradang , atau jika telinga robek karena anting terlepas, segera periksakan ke dokter atau bawa ke rumah sakit terdekat .

Tindik telinga pada bayi memang tidak dilarang, namun jangan lupa untuk memperhatikan keamanan dan kebersihannya. Selain itu, tindik telinga bayi sebaiknya dilakukan oleh dokter atau bidan untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi atau komplikasi lain.