Anus berdarah bisa membuat penderitanya merasa takut. Kondisi ini biasanya baru disadari ketika melihat tinja yang mengandung darah, atau ketika terdapat bercak darah yang menempel di tisu, celana, dan kloset setelah buang air besar.

Darah yang muncul pada anus berdarah biasanya berwarna merah terang, namun terkadang juga bisa berwarna merah yang lebih gelap, tergantung penyebab yang mendasari.

Ini Penyebab Anus Berdarah dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Beragam Penyebab Anus Berdarah

Anus berdarah tidak selalu menandakan masalah yang serius dan seringkali masih bisa ditangani di rumah. Akan tetapi, bukan berarti kondisi ini dapat dianggap enteng. Oleh karena itu, pemeriksaan dokter penting dilakukan jika perdarahan dari anus terjadi secara terus menerus atau disertai gejala lain.

Secara umum, anus berdarah bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:

  • Wasir
    Wasir atau dikenal pula secara medis sebagai hemoroid, terjadi ketika pembuluh darah di sekitar anus atau rektum melebar. Selain anus berdarah, kondisi ini juga bisa ditandai dengan rasa nyeri, gatal, dan pembengkakan di sekitar anus.
  • Radang usus
    Radang usus merupakan penyakit jangka panjang yang umumnya ditandai dengan gejala berupa demam, diare, mudah lelah, nyeri atau kram di sekitar perut, berat badan menurun, atau nafsu makan berkurang.
  • Divertikulitis
    Divertikulitis merupakan peradangan yang terjadi di saluran pencernan, tepatnya pada divertikula, yakni kantung-kantung yang terbentuk di sepanjang saluran cerna, khususnya di usus besar. Divertikulitis umumnya dialami orang berusia 40 tahun ke atas dengan gejala nyeri perut, buang air besar disertai lendir, sembelit, diare, dan perut terasa kembung.
  • Abses anus
    Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri di sekitar anus karena infeksi yang terjadi di kelenjar-kelenjar kecil di dinding anus. Selain itu, penderita abses anus bisa mengalami sembelit, iritasi pada kulit di sekitar anus, hingga keluarnya nanah dari anus.
  • Fisura ani
    Fisura ani merupakan luka yang terdapat di jaringan kulit di sekitar anus. Kondisi ini bisa disebabkan oleh gesekan dengan tinja yang keras atau besar. Biasanya kondisi ini ditandai dengan rasa gatal, perih, atau keluar nanah dari anus.

Selain beberapa kondisi di atas, anus berdarah juga bisa disebabkan oleh kanker anus, kanker usus besar, polip usus besar, penyakit Crohn, diare, atau karena pengaruh terapi radiasi pada pengobatan penyakit tertentu.

Cara Mengatasi Anus Berdarah

Jika menemukan bercak darah di tisu setelah buang air, Anda dianjurkan untuk melakukan beberapa hal berikut:

  • Bersihkan anus dengan air bersih.
  • Hindari duduk di toilet terlalu lama.
  • Minum air putih minimal 8 gelas per hari.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang berserat.
  • Hindari mengedan terlalu keras saat buang air besar.
  • Bila perlu, kompres area anus dengan es batu untuk mengurangi rasa nyeri.
  • Hindari minuman beralkohol karena bisa memperparah kondisi yang dialami.

Jika masalah anus berdarah terus terjadi, dianjurkan untuk berkonsultasi pada dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan, sehingga dapat diberikan penanganan yang sesuai dengan penyebabnya.

Anda mungkin akan diberikan pengobatan dalam bentuk salep, obat supositoria yang dimasukkan ke dalam anus, obat minum, atau bahkan dianjurkan untuk menjalani operasi. Segera periksa ke dokter terutama jika anus berdarah disertai dengan pusing, sesak napas, mual, susah buang air kecil, pandangan kabur, atau wajah pucat. Makin cepat ditangani, risiko untuk terjadinya komplikasi akan makin kecil.