Kaki bengkak tapi tidak sakit sering kali membuat cemas, terutama jika tak kunjung hilang apalagi makin parah. Kondisi ini bisa timbul secara tiba-tiba ataupun perlahan, sehingga penting untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya dan kapan harus mencari bantuan medis.
Kaki bengkak tapi tidak sakit sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja, termasuk pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga lansia. Perubahan pada kaki, walaupun tanpa rasa nyeri, tetap perlu diperhatikan supaya Anda bisa mencegah terjadinya masalah kesehatan yang lebih serius.

Biasanya, kaki bengkak tapi tidak sakit disebabkan oleh hal-hal ringan. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini menjadi tanda awal dari gangguan kesehatan.
Ragam Penyebab Kaki Bengkak tapi Tidak Sakit
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan kaki bengkak tapi tidak sakit, di antaranya:
1. Retensi cairan akibat duduk atau berdiri terlalu lama
Salah satu penyebab paling umum dari kaki bengkak tapi tidak sakit adalah posisi tubuh yang tetap dalam waktu lama, baik saat duduk atau berdiri. Saat kaki jarang digerakkan, cairan tubuh akan berkumpul di bagian bawah kaki.
Biasanya, bengkak akan membaik jika Anda mengangkat kaki, berjalan, atau mengubah posisi kaki secara berkala. Kondisi ini sering dialami oleh pekerja kantoran, penjaga toko, atau orang yang melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan kendaraan.
2. Kehamilan
Kaki bengkak tapi tidak sakit juga sangat sering terjadi pada ibu hamil. Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan hormon yang membuat cairan dalam darah lebih mudah keluar ke jaringan.
Selain itu, rahim yang semakin membesar memberikan tekanan pada pembuluh darah di area panggul, sehingga aliran darah dari kaki ke jantung menjadi terhambat. Bengkak ini biasanya muncul di sore hari setelah beraktivitas, dan akan berkurang setelah istirahat.
3. Efek samping obat-obatan
Beberapa jenis obat dapat memicu kaki bengkak tapi tidak sakit, seperti obat penurun tekanan darah (antihipertensi), steroid, dan obat diabetes tertentu. Cara kerjanya antara lain dengan menahan cairan dalam tubuh atau menyebabkan perubahan keseimbangan garam yang membuat cairan lebih mudah tertahan di jaringan kaki.
Jika Anda baru mengonsumsi obat tertentu dan mengalami bengkak, konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan efek samping ini.
4. Varises
Varises adalah pelebaran pembuluh darah vena di kaki. Pada tahap ringan, varises bisa menyebabkan kaki bengkak tapi tidak sakit, terutama di bagian betis atau pergelangan kaki. Biasanya, bengkak tampak lebih jelas setelah Anda lama berdiri atau beraktivitas sepanjang hari.
Selain bengkak, kadang muncul garis pembuluh darah berwarna kebiruan pada permukaan kulit.
5. Gangguan fungsi ginjal
Ginjal berperan penting dalam mengatur kelebihan cairan dalam tubuh. Bila fungsinya menurun, meski baru tahap awal, cairan akan tertahan dan menyebabkan kaki bengkak tapi tidak sakit. Pada kebanyakan kasus, keluhan gangguan ginjal lain, seperti perubahan jumlah urine, belum terlalu terasa pada tahap ini.
6. Gagal Jantung
Kaki bengkak tanpa nyeri juga bisa menjadi tanda awal penyakit jantung, seperti gagal jantung. Ketika jantung mulai melemah, kemampuan memompa darah menurun dan cairan dapat menumpuk di tungkai bawah.
Pada tahap awal, bengkak cenderung ringan dan tidak terasa sakit, tapi jika tidak segera ditangani, gagal jantung bisa menyebabkan bengkak di kaki yang semakin parah. Selain itu, bisa juga muncul keluhan lain, misalnya mudah lelah, sesak napas, batuk yang susah sembuh, dan dada terasa berat saat berbaring.
7. Penyakit Hati
Gangguan pada hati, seperti sirosis, juga dapat menyebabkan kaki bengkak. Pada kasus ini, bengkak biasanya berhubungan dengan kadar albumin yang rendah dalam darah.
Albumin merupakan protein yang berfungsi untuk menjaga cairan tetap berada di pembuluh darah. Jika kadar albumin turun, cairan akan mudah keluar ke jaringan kaki dan menyebabkan bengkak, biasanya berupa edema yang menekan akan meninggalkan cekungan (pitting edema).
8. Cedera pada kaki
Terkadang, benturan ringan atau keseleo menyebabkan jaringan kaki sedikit bengkak tanpa menimbulkan rasa sakit. Terlebih, jika tidak terjadi luka terbuka atau kerusakan otot/tulang. Bengkak jenis ini biasanya hilang sendiri dalam beberapa hari.
9. Lymphedema
Lymphedema adalah gangguan sistem getah bening (sistem limfatik) yang menyebabkan penumpukan cairan getah bening. Kondisi ini bisa menyebabkan pembengkakan pada kaki, tangan, atau keduanya.
Pada tahap awal, lymphedema biasanya hanya menimbulkan pembengkakan tanpa nyeri di kaki atau tangan. Namun, pada tahap lanjut, bengkak bisa membesar dan menyebabkan rasa sakit.
10. Filariasis
Penyakit kaki gajah atau filariasis masih cukup banyak ditemukan di Indonesia. Infeksi ini disebabkan cacing yang menutup saluran getah bening, sehingga kaki membengkak. Pada awal infeksi, bengkak bisa terjadi tanpa rasa sakit, tetapi jika semakin parah dapat menimbulkan keluhan lainnya.
Selain beberapa penyebab di atas, kaki bengkak tapi tidak sakit juga bisa terjadi akibat perubahan hormon di masa tertentu, seperti menstruasi/menopause, atau mengalami obesitas. Anda juga bisa mengalami kondisi ini saat mengonsumsi makanan tinggi garam, sebab hidangan asin membuat tubuh menahan lebih banyak cairan.
Cara Mengatasi Kaki Bengkak tapi Tidak Sakit
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah jika mengalami kaki bengkak tapi tidak sakit, antara lain:
- Mengangkat kaki lebih tinggi saat beristirahat
- Mengurangi konsumsi garam harian, batasi maksimal 5 gram (1 sendok teh)
- Menghindari duduk atau berdiri terlalu lama tanpa bergerak
- Menggunakan alas kaki yang nyaman
- Memperbanyak aktivitas dan rutin olahraga, sekitar 20-30 menit per hari
- Membatasi asupan cairan, terutama bagi penderita gagal jantung
Merawat kesehatan kaki sangat penting. Jangan abaikan perubahan yang terjadi pada tubuh Anda, apalagi jika memiliki riwayat penyakit kronis atau keluhan lain yang menyertai.
Meski sebagian kasus kaki bengkak tapi tidak sakit bukanlah pertanda bahaya, Anda tetap harus waspada bila mengalami tanda-tanda berikut:
- Bengkak tidak kunjung membaik atau semakin parah dalam beberapa hari
- Disertai sesak napas, perut membesar, jumlah urine berkurang, atau mudah lelah
- Kulit kaki berubah warna, terasa sangat tegang, atau timbul luka
- Memiliki riwayat penyakit kronis, seperti penyakit ginjal atau hati, diabetes, maupun gagal jantung
Jika kaki bengkak tapi tidak sakit disertai tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Anda bisa memanfaatkan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran yang sesuai. Penanganan sedini mungkin bisa membantu mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.