Kejibeling adalah obat herbal yang dipercaya dapat membantu meluruhkan batu ginjal dan batu kandung kemih. Kejibeling mengandung daun kejibeling, daun kumis kucing, dan daun tempuyung.

Kejibeling tersedia dalam bentuk kapsul dan pil. Kombinasi dari berbagai bahan herbal di dalam Kejibeling dipercaya mampu meningkatkan jumlah urine yang keluar, mengurangi peradangan, dan membantu meluruhkan batu di ginjal dan kandung kemih.

alodokter

Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas bahan herbal yang terkandung di dalam produk ini.

Jenis dan Kandungan Kejibeling

Ada dua jenis produk Kejibeling yang tersedia di Indonesia, yaitu:

Pil Kejibeling

Di dalam Pil Kejibeling terkandung bahan-bahan herbal, seperti:

  • Daun kejibeling (Sericocalyx crispus folium) 180 mg
  • Daun tempuyung (Sonchus arvensis folium/field milk thistle) 22,5 mg
  • Daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus folium/Java Tea) 22,5 mg

Kapsul Kejibeling

Di dalam Pil Kejibeling terkandung bahan-bahan herbal, seperti:

  • Daun kejibeling 440 mg
  • Daun tempuyung 55 mg
  • Daun kumis kucing 55 mg

Apa Itu Kejibeling

Golongan Obat bebas
Kategori Obat herbal (jamu)
Manfaat Dipercaya membantu meluruhkan batu ginjal atau batu kandung kemih, serta melancarkan buang air kecil.
Digunakan oleh Dewasa
Kejibeling untuk Ibu Hamil dan Menyusui Kategori N: Belum diketahui efek dari Kejibeling terhadap ibu hamil dan menyusui.Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.
Bentuk obat Pil dan kapsul

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Kejibeling

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan Kejibeling:

  • Jangan menggunakan Kejibeling jika Anda alergi terhadap daun kejibeling, daun tempuyung, atau daun kumis kucing.
  • Kejibeling tidak boleh digunakan sembarangan dan hanya ditujukan untuk penderita batu ginjal atau batu kandung kemih yang sudah dipastikan melalui pemeriksaan dokter.
  • Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami sulit berkemih atau tidak bisa berkemih. Hindari mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal, sebelum diketahui penyebab yang mendasari kondisi tersebut.
  • Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum Anda mengonsumsi Kejibeling jika Anda menderita penyakit jantung.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Kejibeling jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan suplemen, produk herbal lain, atau suplemen tertentu.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Kejibeling jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Selama mengonsumsi Kejibeling, tetap lakukan kontrol berkala ke dokter sehingga kondisi dan respon terapi dapat terpantau. Produk herbal ini tidak disarankan untuk digunakan terus-
  • Lakukan pemeriksaan ke dokter jika gejala batu ginjal tidak membaik atau justru semakin memburuk.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis setelah mengonsumsi Kejibeling.

Dosis dan Aturan Pakai Kejibeling

Secara umum, berikut ini adalah dosis Kejibeling untuk membantu meluruhkan batu ginjal atau batu kandung kemih, serta membantu melancarkan buang air kecil pada orang dewasa:

  • Pil Kejibeling: 5 pil 3 kali sehari.
  • Kapsul Kejibeling: 2 kapsul 3 kali sehari.

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika keluhan tidak kunjung mereda atau justru semakin memburuk. Jika Anda ragu atau memiliki kondisi kesehatan khusus, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan dosis dan durasi penggunaan yang tepat.

Cara Mengonsumsi Kejibeling dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada pada label kemasan obat sebelum mengonsumsi Kejibeling. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. Usahakan untuk banyak minum air putih selama mengonsumsi Kejibeling, setidaknya 2,5 liter per hari.

Banyak yang berpikir bahwa mengonsumsi obat herbal selalu aman karena kandungannya alami, tetapi hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Produk herbal tidak melewati tahap pengujian seperti obat-obatan dari dokter. Oleh karena itu, efek samping dan interaksi obatnya juga belum diketahui secara pasti.

Selama pengobatan batu ginjal dan batu kandung kemih, hindari makan makanan tinggi gula, lemak, dan garam. Batasi juga konsumsi daging merah, jeroan, sarden, teri, kerang, kacang-kacangan, teh, cokelat, buah bit, ubi, dan bayam.

Simpan Kejibeling di tempat yang sejuk dan kering. Hindarkan produk ini dari paparan sinar matahari langsung dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Kejibeling dengan Obat Lain

Kandungan daun kumis kucing di dalam Kejibeling diduga dapat meningkatkan kadar lithium dalam darah. Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk membuktikan dugaan tersebut.

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat yang tidak diinginkan, pastikan Anda berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakan Kejibeling jika Anda sedang mengonsumsi obat atau suplemen apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Kejibeling

Kandungan kumis kucing di dalam Kejibeling diduga bisa memicu hipotensi. Penggunaan daun kumis kucing juga diduga dapat memperbesar risiko terjadinya peningkatan atau penurunan tekanan darah pada pasien yang sedang menjalani operasi.

Untuk mencegahnya, selalu beri tahu dokter tentang suplemen, obat, atau produk herbal yang sedang Anda gunakan sebelum menjalani operasi. Sebaiknya hentikan konsumsi obat yang mengandung kumis kucing sejak 2 minggu sebelum operasi.