Kenali Cara Menghilangkan Karang Gigi dengan Scaling

Salah satu cara menghilangkan karang gigi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi adalah dengan metode scaling. Sisa makanan yang menumpuk tidak hanya bisa menimbulkan karang gigi. Tapi juga bisa menimbulkan beragam masalah gigi yang akan menyiksa di kemudian hari.

Karang gigi adalah plak gigi yang menumpuk dalam waktu lama dan mengeras. Plak gigi sebenarnya masih dapat dibersihkan dengan menyikat gigi sehari dua kali. Namun, jika jarang menyikat gigi atau tidak menyikat gigi dengan bersih, hasilnya plak gigi akan mengeras dan menjadi karang gigi.

kenali cara menghilangkan karang gigi dengan scale - alodokter

Karang gigi terjadi karena gigi tidak dibersihkan dengan menyikat dan kumur-kumur. Bakteri dalam plak akan menghasilkan asam yang dapat merusak gigi, menyebabkan gigi berlubang, dan membuat racun yang mampu merusak gusi. Ketika plak di gigi bercampur dengan mineral dalam air liur, maka akan terbentuk endapan keras yang disebut karang gigi atau kalkulus.

Jika sudah terbentuk, perlu bantuan dokter gigi untuk menghilangkan karang gigi, salah satunya dengan teknik scaling. Dan jika diabaikan, akibatnya bisa parah. Tidak hanya menyebabkan peradangan pada jaringan gigi dan gusi saja, tetapi juga bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

Hilangkan Karang Gigi dengan Scaling

Untuk menghindari karang gigi menjadi semakin parah dan menimbulkan peradangan, proses pembersihan karang gigi dengan cara scaling perlu dilakukan. Scaling adalah cara membersihkan karang gigi yang ada pada bagian putih gigi, khususnya pada perbatasan dengan bagian gusi.

Sebelum proses ini dilakukan, lakukan konsultasi dengan dokter gigi Anda. Seseorang dengan kondisi tertentu mungkin memiliki risiko tinggi untuk mengalami infeksi parah. Beberapa kondisi yang membutuhkan antibiotik sebelum dan sesudah proses scaling adalah pasien yang pernah menjalani operasi katup jantung, penggantian sendi, atau memiliki kekebalan tubuh yang lemah.

Ketika proses pembersihan mulai dilakukan, dokter akan memberikan obat bius lokal untuk menghilangkan rasa sakit selama proses pembersihan karang gigi, dan mungkin juga antibiotik jika Anda memiliki kondisi tertentu. Alat yang digunakan untuk melakukan scaling ini pun beragam. Sebagian dokter menggunakan alat pengikis standar dan sebagian lainnya menggunakan alat ultrasonik untuk menghilangkan karang gigi.

Secara umum, kedua metode scaling gigi ini memiliki efektivitas yang sama dalam membersihkan karang gigi. Namun metode scaling konvensional dengan cara manual dikatakan dapat membersihkan karang dan plak gigi dengan lebih rapi, dibandingkan dengan alat ultrasonik. Oleh karena itu, bicarakan dahulu metode apa yang akan digunakan dokter gigi Anda, agar Anda mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk meningkatkan kebersihan gigi, Anda mungkin juga akan memerlukan proses polish (poles gigi). Polish dilakukan dengan tujuan menghapus noda atau tanda yang dihasilkan oleh karang gigi. Proses scaling dan polish gigi mungkin perlu dilakukan lebih dari satu kali, jika plak dan karang gigi sudah menumpuk.

Perawatan Pasca Scaling Gigi

Setelah menjalani scaling gigi, beberapa orang mengeluhkan nyeri pada gigi, serta gusi terasa bengkak dan mudah berdarah selama satu hingga dua hari pasca prosedur scaling. Untuk mencegah risiko infeksi dan mengurangi nyeri, dokter gigi akan memberikan obat kumur atau obat minum.

Setelah menjalani prosedur scaling gigi, penting untuk tetap menjaga kebersihan gigi di rumah. Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk merawat gigi setelah scaling yaitu:

  • Rutin menyikat gigi dua kali sehari, dengan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi atau dental floss, dua kali dalam sehari.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, hindari mengonsumsi makanan yang terlalu manis.
  • Tidak merokok.
  • Kembali kontrol ke dokter gigi sesuai jadwal yang disarankan.

Scaling dapat dilakukan sebagai cara mencegah terjadinya infeksi gigi dan gusi. Dengan rutin melakukan scaling, plak gigi tidak akan menjadi karang gigi yang dapat memicu infeksi gusi (gingivitis), ataupun kondisi yang lebih parah lagi, seperti radang tulang yang menyangga gigi.

Mencegah tentu akan lebih baik daripada harus mengobati. Mulailah menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dengan rajin menggosok gigi dan berkumur. Dengan begitu, pembentukan karang gigi yang dapat menimbulkan masalah kesehatan gigi dan mulut dapat dicegah. Selain itu, Anda juga perlu rutin memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi