Sakit perut bagian bawah sering kali ditandai dengan kram atau bahkan rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum. Keluhan ini bisa disebabkan oleh masalah yang ringan, seperti menstruasi, hingga gangguan yang berat, seperti batu ginjal atau kanker.

Secara medis, sakit perut bagian bawah juga dapat dideskripsikan sebagai nyeri panggul. Rasa sakit ini bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita, walau sebenarnya lebih sering terjadi pada wanita.

Berbagai Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah - Alodokter

Meski umum terjadi dan terlihat ringan, sakit perut bagian bawah bukanlah kondisi yang dapat disepelekan, apalagi bila disertai dengan gejala tertentu.

Beragam Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah

Sakit perut bagian bawah bisa disebabkan oleh adanya infeksi di bagian tubuh tertentu, seperti tulang panggul, kandung kemih, atau usus besar. Ada beberapa kondisi yang dapat memicu munculnya sakit perut bagian bawah, di antaranya:

Penyebab Lain Sakit Perut Bagian Bawah

Selain beberapa kondisi di atas, sakit perut bagian bawah juga dapat disebabkan oleh infeksi pada organ reproduksi wanita, seperti vagina, ovarium, rahim, serviks, atau tuba falopi. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa wanita lebih berisiko mengalami sakit perut bagian bawah.

Beberapa kemungkinan penyebab sakit perut bagian bawah pada wanita adalah:

Menentukan Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah dan Penanganannya

Untuk mengetahui penyebab pasti rasa sakit yang muncul, Anda bisa memeriksakan diri ke dokter. Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait rasa sakit yang Anda rasakan, seperti:

  • Apakah sedang hamil?
  • Sudah berapa lama merasakan sakit pada bagian bawah perut?
  • Seperti apa rasa sakitnya?
  • Kapan rasa sakit biasanya muncul? Apakah pada pagi hari, malam hari, sesudah makan, atau saat menstruasi?
  • Apakah rasa sakit turut menyerang bagian tubuh lainnya, seperti bokong, selangkangan, pundak, atau punggung bawah?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Tes darah, urine, dan tinja
  • Pemeriksaan alat kelamin
  • Tes kehamilan
  • Foto Rontgen
  • USG
  • CT scan
  • Endoskopi
  • Kolonoskopi
  • Histeroskopi
  • Laparoskopi

Setelah hasil tes keluar, dokter akan memberikan pengobatan sesuai penyebab, tingkat keparahan, dan frekuensi sakit perut bagian bawah yang Anda derita.

Sakit perut bagian bawah yang bersifat ringan umumnya dapat ditangani sendiri di rumah dengan cara sederhana atau menggunakan obat-obatan. Namun, bila sakit perut bagian bawah yang dialami tergolong berat, penanganan secara medis pun diperlukan, misalnya melalui operasi.

Bila sakit perut bagian bawah yang Anda alami disertai nyeri yang sangat hebat, demam, mual, muntah, perut bengkak, perut terasa sakit saat disentuh, atau tinja berdarah, segera periksakan diri ke dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat.

Begitu pula halnya jika Anda merasakan sakit perut bagian bawah setelah mengalami kecelakaan, cedera, atau sakit di bagian dada.