Dalam kondisi normal, air ketuban berwarna bening atau sedikit kekuningan. Jika air ketuban keruh, maka hal ini bisa jadi menandakan adanya masalah dalam kehamilan yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Yuk, ketahui penyebab air ketuban keruh di artikel ini.

Saat berada di dalam kandungan, janin dilindungi oleh kantung yang berisi air ketuban.

Ketahui Penyebab Air Ketuban Keruh - Alodokter

Ada beberapa manfaat air ketuban bagi janin di dalam kandungan, yaitu:

  • Melindungi janin dari benturan luar, misalnya ketika Anda jatuh.
  • Membantu perkembangan organ, seperti sistem pencernaan dan pernapasan janin.
  • Memungkinkan janin bergerak, sehingga tulang dan ototnya berkembang dengan baik.
  • Melindungi janin dari infeksi.
  • Membantu menjaga suhu dalam rahim tetap hangat.
  • Mencegah tali pusat terjepit yang akan mengurangi pasokan oksigen ke janin.

Penyebab Air Ketuban Keruh

Air ketuban keruh merupakan salah satu tanda adanya masalah pada kehamilan. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan air ketuban menjadi keruh, di antaranya:

1. Chorioamnionitis

Chorioamnionitis adalah infeksi bakteri pada kantung dan air ketuban yang terjadi sebelum atau selama persalinan. Bakteri ini biasanya berasal dari vagina atau saluran kemih ibu.

Kondisi ini dapat menyebabkan kelahiran prematur atau sepsis pada ibu dan bayi.Selain menjadi penyebab air ketuban keruh dengan warna kehijauan atau kekuningan, infeksi ini juga mengakibatkan demam pada ibu hamil, rahim menjadi lunak, dan air ketuban berbau busuk.

Infeksi ketuban ini perlu diobati dengan pemberian antibiotik. Apabila infeksi ketuban ini menyebabkan gawat janin atau kondisi ibu memburuk, maka persalinan mungkin akan perlu dilakukan secepatnya.

2. Mekonium

Mekonium merupakan kotoran yang dikeluarkan janin setelah sistem pencernaannya berkembang sempurna. Air ketuban yang bercampur mekonium dapat berubah warna menjadi kemerahan, kehijauan, atau kecokelatan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa alasan, seperti kehamilan melebihi waktu atau bayi mengalami stres di dalam rahim.

Mekonium yang bercampur dengan air ketuban berisiko terhirup oleh bayi. Jika hal ini terjadi, mekonium dapat menghambat saluran pernapasan bayi dan mengurangi kadar oksigen di dalam tubuhnya.

Dalam kasus tertentu, kondisi ini bahkan bisa menyebabkan bayi mengalami gangguan pernapasan segera setelah lahir atau beberapa jam setelahnya.

3. Anemia hemolitik pada bayi

Air ketuban keruh dan kuning menunjukkan adanya bilirubin pada cairan ketuban. Bilirubin yang berlebihan pada air ketuban ini bisa jadi disebabkan oleh anemia hemolitik pada bayi.

Selain beberapa kondisi di atas, adanya darah ibu atau janin di dalam air ketuban juga bisa menyebabkan air ketuban keruh dan berwarna kemerahan. Sedangkan air ketuban yang berwarna gelap bisa menandakan janin meninggal dalam kandungan.

Untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin terjaga, rutinlah berkonsultasi ke dokter kandungan untuk menjalani pemeriksaan kehamilan. Dalam pemeriksaan tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan USG kehamilan.

Tujuan pemeriksaan kehamilan secara rutin adalah untuk meminimalkan dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama kehamilan, yang salah satunya ditandai oleh perubahan warna air ketuban menjadi keruh.