Kiat sukses menyapih anak perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar proses berhenti menyusu terasa lebih nyaman bagi ibu dan anak. Meski banyak ibu mulai menyapih setelah usia 2 tahun, kenyataannya dibutuhkan kesiapan dan pendekatan yang lembut agar anak bisa beradaptasi dengan baik.

WHO merekomendasikan pemberian ASI hingga anak berusia 2 tahun, setelah itu proses menyapih dapat mulai dilakukan secara bertahap. Di usia ini, anak membutuhkan asupan energi dan nutrisi yang lebih beragam untuk mendukung tumbuh kembangnya, sehingga makanan pendamping selain ASI menjadi semakin penting.

7 Kiat Sukses Menyapih Anak - Alodokter

Inilah alasan mengapa kiat sukses menyapih anak perlu dipahami sejak awal, agar Si Kecil bisa beralih ke pola makan seimbang tanpa merasa tertekan. Selain memenuhi kebutuhan gizinya, masa ini juga menjadi kesempatan baik untuk membentuk kebiasaan makan sehat hingga ia dewasa.

Sederet Tips untuk Menyapih Anak

Momen menyapih sering kali memicu perasaan campur aduk pada Bunda, mulai dari rasa tidak tega saat Si Kecil minta menyusu hingga kehilangan momen kedekatan yang selama ini terasa hangat dan menenangkan. Perasaan ini wajar, tetapi bila tidak dikelola dengan baik, dapat memengaruhi kelancaran proses menyapih.

Meski terdengar sederhana, kondisi emosional Bunda dan anak sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses ini. Agar prosesnya berjalan lebih lancar dan minim stres, berikut beberapa kiat sukses menyapih anak yang bisa Bunda terapkan:

1. Lakukan secara perlahan

Menghentikan menyusui secara tiba-tiba saat payudara masih aktif memproduksi ASI dapat menyebabkan penumpukan ASI, yang berisiko menimbulkan payudara bengkak dan nyeri. 

Oleh karena itu, menyapih secara bertahap menjadi langkah penting agar tubuh Bunda dan Si Kecil memiliki waktu untuk beradaptasi dengan perubahan ini.

2. Kurangi jadwal menyusu secara bertahap

Bunda bisa mulai mengurangi frekuensi menyusu secara perlahan. Misalnya, jika biasanya Si Kecil menyusu 5 kali sehari, kurangi menjadi 4 kali, lalu 3 kali, hingga akhirnya ia tidak lagi menyusu dalam sehari. 

Cara ini membantu anak menyesuaikan diri tanpa merasa kehilangan secara mendadak.

3. Ajarkan minum menggunakan gelas

Melatih Si Kecil minum menggunakan gelas dapat membantu mengurangi ketergantungannya pada menyusu langsung. Dengan terbiasa minum dari gelas, anak akan lebih mudah menerima asupan cairan atau susu tanpa harus menyusu, sehingga proses menyapih terasa lebih alami.

4. Komunikasikan dengan baik

Meski masih kecil, anak umumnya sudah mampu memahami penjelasan sederhana dari orang tuanya. Bunda dapat mulai membicarakan rencana menyapih secara bertahap, misalnya sejak usia 18–20 bulan bila target menyapih di usia 2 tahun. 

Berikan juga pujian yang membuatnya bangga, seperti, “Wah, sebentar lagi Adek mau berhenti menyusu, ya? Hebat!” Jangan salah, cara ini bisa sangat ampuh pada sebagian anak.

5. Alihkan perhatian anak

Ketika Si Kecil tiba-tiba minta menyusu, cobalah mengalihkan perhatiannya dengan bermain, membaca buku, atau memberikan camilan sehat. Beberapa anak mungkin akan rewel di awal, tetapi dengan kesabaran dan konsistensi, keinginan menyusu biasanya akan berkurang seiring waktu.

6. Libatkan suami

Proses menyapih akan terasa lebih ringan bila dilakukan bersama. Ayah dapat membantu menenangkan atau mengalihkan perhatian Si Kecil saat ia ingin menyusu, sehingga anak tidak selalu mengaitkan kenyamanan hanya dengan ASI. 

Kerja sama orang tua merupakan salah satu kiat sukses menyapih anak yang sering kali terlupakan.

7. Lakukan dengan konsisten

Kunci terakhir adalah konsistensi. Meski berat melihat Si Kecil menangis, Bunda perlu tetap sabar dan tegas. Konsistensi membantu anak memahami rutinitas baru dan merasa lebih aman dalam proses transisi ini.

Perlu diingat, kenyamanan Si Kecil adalah hal utama dalam menerapkan kiat sukses menyapih anak. Jika anak belum siap, menyusui lebih dari usia 2 tahun tetap diperbolehkan dan bahkan dapat memberikan manfaat tertentu. 

Selain itu, perhatikan juga kondisi emosional Bunda, karena proses menyapih yang penuh tekanan dapat memicu stres atau kelelahan emosional. 

Bila Bunda mengalami kesulitan menyapih meski telah mencoba berbagai cara, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi untuk mendapatkan panduan yang sesuai dengan kondisi Bunda dan Si Kecil.

Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.