Kidikol adalah obat untuk meringankan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk berdahak. Kidikol tersedia dalam bentuk sirop, serta merupakan obat bebas terbatas yang bisa didapatkan di apotek tanpa resep dokter.

Kidikol merupakan obat flu dan batuk yang mengandung 3 bahan aktif. Setiap 5 ml sirop Kidikol terdiri dari 120 mg paracetamol, 25 mg guaifenesin, dan 1 mg chlorpheniramine maleate.

Kidikol

Masing-masing kandungan dalam Kidikol memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda untuk meredakan berbagai keluhan flu dan batuk. Berikut ini penjelasannya:

  • Paracetamol, bekerja pada pusat pengatur suhu dan nyeri di otak sehingga dapat menurunkan demam serta meredakan sakit kepala saat flu
  • Chlorpheniramine, berperan dalam menghambat kerja histamin sehingga keluhan bersin-bersin dan hidung meler dapat berkurang
  • Guaifenesin, berfungsi untuk mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan saat batuk

Kombinasi ketiga bahan aktif tersebut membuat Kidikol efektif meredakan berbagai gejala flu, seperti batuk, pilek, dan bersin-bersin. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi gejala alergi atau common cold

Apa Itu Kidikol

Bahan aktif Paracetamol, guaifenesin, dan chlorpheniramine maleate
Golongan  Obat bebas terbatas
Kategori  Obat flu dan batuk kombinasi analgetik-antipiretik (paracetamol), antihistamin (chlorpheniramine), dan ekspektoran (guaifenesin)
Manfaat Mengurangi gejala flu yang disertai batuk
Digunakan oleh Anak-anak
Kidikol untuk ibu hamil dan menyusui Kidikol umumnya hanya digunakan untuk anak-anak
Bentuk obat Sirop

Peringatan sebelum Menggunakan Kidikol

Meski tergolong obat bebas terbatas, Kidikol tidak boleh digunakan sembarangan. Sebelum memberikan obat ini kepada anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Beri tahu dokter riwayat alergi yang anak Anda miliki. Obat ini tidak boleh digunakan jika anak Anda memiliki alergi terhadap paracetamol, guaifenesin, dan chlorpheniramine.
  • Sampaikan kepada dokter jika anak Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti penyakit liver, penyakit ginjal, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gagal jantung, epilepsi, glaukoma, asma, emfisema, bronkitis kronis,  sakit maag, tukak lambung, varises esofagus, obstruksi usus, riwayat kolostomi atau ileostomi.
  • Informasikan kepada dokter bahwa anak Anda sedang mengonsumsi Kidikol sebelum menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Beri tahu dokter mengenai penggunaan Kidikol jika anak Anda sedang menjalani pengobatan dengan obat tertentu, termasuk suplemen, dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi antarobat.
  • Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius pada anak Anda setelah diberikan Kidikol.

Dosis dan Aturan Pakai Kidikol

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Kidikol untuk mengatasi flu dan batuk pada anak-anak:

  • Anak-anak 2–6 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: 2 sendok takar (10 ml), 3 kali sehari.

Untuk anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun, dosis penggunaan harus berdasarkan resep dari dokter.

Cara Menggunakan Kidikol dengan Benar

Gunakanlah Kidikol sesuai aturan pakai yang terdapat pada kemasan atau berdasarkan anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Pastikan untuk mengikuti cara menggunakan Kidikol dengan benar di bawah ini agar mendapat hasil pengobatan maksimal:

  • Kidikol bisa diberikan kepada anak sebelum atau sesudah makan.
  • Kocoklah botol kemasan sebelum obat diberikan kepada anak. Gunakanlah alat takar yang disertakan dalam kemasan agar dosisnya tepat.
  • Jika lupa menggunakan Kidikol, berikanlah obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi obat berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis berikutnya. 
  • Hentikan penggunaan Kidikol jika keluhan flu dan batuk anak sudah membaik.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh anak dengan memberikan makanan bergizi, minum air sesering mungkin, dan memastikan anak untuk istirahat yang cukup. Dengan begitu, tubuh anak  dapat melawan virus secara lebih baik dan gejala flu pun dapat mereda lebih cepat. 
  • Simpan Kidikol di tempat yang kering dan sejuk. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Hubungi dokter jika gejala flu belum membaik sama sekali dalam waktu 3 hari menggunakan Kidikol. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung maupun melalui chat online.
  • Jangan mengonsumsi Kidikol yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Kidikol tidak boleh digunakan jika sudah lebih dari 14 hari setelah kemasan dibuka. 

Interaksi Kidikol dengan Obat Lain

Berdasarkan kandungannya, efek interaksi yang bisa terjadi jika Kidikol digunakan bersama dengan obat lain adalah:

  • Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan dengan cholestyramine
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping pada liver jika digunakan dengan isoniazid atau phenobarbital
  • Penurunan efektivitas lamotrigine dalam mencegah kejang
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping chloramphenicol atau busulfan
  • Peningkatan efek kantuk dan risiko terjadinya efek samping yang berbahaya jika digunakan dengan obat antinyeri golongan opioid, obat tidur, obat penenang, atau obat antipsikotik
  • Peningkatan kadar phenytoin di dalam darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya overdosis phenytoin

Agar aman, konsultasikan ke dokter jika akan menggunakan Kidikol bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Kidikol

Meski bermanfaat untuk mengobati gejala flu, penggunaan Kidikol bisa menimbulkan sejumlah efek samping. Beberapa efek samping ringan dan umum yang dapat terjadi pada anak adalah:

  • Kantuk
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Sembelit atau malah diare
  • Sakit perut
  • Mulut kering

Konsultasikan ke dokter melalui Chat Bersama Dokter jika anak Anda mengalami efek samping tersebut. Segera temui dokter jika timbul efek samping yang berat pada anak, seperti

  • Tidak bisa berkemih
  • Perubahan mental, seperti linglung
  • Gangguan irama jantung, yang ditandai dengan denyut jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan
  • Memar yang terus membesar atau perdarahan yang tidak kunjung berhenti

Carilah pertolongan medis ke IGD rumah sakit terdekat jika penggunaan Kidikol menimbulkan reaksi alergi obat. Gejala alergi obat antara lain biduran, bengkak di kelopak mata atau bibir, mengi, atau sesak napas.