Reply To: telinga berdarah setelah tertusuk cotton bud

Home komunitas Penyakit telinga berdarah setelah tertusuk cotton bud Reply To: telinga berdarah setelah tertusuk cotton bud

dr. Annes Waren dr. Annes Waren
Dokter

Dear Fitri,

Turut prihatin atas apa yang menimpa Kamu.

Dari keluhan yang Kamu ceritakan berupa telinga terasa sakit, keluar darah setelah tertusuk cotton bud, dapat merupakan pertanda dari beberapa keadaan berikut:

  • Gendang telinga yang pecah. Memang untuk memastikannya perlu pemeriksaan fisik oleh Dokter Spesialis THT, atau Dokter Umum yang memiliki otoskop (alat untuk memeriksa telinga), terkadang dibutuhkan rangkaian tes penunjang untuk menentukan sejauh mana kerusakan gendang telinga terjadi, misalnya tes menggunakan tympanometer
  • Otitis Eksterna, yaitu peradangan saluran telinga bagian luar (lubang telinga luar sampai gendang telinga) dengan gejala utama berupa bengkak, kemerahan, nyeri, dan seperti ada tekanan dari dalam telinga
  • Luka pada canalis auricularis eksterna, yaitu saluran pada telinga bagian luar
  • Dsbnya

Apabila perdarahan sampai saat ini masih terjadi, alangkah baiknya Ibu kembali ke Dokter Umum yang menangani Ibu, atau bila perlu Dokter Umum yang lain untuk mendapatkan second opinion (pendapat lain), sehingga dapat dilakukan penanganan awal untuk menghentikan perdarahan. Jika Dokter Umum tidak dapat menghentikan perdarahan, sebaiknya Ibu segera ke Dokter THT terdekat, meskipun berada di luar kota.

Hal yang dapat dilakukan sementara ini:

  • Jaga agar telinga tetap kering, jangan keramas terlebih dahulu
  • Jaga kebersihan telinga, jangan mencongkel telinga atau memasukkan benda lain ke telinga
  • Untuk meredakanya nyeri, dapat mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen, bacalah dengan teliti aturan pemakaian obat sebelum mengkonsumsinya
  • Apabila terdapat tanda infeksi, pada umumnya Dokter akan memberikan terapi berupa antibiotik
  • Hindari suasana bising
  • Hindari perjalanan udara (menggunakan pesawat) sementara waktu

Sekian semoga lekas membaik ya.

dr.Annes Waren