Reply To: Penyebab usus melintir pada bayi

Home komunitas Penyakit Penyebab usus melintir pada bayi Reply To: Penyebab usus melintir pada bayi

Tim Alodokter Tim Alodokter
Blocked

Halo Pramesti, terima kasih sudah bertanya di Alodokter,


 Kami akan mencoba menjelaskan beberapa pertanyaan Anda,


-        Usus melintir pada bayi, dalam bahasa medis dikenal dengan istilah malrotasi dan volvulus usus. Malrotasi merupakan kelainan kongenital, yaitu gagalnya suatu perputaran dan fiksasi normal organ dalam, terutama usus tengah, selama trimester pertama perkembangan janin dalam rahim . Malrotasi ini dapat disertai atau tanpa volvulus. Volvulus terjadi apabila usus tidak terfiksasi dengan benar pada dindingnya tetapi menggantung dalam jaringan pengikatnya yangmenyebabkan usus terpuntir dan menghentikan aliran darah ke bagian ini. Baik malrotasi maupun volvulus merupakan kasus kegawatdaruratan dibidang bedah yang memerlukan tindakan medis segera. Kejadiann kasus malrotasi usus terdapat pada 1 dari 500 kelahiran hidup dimana 60% terjadi pada 11 bulan kehidupan, 20% pada usia 1 bulan – 1 tahun dan sisanya muncul pada usia lebih dari 1 tahun


 -        Muntah cairan hijau pada bayi baru lahir biasanya merupakan gejala dari obstruksi usus. Cairan ini merupakan cairan getah empedu yang dihasilkan oleh hati dan disimpan dalam kandung empedu. Adanya penyumbatan akibat puntiran usus di bawah dari muara kandung empedu di usus halus (duodeum) menyebabkan cairan ini tidak bisa dikeluarkan melalui feses dan urin. Cairan tertampung dalam lumen usus dan mengakibatkan iritasi dan peregangan usus yang memicu terjadinya muntah.


 -        Kemungkinan sembuh/Prognosis dari pasien dengan malrotasi dan volvulus usus tergantung dari komplikasi/penyulit yang  menyertai serta cepatnya  penanganan. Komplikasi yang terjadi bisa akibat dari infeksi dan komplikasi pembedahan, komplikasi dari tindakan reseksi usus (short-bowel syndrome) atau pun dari keluhan saluran pencernaan yang menetap  (seperti nyeri perut, konstipasi, diare, muntah dan kesulitan makan). Angka kematian akibat penyakit ini antara 3-15%. Penundaan operasi akan meningkatkan angka kematian. Pada pasien dengan nekrosis/kematian jaringan saluran cerna, reseksi usus dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup.


 -        Kasus malrotasi dengan volvulus merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan medik pada bayi baru lahir yang memerlukan tindakan pembedahan sesegera mungkin. Berdasarkan penelitian, angka kematian bayi yang mengalami malrotasi adalah sekitar 30% pada tahun 1950-1960an namun dengan tindakan bedah yang cepat dan tepat menurun hingga 3-5%. Setelah operasi, biasanya masih dibutuhkan perawatan yang ketat untuk mencegah terjadinya komplikasi serta menjaga keseimbangan cairan dan nutrisi untuk Anak.


-        Pada pasien-pasien post operasi reseksi/pemotongan usus biasanya akan terjadi sindroma usus pendek (short bowel syndrome) yaitu sekumpulan gejala-gejala yang berhubungan dengan buruknya penyerapan gizi yang terjadi pada individu yang telah dieliminasi lebih dari setengah usus kecilnya. Pada pasien ini biasanya tidak bisa menyerap cukup air, vitamin dan nutrisi dari makanan sehingga rentan terhadap malnutrisi dan pertumbuhan yang lambat. Gejalanya biasanya adalah terjadinya diare yang dapat meyebabkan kekurangan gizi dan cairan pada Anak. Pasien sindroma usus pendek memerlukan dukungan terapi nutrisi yang berkesinambungan dalam jangka waktu panjang, pengobatan medis (kontrol rutin) dan operasi pemanjangan usus atau transplantasi usus apabila diindikasikan secara medis.


 Demikian yang dapat kami jelaskan, semoga bermanfaat. Kami juga menyarankan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan Dokter yang menangani Keponakan Anda untuk informasi yang lebih akurat dan sesuai dengan perkembangan kondisi medis Keponakan Anda.



Anda juga dapat membaca artikel berikut:


Malrotasi dan volvulus


Muntah pada bayi


Muntah bilier


Sindroma Usus pendek



Terima kasih


 

Tim Alodokter