Home › komunitas › Penyakit › Keputihan berbau amis apakah normal? › Reply To: Keputihan berbau amis apakah normal?
October 6, 2016 at 4:21 pm
Hai Shingo,
Keputihan merupakan suatu keadaan yang pada dasarnya wajar dialami semua wanita karena berfungsi untuk melindungi dan membersihkan vagina serta rahim dari sel-sel mati dan bakteri. Normalnya keputihan berwarna bening sedikit keputihan, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal.
Jika Anda mengalami keputihan yang berbeda dari penjelasan tersebut maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Contoh keputihan berbeda adalah adanya perubahan warna, perubahan kekentalan, bau yang menyengat dan rasa gatal atau nyeri pada vagina atau perut.
Keputihan yang tidak normal dapat disebabkan oleh:
- Infeksi jamur/kandidosis vaginalis : Keputihan berwarna putih seperti susu dan sangat gatal
- Akibat ketidakseimbangan bakteri normal di vagina/vaginosis bakteri : berwarna putih atau abu-abu disertai bau amis
- Infeksi parasit/trikomoniasis : berwarna kuning kehijauan atau berbuih dan sangat gatal
- Infeksi menular seksual : disertai nyeri BAK dan perdarahan, apabila berlangsung lama dapat menyebabkan nyeri panggul
Keputihan yang Anda alami kemungkinan disebabkan oleh keputihan yang tidak normal karena disertai dengan bau amis namun untuk memastikannya lakukanlah konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan agar dokter dapat memeriksa keadaan Anda secara langsung dan melakukan pemeriksaan penunjang yang diperlukan seperti pemeriksaan swab vagina, USG dan pemeriksaan lainnya jika diperlukan. Dengan begitu dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat.
Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi keputihan adalah:
- Menjaga kebersihan daerah kewanitaan menggunaaan air hangat
- Ganti celana dalam minimal 2x dalam satu hari atau segera mengganti celana dalam jika sudah lembab atau berkeringat
- Pilih celana dalam berbahan katun
- Hindari melakukan hubungan seksual yang tidak aman
- Hindari penggunaan sabun pembersih vagina yang mengandung bahan kimia
- Konsumsi air mineral minimal 2.5 liter dalam 1 hari
- Hindari menahan hasrat BAK
Anda dapat membaca artikel di bawah ini:
Semoga membantu
dr. Yosephine