Tanya Dokter

  • Mengatasi kecemburuan antara kakak dan adik

  •  mamin18
    Anggota

    selamat malam dok.. mau tanya, belakang ini anak saya laki2 yg berusia 3 tahun kalau marah misalnya minta Apel, setelah diambilkan dia bilang tidak mau dan meminta jeruk setelah diambilkan jeruk dia tidak mau dan malah meminta Apel lagi, seperti itu terus berulang2, kira2 kenapa ya dok? apakah karena faktor punya adik bayi usia 4 bulan? mohin solusinya ya dok, terimakasih..

    Hai Mamin yang baik, terimakasih atas pertanyaan Anda

    Gangguan psikologis bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Salah satu kendala yang muncul pada masa kanak-kanak adalah kecemburuan terhadap hadirnya adik. Untuk meminimalkan terjadinya hal ini, perlu dilakukan persiapan bagi Si Kakak. Berikut beberapa anjuran yang bisa diterapkan :

    • perkenalkan calon bayi yang ada di dalam perut Anda kepada Si Kakak, jelaskan bahwa dahulu Si Kakak juga pernah berada di dalam perut ibu kemudian lahir sebagai bayi, bila diperlukan Anda bisa menggunakan foto saat Si Kakak Kecil atau dengan buku-buku cerita yang mencakup mengenai hal ini
    • ajak Si Kakak menemani Anda saat melakukan pemeriksaan kehamilan
    • berikan peran bagi Si Kakak dalam mempersiapkan kehadiran adiknya, juga dalam perawatan bayi sehari-hari
    • jangan lupa untuk tetap memberikan kejutan/ hadiah kepada Si Kakak sekalipun adik sudah lahir
    • dekatkan Si Kakak dengan orang yang nantinya akan membantu mengurusnya saat Anda melahirkan dan menjalani masa pemulihan
    • tetap memberikan perhatian pada Si Kakak dan jangan lupa untuk selalu menyatakan bahwa Anda menyayanginya.

    Tanda kecemburuan dari Si Kakak terhadap hadirnya adik adalah ia mulai berperilaku yang tidak seperti biasanya, umumnya bertujuan mencari perhatian Anda, seperti susah makan, berperilaku nakal, tidak menuruti perkataan Anda, juga beberapa perilaku yang menunjukkan kemunduran kemampuan, seperti kembali ngompol, berbicara seperti bayi, minum dengan botol/dot, dan sebagainya. Tetaplah bersabar menghadapi kelakuan Si Kakak. Cobalah memberikan pengertian yang baik, Anda bisa mencoba mengambil contoh dari buku-buku cerita. Sekalipun secara kuantitas waktu Anda bersama Si Kakak berkurang, pastikan untuk tetap memberikan waktu bersama yang berkualitas. 

    Bila kondisi ini terus berlangsung, bahkan bila membahayakan Si Adik, maka ada baiknya Anda memeriksakan kondisi Si Kakak ke psikolog dan/atau dokter spesialis anak terdekat. Semoga informasi ini bermanfaat ya

    dr. Lili