Tanya Dokter

  • Penyebab dan solusi atasi air ketuban berkurang di usia kehamilan 37 minggu

  • dok saya mau tanya waktu hamil 34minggu kehamilan saya kurang air ketuban sehingga harus lah di infus , akhr nya saya infus n di di rawat di rs .lalu usg lg hamil 35 minggu dokter blg air ketubannya sudan normal lagi . nah skrg umur kehmilan saya 37minggu barusan saya usg lg kata dokter air ketuban saya kurang pdhl 3 minggu yg lalu kan saya sudah di infus dan dokter blg sudah normal lg ketuban saya . knp skrg air ketubannya kurang lagi ? lalu buat apa saya kmrn di infus klo msh kurang lagi ? apakah air ketuban itu sprti air urine bisa berkurang seperti itu , stiap kencing bisa berkurang terus air ketubannya? mohon jwbbnnya

    Halo Dessy, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Air ketuban merupakan cairan yang melingkupi bayi dalam kandungan yang memiliki banyak fungsi, antara lain melindungi bayi dari guncangan dan benturan, melindungi bayi dari infeksi, membantu menjaga suhu di dalam kandungan, membantu perkembangan sistem pernafasan dan pencernaan bayi, memberikan bayi ruang untuk bergerak sehingga tulang dan ototnya dapat berkembang dengan baik, melindungi tali pusat agar tidak tertekan dan mengganggu aliran darah dari ibu ke janin.

    Kondisi dimana air ketuban berkurang disebut dengan oligohidramnios. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah:

    1. Kebocoran pada selaput amnion yang menyebabkan cairan ketuban rembes
    2. Hipertensi dalam kehamilan (hipertensi kronis ataupun preeklamsia)
    3. Gangguan pada plasenta (misalnya abrubsi plasenta atau plasenta lepas sebelum waktunya)
    4. Gangguan pertumbuhan janin dan kelainan genetik pada janin
    5. Cacat lahir pada janin seperti gangguan pembentukan saluran kencing janin
    6. Kehamilan lewat bulan
    7. Penggunaan obat-obatan tertentu selama kehamilan

     

    Cairan ketuban tidak seperti cairan di dalam balon yang jumlahnya akan selalu sama. Di awal kehamilan, cairan ketuban diproduksi dari plasma ibu dan janin sendiri. Pada setengah kehamilan ke belakang, cairan ketuban sebagian besar diproduksi dari kencing bayi. Cairan ketuban ini akan ditelan dan dikeluarkan lagi oleh bayi melalui saluran kencingnya, lalu ditelan dan dikeluarkan lagi, dan begitu seterusnya. Jumlah cairan ketuban juga ditentukan oleh difusi cairan melalui plasenta sendiri. Oleh karena itu bila terdapat gangguan dalam sistem ini, cairan ketuban bisa berkurang jumlahnya. Demikian juga bila terdapat kebocoran pada selaput amnion. Cairan ketuban yang terus menerus keluar rembes dari kebocoran tersebut juga akan menyebabkan cairan berkurang jumlahnya.

    Dalam kasus anda, sebaiknya anda berdiskusi lebih lanjut dengan dokter kandungan anda. Kondisi oligohidramnios jelas membutuhkan terapi. Bila tidak diterapi dan cairan ketuban dibiarkan kurang terus menerus, pertumbuhan janin anda bisa terganggu.

    Berikut ini artikel terkait oligohidramnios yang dapat anda baca

     

    Sekian informasi dari saya, semoga cukup menjelaskan.

    dr. irna cecilia