Tanya Dokter

  • anak hilang ingatan pasca kejang

  •  Rachmat7
    Anggota

    Maaf Dok, anak sy umur 4,5 thn, sudah hampir 2 minggu dirawat di RS, dikarenakan mengalami kejang,pasca sakit campak, awalnya diketahui banyaknya makanan di paru2,setelah disedot,dinyatakan bersih,selama di UGD dan Ruang PICU dia kejang 5X dalam waktu 6 jam dan anak sy baru sadar setelah 5 hari di Ruang PICU, tapi sampai sekarang dia tidak ingat apa2 dan tidak dapat berbicara, sedangkan Hasil CTScan dinyakan bagus. Yg jadi pertanyaan sy, kenapa anak sy masih seperti ini,apakah yg diderita anak sy dan apa yg harus sy lakukan ?

    Hai Rachmat Ada kemungkinan tidak dapat berbicara dan juga hilangnya ingatan disebabkan oleh komplikasi dari kejang aakibat infeksi otak (encephalitis) setelah campak. Pada beberapa keadaan dapat terjadi kerusakan otak sehingga menyebabkan gejala sisa tergantung bagian otak mana yang terkena, bila bagian pusat area bicara dan memori, dapat menyebabkan hilangnya kemampuan bicara dan ingatan, bila terkena bagian motorik menyebabkan kelumpuhan, dsb. Terkadang melalui pemeriksaan CT scan tidak dapat terlihat, diperlukan pemeriksaan EEG (elektroensefalografi) untuk melihat keadaan gelombang otak dan juga MRI. Untuk lebih lanjut sebaiknya Anda memeriksakan ke dokter spesialis saraf untuk penanganan lebih lanjut, biasanya diperlukan penanganan berupa fisioterapi untuk mengembalikan fungsi yang berkurang secara bertahap. Semoga membantu ya. Terima kasih. dr.Yan william

    Rachmat7  Rachmat7
    Anggota

    Alhamdulillah, atas saran dari Dr. akhirnya anak sy sudah dapat boleh pulang kemarin, setelah sy pindah RS dan minta di EEG dan MRI dan ternyata benar otak anak sy bermasalah, yg menyebabkan ingatan dan bicaranya terganggu, dan setelah kurang lebih 13 hari anak sy di RS akhirnya kemarin diperbolehkan pulang, dengan kondisi anak sy ingatan dan bicaranya sudah mulai membaik. Tapi sekarang permasalahannya setelah pulang anak sy jadi makan terus sepertinya dia tidak mau berhenti makan sampai perutnya sakit kekenyangan, dan istirahatnya berantakan. Apa yg harus kami lakukan dengan keadaan anak kami seperti itu ya dok