Tanya Dokter

  • anak suka teriak dan membentak hingga susah di atur

  •  Dena Virginia
    Anggota

    selamat malam. assalamualaikum dokter. mohon pertolongannya. anak saya usia 3,5tahun. dia perempuan. secara fisik alhamdulillah nomal sehat ga ada kekurangan. namun sikapnya klo misalkan saya kasih tau dia teriak bilang "NO!!" sambil mukul sesuatu yg ada didekatnya. dgn ekspresi mata melotot. saya sperti gagal mendidik anak, sy merasa gagal jd org tua. sama mainan tidak sabaran, mudah bosenan. bnyak mainan yg uaak dan perabotan sy diumah yg rusak kn dia lempar. itu lagi2 penyebabnya karna saya larang atau kana saya kasih tau. contoh dia mandi terlalu lama dgn air kran mengguyur kepala, sy bilang "kaka udah ya mandinya, kepalanya nanti sakit diguyu trs" lgsg dia lempar gayung atau apalah sambil teriak "NO!!" sy suka jengkel dan emosi klo anak sikao udah kaya gitu. jd saya suka memukulnya.

    Halo Ibu Denna Virginia,

    Menjadi seorang ibu adalah anugerah tersendiri sekaligus fase yang penuh tantangan  ya bu. Tindakan yang ibu lakukan untuk berkonsultasi dengan kami adalah salah satu langkah yang tepat.

    Anak yang mudah mengekspresikan keinginannya dengan marah-marah, melempar barang atau mengamuk adalah ciri-ciri dari tantrum. Pada anak usia 1 sampai 4 tahun tantrum adalah hal yang wajar terjadi. Anak biasanya menunjukkan aksi tantrum karena ia sedang ingin mengekspresikan keinginannya namun ia belum pandai membahasakannya secara kompleks. Sehingga ia mencoba cara termudah yaitu dengan 'ngamuk' atau melempar benda. Di alam bawah sadar mereka, ini seperti sebuah eksperimen. Apabila dengan tindakan tersebut, orang tua mengabulkan permintaan mereka maka boleh jadi suatu saat anak akan menggunakan 'senjata' ngamuk untuk mendapatkan apa yang anak inginkan.

    Dalam mengatasi tantrum anak, ada beberapa cara yang perlu ibu perhaikan :

    1. tetap tenang. Sebagian besar orang tua akan terjebak pada emosi anak sehingga menghadapi anak yang sedang tantrum dengan ikut emosi bahkan sampai melukai anak secara fisik. Dengan tenang namun tetap tegas, katakan padanya bahwa ibu tidak suka dengan tindakan anak.
    2. beri ia pelukan. anak tantrum biasanya terjadi ketika ia merasa kurang diperhatikan oleh orang-orang disekitarnya, sehingga ia memilih ngamuk atau melempar barang untuk mencuri perhatian. oleh karena itu, saat anak mulai tantrum ibu perlu menujukkan dengan sepenuh hati bahwa ibu menyayanginya. hadir utuh untuk si kecil, tatap matanya dan peluk ia sembari mengatakan bahwa ibu sayang sama anak, namun ibu tidak suka jika anak berlaku demikian. tanyakan dengan tenang namun tetap tegas tentang apa yang anak inginkan. jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti mengapa ibu tidak mengijinkan atau mengabulkan permintaan anak.
    3. alihkan perhatiannya. anak ternyata mudah sekali teralihkan. contoh jika anak tantrum ketika sedang di tengah acara keluarga, ajak ia keluar dan megajak ia melihat lingkungan sekitar.
    4. kenali faktor pemicu anak tantrum. biasanya kelelahan dan lapar adalah faktor pencetus tantrum pada anak. oleh sebab itu hindari kelelahan berlebih dan atur jadwal makan anak. 
    5. perhaikan jangan sampai anak menyakiti diri sendiri atau orang lain. selain memberi efek menenangkan, pelukan juga dapat mencegah anak dari tindakan menyakiti dirinya sendiri maupun orang lain.

    demikian informasi dari kami. apabila ibu masih membutuhkan bantuan, ibu dapat berkonsultasi langsung dengan dokter ataupun psikolog ya bu. semoga bermanfaat,

    dr. Laras