Tanya Dokter

  • Kaitan antara impaksi gigi dengan demam dan dahak pada tenggorokan

  •  Sukriadi
    Anggota

    assalamualaikum N slamat pagi Dok mau nanya nih tenggorokan saya sering mengeluarkan dahak tpi sy tidak batuk,rasanya tdk enak di tenghorokan bila menelan.. Hasil pemeriksaan sblumnya : 1. Hasil tes sputum/dahak ( negatif ) 2. Hasil rongsen ( Normal ) 3. Cek darah rutin ( Batas normal semua ) Kmrin sy ke dr.gigi sy di diagnosa imfaksi katax harus di oprasi. Sy mau nanya ma dokter,apa ada dok hubungannya dahak di tenggorokan N rasa meriang dengan penyakit imfaksi gigi... Makasih dok Mohon jawabannya ?

    Sukriadi  dr. Adhi Pasha
    Dokter

    Halo Sukriadi,

    Impaksi gigi atau pertumbuhan gigi yang tidak normal sehingga menimbulkan masalah pada gigi, impaksi sering kali terjadi pada gigi bungsu atau geraham ketiga. Impaksi sendiri dapat menimbulkan beberapa masalah gigi seperti nyeri pada rahang, gusi bengkak dan kemerahan disekitar area gigi yang mengalami impaks, sulit membuka mulut, pembesaran kelenjar leher, sakit gigi saat menggigit, rasa meriang sampai demam.

    Komplikasi apabila impaksi tidak diatasi sendiri diantaranya menimbulkan abses atau penumpukan nanah pada gigi atau gusi, nyeri hebat, susunan gigi yang tidak beraturan, kerusakan saraf dan penyakit gigi lainnya. Penanganan impaksi adalah dengan pencabutan gigi yang mengalami impaksi, jika didapat penyulit proses pencabutan gigi dilakukan dengan prosedur operasi baik dengan anestesi lokal ataupun anestesi umum.

    Impaksi sendiri tidak berhubungan langsung pada dahak ditenggorokan produksi radang sendiri dapat disebabkan oleh banyak hal mulai dari infeksi saluran pernapasan, paparan alergen seperti debu, udara yang kering pada ruangan, makanan dan minuman tertentu, kebiasaan merokok, ataupun penyakit paru lainnya. Jika sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan dan didapatkan hasil normal maka perlu diperhatikan hal apa yang membuat Anda lebih banyak menghasilkan dahak, jika memiliki kebiasaan merokok maka perlu dihentikan. Upayakan mengonsumsi banyak air putih, hindari paparan alergen dan mengonsumsi obat untuk menghilangkan dahak. Jika tidak ada perbaikan maka perlu dilakukan pemeriksaan ulang pada dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

    Semoga bermanfaat,

    dr. Adhi P.