Tanya Dokter

  • Pengobatan laringomalasia untuk bayi 3 bulan

  •  RaN2000
    Anggota
    Good day dok... Anak saya umur 3bulan10hari dia diagnosa dokter mengalami laringomalasia type 2 pd umur 15hr,dsa saya tidak menyarankan pengobatan dan tdk d berikan obat karena katanya akan sembuh sendiri seiring pertumbuhan anak, yang saya khawatirkan keadaan anak saya mengalami sesak,ngorok setiap hari dan adanya retraksi di dada ank saya,itu membuatnya sulit tidur dan berat badan anak saya tdk naik krn kalau menyusu dgn saya suka terganggu dengan sesaknya, dan belum lama ini anak saya batuk dan saya beri mucopect drops 7,5mg dng dosis 3 tetes 2* sehari, dan alhamdulillah retraksi dan sesak ikut menghilang jg tp kl obatnya tdk d berikan anak saya kembali sesak dan retraksi, apakah bahaya penggunaan mucopect jangka panjang? Tolong beri solusi pengobatan laringomalasia? Oia dok bb anak saya usia 3 bln 20hr ini cuma 4,6kg dan bb lahir 3,8 kg Mohon jawabannya makasih

    Halo RaN2000,

    Laringomalasia adalah salah satu kelainan bawaan pada bayi baru lahir, dimana terdapat kelainan/terlambatnya pembentukan tulang rawan laring sehingga jaringan-jaringan di sekitarnya menjadi lemah dan menutup sebagian jalan napas. Seperti yang disampaikan oleh dokter yang menangani anak anda, benar bahwa kurang lebih 90% kasus laringomalasia akan mengalami resolusi/perbaikan saat anak menginjak usia sekitar 20-24 bulan. Meskipun terdapat obstruksi pada jalan napas yang menyebabkan anak tampak mengorok dan napas menjadi cepat/retraksi, pada sebagian besar kasus anak tetap dapat memenuhi kebutuhan oksigennya tanpa mengalami gangguan tumbuh kembang bermakna. Untuk anak usia kurang dari 6 bulan, target pertambahan berat badan yang diharapkan adalah sekitar 140-200 gram per minggu atau bila diplot ke dalam grafik pertambahan berat badan anak terhadap usia, garis menunjukkan adanya kenaikan. Setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda-beda sehingga tetap perlu dievaluasi per kasus. Salah satu cara yang bisa anda coba untuk menyiasati agar anak bisa memenuhi kebutuhan ASInya adalah memberi jeda saat anak mulai sesak lalu dilanjutkan kembali 10 menit kemudian sampai anak merasa puas. Posisikan anak tegak saat jeda agar bisa menyesuaikan kembali pernapasannya. Setelah kenyang, hindari langsung membaringkan anak agar tidak terjadi refluks ASI dan cairan lambung, baiknya tunggu sampai anak sendawa/mengeluarkan gumoh. 

    Apabila setelah melakukan usaha tersebut berat badan anak tetap belum naik, tidak ada salahnya anda berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut mengenai penyebabnya. Jika memang efek yang ditimbulkan oleh laringomalasia cukup berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak (sulit makan, tidak bertumbuh, kadar oksigen rata-rata kurang dari 90%, dsb), dokter bisa mempertimbangkan untuk melakukan operasi supraglottoplasty yaitu dengan memotong sebagian jaringan yang menutup jalan napas. Tanda-tanda yang perlu anda waspadai dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter adalah bila anak berhenti bernapas lebih dari 10 detik dan bibir membiru.

    Merek obat yang anda sebutkan mengandung obat ambroxol, yang indikasinya untuk mengencerkan dahak akibat produksi dahak berlebih atau gangguan transport dahak. Obat ini bukan obat bebas dan sebaiknya dikonsumsi setelah anak anda telah diperiksa langsung dan dianjurkan pemberiannya oleh dokter. Meskipun efek samping ambroxol tergolong minim dan jarang terjadi, penggunaan jangka panjang tetap beresiko menimbulkan reaksi gangguan pencernaan serta gangguan fungsi hati (terutama pada penderita penyakit hati). Jadi, harap tetap konsultasikan penggunaannya dengan dokter yang merawat.

    Anda dapat membaca artikel terkait: laringomalasia

    Semoga informasi ini bermanfaat.

    Salam, dr. Delvira