Tanya Dokter

  • Gejala penyakit lupus

  •  afina kh
    Anggota

    hallo dok.. usia saya sekarang 21 thn. Sejak duduk di bangku SMP, tiba2 di kepala saya muncul seperti ada ketombe lalu berobat ke dokter kulit setelah itu ketombenya hilang namun muncul kembali setiap kali saya merasa stress dan itu terjadi hingga sekarang. Kulit saya juga sangat sensitif terhadap sinar matahari, mudah gosong dan saya sering bolak balik ke dokter kulit untuk menyembuhkan bercak2 diwajah saya setelah saya berakktivitas di luar ruangan (outdoor). Lalu, sejak kecil hingga sekarang juga saya sering sekali sariawan bisa sampai 3 atau 5 sariawan sekali muncul dan sembuhnya lama bisa mencapai 1 bulan baru sariawannya hilang. Lalu ketika saya SMA, saya divonis memiliki maag kronis dan sempat diopname serta di endoskopi 2 tahun yang lalu, hasil dari endoskopinya banyak cairan empedu. Dan akhir2 ini saya selalu merasa kelelahan yang amat sangat padahal tidur saya bisa dikatakan lebih dari cukup untuk ukuran orang normal, hampir setiap ada waktu luang saya gunakan untuk tidur karena rasa lelah yang selalu saya rasakan setiap waktu badan terutama daerah sendi2 selalu terasa sakit dan ngilu bila saya merasakan lelah yang amat sangat. Akhirnya dokter spesialis penyakit dalam yang menangani saya waktu itu menyarankan agar saya menjalani tes ana. Hasilnya positif namun dalam batas minimal sehingga dokter tidak menyimpulkan bahwa saya terkena penyakit SLE karena kemungkinan saya hanya stress saja. Setalah menjalani tes ana tsb, saya mencari tahu tentang penyakit lupus dan ternyata gejala2 lupus itu sudah saya alami sejak lama.. menurut dokter, apakah yang saya alami ini termasuk gejala lupus yang perlu ditangani secara serius? terimakasih dok

    Halo Afina, Dari pemaparan Anda, sepertinya Anda sudah banyak mencari tahu mengenai penyakit lupus. Penyakit lupus adalah sebuah penyakit peradangan kronis yang dapat menyerang seluruh bagian tubuh dengan periode relaps dan remisi. Karena dapat menyerang jaringan dan organ manapun di tubuh menegakkan diagnosa menjadi hal yang sulit karena gejalanya tidak khas dan mirip penyakit lain. Diagnosa lupus meliputi temuan gejala klinik dan laboratorium. Kriteria gejala klinik yang banyak dipakai sekarang ini adalah kriteria dari American College of Rheumatology, yaitu:

    1. malar rash, timbul ruam kemerahan pada kulit muka di kedua area pipi, disebut juga buterfly rash karena bila dilihat dari depan bentuknya seperti kupu-kupu
    2. discoid rash, timbul ruam kemerahan berbentuk cakram/bulat (disc) di bagian tubuh lain, kadang tampak bersisik
    3. sensitif terhadap cahaya matahari, timbul kemerahan saat terpapar sinar matahari normal
    4. timbul sariawan
    5. timbul gejala seperti rematik di lebih dari dua sendi, kadang terasa bengkak dan lunak
    6. peradangan pada pleura (pleuritis) atau pada selaput jantung (pericarditis)
    7. kelainan ginjal, pada pemeriksaan protein urin terdapat angka yang meningkat
    8. kelainan saraf, misalnya kejang
    9. kelainan darah, biasanya ditandai dengan anemia hemolitik, sel darah putih yang menurun atau trombosit yang menurun
    10. kelainan imunologis, tes antibodi anti-DNA positif
    11. pemeriksaan antibodi anti nuklir (ANA) positif
    American College of Rheumatology menyatakan bahwa jika 4 dari 11 kriteria penyakit lupus muncul maka ada kemungkinan 85-95% seseorang terkena penyakit lupus. Dari pernyataan ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa penyakit ini memang sulit di-diagnosa. Dari pemaparan Anda, ada tiga gejala yang masuk kriteria, yaitu sensitif terhadap cahaya, timbul sariawan, dan gejala rematik dan kelelahan. Karena tes ANA masih dalam batas minimal dan kita tidak mengetahui hasil tes darah yang lain maka sepertinya kita belum bisa menyatakan ini sebagai penyakit lupus. Bila Anda ragu, sebaiknya cari pendapat kedua oleh dokter spesialis penyakit dalam yang berbeda, konfirmasi pemeriksaan tes anti nuklir antibodi (ANA) dengan juga melakukan pemeriksaan antibodi anti-DNA. Semoga membantu, terimakasih