Tanya Dokter

  • Apakah masih bisa hamil setelah dipaksa aborsi dan suami perokok?

  •  lazuardi
    Anggota

    Dear Dokter,

    ada beberapa yang ingin saya tanyakan :

    Saya pernah hamil dan diumur kehamilan bulan ke4  saya mengalami kekerasan, kandungan saya di aborsi secara paksa oleh mantan pasangan saya, dari dicekoki obat obatan, jamu dan yg paling sakit saya dibawa ke dukun aborsi,, saat itu saya dalam kondisi setengah sadar dan tidak mengetahui alat yg digunakan untuk aborsi itu apa,

    sekarang saya telah menikah selama 7 bulan, namun sampai dengan saat ini saya belum hamil juga.

    yang ingin saya tanyakan :

    1. dengan riwayat buruk yang pernah saya alami di tambah suami saya adalah perokok dan mempunyai riwayat pernah minum alkohol apakah ada kemungkinan hamil untuk saya ?

    2. jika harus di cek, biasanya untuk pengecekan kandungan apa saja yang di cek ?

    3. jika saya boleh tau, berapa kira2 biaya yang dikeluarkan untuk pengecekan kandungan dan kesuburan pria ?

    Mohon infonya Dok

    Lz.

    Hai 1. Selama rahim, indung telur masih berfungsi dengan baik, dan terjadi pembuahan rutin yang ditandai dengan menstruasi yang teratur setiap bulan maka masih terbuka kemungkinan untuk hamil kembali. Selain diperlukan kesehatan pada wanita, keberhasilan dalam kehamilan diperlukan juga kesehatan pada pria. Dengan mengkonsumsi alkohol serta merokok akan menurunkan kualitas dan jumlah sperma sehingga akan menurunkan kesuburan pada pria. 2. Untuk pemeriksaan kesuburan pada wanita dapat dilakukan pemeriksaan USG untuk melihat keadaan rahim dan indung telur, HSG (histerosalpingografi) untuk melihat saluran indung telur apakah adanya sumbatan atau tidak, serta pemeriksaan hormon. Sedangkan pada pria dapat dilakukan pemeriksaan analisa sperma dan pemeriksaan hormon. Informasi lengkap mengenai pemeriksaan kesuburan dapat Anda baca pada artikel berikut ini: Mandul atau tidak, pastikan dengan tes kesuburan. 3. Mengenai harga sangat bervariasi antara rumah sakit atau laboratorium. Semoga membantu ya. Terima kasih. dr.Yan william