Tanya Dokter

  • Mengatasi efek buruk gangguan ADHD pada anak usia 8 bulan

  •  Fahri_Ismail
    Anggota

    Dear Dokter,

    Anak saya lelaki usia saat ini 8 bln 2 minggu, anak saya sensitif dengan suara, kalau tidur terganggu hanya karena suara plastik kemasan yg diremas dgn tangan, usia 7 bulan sudah bisa merangkak sangat jauh dan sangat aktif (hyperactive), saat rambutnya panjang, sering tarik rambut dgn tangan kalau dia merasa kesal,  sekarang rambutnya kami botak, dan dia sering masukan jarinya ke tenggorokannya sampai dia merasa mual dan muntah, kalau malam sering teriak dan terkadang bicara sendiri dengan bahasa seuisanya. Ibu nya punya riwayat gangguan kejiwaan ( menurut saya, karena saya mengenal cukup lama).

    Bagaimana mengurangi dampak dari ADHD pada anak saya jika memang dia terwarisi dari ibunya.  Terima kasih Dokter.

    Halo Pak Fahri Ismail, 

    ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah ganggguan yang sering dikenal dengan istilah hiperaktif yang ditunjukkan dengan perilaku anak yang hampir tidak bisa diam disertai gangguan belajar. Namun tidak semua anak yang aktif menderita ADHD ya. Kondisi ini bersifat jangka panjang dan umumnya lebih sering dialami oleh anak lelaki. Belum ditemukan penyebab pasti dari kondisi ADHD, namun beberapa faktor berikut turut meningkatkan risiko terjadinya ADHD :

    • keturunan
    • kelahiran prematur
    • adanya kelainan pada sistem saraf pusat

    Untuk proses diagnosis, dibutuhkan pemeriksaan fisik dan psikologis secara langsung oleh dokter anak ataupun dokter kejiwaan. Di samping itu dibuthkan kerjasama antar orang tua, guru maupun pengasuh yang sering berinteraksi dengan anak guna pengumpulan informasi yang lebih komperhensif. Apabila diagnosis sudah ditegakkan maka terapi yang dapat dilakukan melalui obat-obatan, terapi perilaku dan pelatihan interaksi sosial.

    untuk itu anda sebaiknya tidak terburu-buru menduga bahwa anak anda mengalami ADHD. Namun untuk lebih pastinya anda dapat memeriksakan anda secara lengsung ke dokter anak maupun dokter kejiwaan. Semgoa bermanfaat,

    dr. Laras