Tanya Dokter

  • Penggunaan koyo cabe pada penderita asam urat

  •  Fahrul Arda
    Anggota

    Dok apakah penyakit sendi asam urat boleh di tempelkan koyo cabe

    Halo Farul, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Koyo cabe memang dapat digunakan untuk meredakan nyeri otot dan nyeri sendi. Nyeri sendi akibat asam urat atau yang disebut dengan gout biasanya menimbulkan gejala seperti bengkak, merah, dan nyeri pada area sendi tertentu, paling sering adalah sendi di pangkal jempol kaki. Koyo cabe dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri ini, namun koyo cabe sendiri tidak dapat menyembuhkan kondisi ini secara total.

    Gout terjadi karena penumpukan kristal asam urat di sendi. Gout merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada penderita hiperurisemia (asam urat di darah yang tinggi). Untuk mengatasi penyakit ini, seseorang perlu mengontrol kadar asam uratnya agar gout tidak berulang. 

    Pengobatan untuk gout dan hiperurisemia ada 2 jenisnya, pengobatan serangan akut gout (pemberian obat-obatan antiinflamasi non-steroid, kortikosteroid, serta kolkisin) dan pengobatan penurun kadar asam urat darah (pemberian obat-obatan seperti allopurinol, probenecid, lesinurad). Untuk mendapatkan obat-obatan ini, anda harus berkonsultasi secara langsung dengan dokter terlebih dahulu. Selain pemberian obat, anda juga akan disarankan untuk menjaga pola makan anda. Berikut ini adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari penderita gout dan hiperurisemia:

    1. alkohol
    2. jeroan atau organ dalam hewan
    3. daging merah (dalam jumlah sedikit masih diperbolehkan)
    4. makanan laut tertentu seperti ikan teri, sarden, kerang, tiram, makarel, tuna

    Beberapa makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi antara lain:

    1. susu rendah lemak
    2. karbohidrat kompleks seperti beras merah, beras coklat, gandum utuh
    3. kopi dalam jumlah secukupnya (tidak berlebihan)
    4. vitamin C

    Berikut ini artikel yang dapat anda baca seputar penyakit asam urat

     

    Sekian informasi dari saya, semoga cukup menjawab

    dr. irna cecilia