Tanya Dokter

  • penyebab dan mengatasi diare pada bayi

  •  thixiang
    Anggota
    Dok, saya mau tanya anak saya umur 4 bulan buang air besar sehari bisa sampai 5 atau 6 kali. Kotorannya berair dan kadang keluar hanya air dan ampasnya hanya sedikit. Saya sudah bawa ke dokter 3 hari yg lalu dan diresepkan obat sirup cair yg berwarna kuning dan puyer. Namun hingga hari ini masih juga pup sampai 5 kali dan berair hanya saja selama minum obat pup menjadi lbh kuning. Karena sebelumnya warnanya hijau. Apakah itu normal atau berbahaya dok? Mohon pencerahannya. Apakah ada kaitannya dengan anak saya yg selalu memasukkan tangan dan barang yg dipegangnya ke mulut?

    Hallo Ibu Thixiang

    Panangan diare pada anak tidak lah seperti orang dewasa, jika orang dewasa dapat diberikan berbagai obat yang dapat membuat pegerakan usus melambat sehingga diare dapat di atasi dengan segera pada anak-anak hal ini tidak bisa dilakukan karena malah berisiko menyebabkan usus berhenti bergerak hingga masalah kesehatan lainnya pada anak.

    Pada anak yang diare akan di berikan pengobatan yang fungsi untuk menguatkan usus dan diberikan juga asupan cairan, tentunya efek berhenti dari mencret tidak akan instant dan memerlukan beberapa hari sampai diarenya membaik. Pemberian obat seperti antibiotik ataupun anti diare sebenarnya bukan benar-benar pantang sama sekali, hanya saja karena efek samping yang mungkin timbul maka obat jenis ini sehingga dokter perlu mengkaji segala kondisi klinis anak dan mempertimbangkan manfaat dan risiko yang mungkin timbul apabila diberikan kepada pasien bayi/anak.

    BAB bayi yang bewarna kuning maupun hijau sebenarnya masih tergolong wajar (terkecuali masalah konsitentsinya yang cair), warna BAB bayi bergantung pada jenis asupan yang diberikan. Dimana pemberian ASI secara ekslusif cenderung akan menghasilkan BAB kuning, sedangkan warna hijau pada bayi dengan ASI ekslusif karena teknik menyusui yang kurang tepat sehingga hanya foremilk (ASI awal menyusi) sajalah yang diminum oleh bayi, sedangkan hindmilk (ASI setelah formilk) tidak dikonsumsi. Kemudian frekuensi BAB bayi pun berbeda-beda dari 3-5x dalam sehari, jadi jangan terlalu khawatir berlebihan asalkan bayi tidak disertai gejala seperti demam, rewel, menangis tapi tidak ada air mata yang keluar, bibir kering, mata cekung, kulit bayi tampak keriput, hingga frekuensi yang lebih dari 10x dalam sehari atau adanya darah / perubahan warna selain kuning-kehijauan. Jika ada tanda-tanda tersebut maka sebaiknya anak Anda dibawa ke dokter supaya bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Kebiasaan memasukan tangan dan barang kemulut tentu saja menjadi salah satu pencetus diare pada anak, karena bagaimanapun tangan dan barang yang dimasukan akan membawa kuman-kuman masuk kemulut meskipun tidak sampai menelannya, kuman-kuman yang masuk inilah akhirnya yang menyebabkan diare.

    Maka itu ketika berasama anak, segera menganmbil barang-barang yang dimasukan ke mulut oleh anak Anda, dan usahakan agar tempat tidurnya jauh dari benda-benda yang bisa di masukan kemulut karena selain bahaya kemasukan kuman juga bisa menyebabkan tersedak oleh benda tersebut.

    Artikel mengenai Menangani Diare Pada Bayi diharapkan juga dibaca oleh Anda

    Semoga bermanfaat

    dr. Arnold