Tanya Dokter

  • Keluarnya bercak berwarna merah kekuningan dari vagina setelah berhubungan intim

  • Selamat siang dok. Saya mau tanya, ini baru saja terjadi saya berhubungan dengan suami. Namun baru saja mulai ada terdapat bercak wrna merah kekuningan. Namun setelah di teruskan cairan itu masih ada. Memang beberapa bulan ini saya mengalami keputihan abnormal tapi tidak berbau. Disertai pula rasa gatal yg menggangu. Dan vagina saya seperti tis Dak bisa disentuh. Disentuh sedikit lgsg luka dan berdarah. Saat ini setelah hb saya merasakan sedikit rasa panas di dlam vagina saya. Apakah ini ciri kanker serviks Mohon penjelasannya dok

    Hai April,

    terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Keluarnya bercak berwarna merah kekuningan dari kemaluan saat berhubungan seksual yang terasa panas, gatal, mudah berdarah, disertai riwayat keputihan abnormal biasanya menandakan peradangan pada organ reproduksi Anda. Peradangan ini pemicunya ada banyak, salah satunya bisa juga berkaitan dengan keganasan, yakni kanker serviks.

    Kanker serviks sendiri merupakan keganasan yang terjadi di leher rahim disebabkan oleh mutasi genetik akibat infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus), khususnya tipe 16 dan 18. Kanker serviks, pada stadium awal kerap kali tidak menunjukkan gejala yang khas. Namun, seiring dengan perkembangan penyakitnya, bisa muncul beberapa keluhan, seperti:

    • Perdarahan vagina abnormal (menstruasi memanjang, menstruasi di luar siklus, perdarahan usai berhubungan, perdarahan usai menopause)
    • Keputihan yang banyak, berbau tidak sedap, mengandung darah
    • Nyeri saat berhubungan seksual
    • Buang air kecil tidak normal, yakni tidak lancar atau ada darah di urin
    • Berat badan menurun drastis
    • Nyeri-nyeri tulang
    • Penurunan selera makan
    • Nyeri perut bawah dan panggul, dan sebagainya

    Namun, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi, apakah benar serangkaian keluhan yang Anda alami merupakan gejala kanker serviks, ataukah ada penyebab lain, misalnya infeksi organ reproduksi, mioma, polip rahim, radang panggul, penyakit menular seksual, kanker vulva, vulvovaginitis, iritasi, fistula vagina, endometriosis, dan sebagainya. Adapun pemeriksaan yang umum dilakukan bisa melalui tes IVA, pap smear, USG, HSG, atau juga pengambilan sampel cairan dari serviks untuk diperiksa secara mikroskopik di laboratorium. Maka dari itu, jangan ragu untuk memeriksakan diri langsung ke dokter spesialis kandungan ya..

    Sementara ini, Anda sebaiknya lakukan dulu beberapa langkah berikut:

    • Jaga agar organ intim senantiasa bersih
    • Saat masih terjadi perdarahan aktif dari vagina, kurangi dulu frekuensi hubungan seksual
    • Hindari menggaruk-garuk berlebihan vagina bila gatal
    • Hindari stres
    • Makan lebih banyak antioksidan (sayur, buah, air putih, minyak ikan)
    • Jauhi seks berisiko
    • Gunakan pakaian dalam yang bersih dan berbahan nyaman (bukan linen)

    Semoga membantu.

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah