Tanya Dokter

  • Apakah fibrosarkoma termasuk kanker kulit?

  •  Tytyn
    Anggota

    Apakah fibrosarkoma termasuk kanker kulit

     

    Halo Tytyn. Terimakasih telah bertanya pada alodokter.com. Saya dr. Putri Claudya akan membantu menjawab pertanyaan anda.

    Fibrosarkoma adalah keganasan (kanker) yang berasal dari fibroblast. Fibroblast ini sendiri merupakan penyusun dari tulang serta jaringan lunak tubuh seperti kulit dalam (dermis), tendon (bagian ujung-ujung otot), ligamen, otot, lemak, saraf, pembuluh darah, pembuluh limfa. Untuk itu, fibrosarkoma dapat terjadi pada bagian-bagian yang disebutkan di atas, termasuk kulit. 

     

    Mekanisme terbentuknya fibrosarkoma adalah mutasi genetik pada sel-sel fibroblas tersebut yang mengakibatkan pertumbuhan tidak terkendali sehingga terjadilah apa yang disebut kanker/keganasan. Penyebab pasti dari mutasi genetik ini sendiri tidak diketahui, namun beberapa sumber mengatakan bahwa mutasi ini dapat dipicu oleh radiasi (seperti paparan x-ray, atau sinar uv), paparan zat-zat tertentu (thorium dioxide, vinyl chloride, arsen)

    Gejala penyakit ini awalnya berupa nyeri pada daerah yang terlibat. Lama kelamaan akan muncul benjolan pada daerah tersebut yang membesar dengan cepat. Dapat pula disertai dengan gejala kanker lainnya seperti berat badan turun. 

    Apabila terdapat gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter bedah. Pada kasus keganasan, diagnosis yang lebih awal akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan harapan hidup pasien. Dokter akan menanyakan perjalanan penyakit, lalu akan melakukan pemeriksaan fisik pada area yang terkait. Dokter juga kemungkinan akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa biopsi untuk memastikan diagnosis kanker tersebut dan menentukan stadium. Dapat juga dilakukan pemeriksaan seperti MRI, PET scan, bone scan, untuk melihat ukuran dan persebaran tumor. Bila sudah pasti, dokter akan memberikan terapi sesuai dengan kondisi. Terapi pada fibrosarkoma dapat meliputi pembedahan, kemoterapi, radioterapi.

    Tidak ada pencegahan yang pasti untuk kasus ini, mengingat penyebab pasti tidak diketahui. Namun, ada baiknya mengurangi paparan faktor risiko yang sudah disebutkan di atas yang diharapkan dapat menurunkan kemungkinan terjadinya penyakit ini. 

    Sekian penjelasan dari saya. Semoga membantu dan bermanfaat.

    Salam,

    dr. Putri Claudya