Tanya Dokter

  • Penanganan gejala tifus pada anak berusia 1 tahun

  •  Chatty12
    Anggota

    Dok saya kan mempunyai anak berumur 1 tahun 1 bulan sudah hampir 1 bulan ini dia kadang2 panas kadang2 enggak tp saya sudah berobat dan sudah menjalankan lab dan hasil nya gejala tifes..tp di rawat jln dok.. Pertanyaan saya..apa yang saya harus lakukan dan pantangan nya apa ya dok...yang boleh dan tidak boleh.trimakasih

    Hai Chatty12,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Istilah tifus seringkali digunakan dokter untuk menggambarkan demam tifoid, yakni penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini bisa mengenai siapapun, termasuk bayi. Seringnya, demam tifoid akan membuat penderitanya mengalami demam yang naik turun. Selain itu, penderita pun bisa mengalami mual, muntah, ruam kulit kemerahan, gangguan buang air besar (diare atau konstipasi), kram perut, nyeri menelan, dan berbagai keluhan lainnya. Pada bayi, keluhan-keluhan ini bisa membuat bayi menjadi lebih rewel, sulit tidur, dan sulit makan.

    Tergantung dari keparahannya, penderita demam tifoid bisa ditangani secara intensif di dengan perawatan di rumah sakit atau cukup menjalani rawat jalan. Dokter umumnya akan memberikan obat antibiotik dan beberapa jenis obat lain disesuaikan dengan keluhan yang dialami pasien. Dengan penanganan yang adekuat, risiko komplikasi berbahaya, termasuk perforasi usus atau penjalaran infeksi ke organ lain bisa diminimalisasi.

    Untuk mengoptimalisasi penyembuhan penderita demam tifoid pada bayi, berikut beberapa upaya yang sebaiknya Anda lakukan:

    • Beri bayi Anda ASI yang cukup
    • Beri juga bayi Anda MPASI yang sehat dan bergizi seimbang
      • Kurangi dulu pemberian makanan yang banyak mengandung gas, misalnya kol, sawi, umbi-umbian
      • Kurangi pemberian makanan bersantan
      • Kurangi pemberian buah atau sayur yang bersifat asam dan sulit dicerna
      • Perbanyak beri air putih
      • Untuk mengurangi mual, beri bayi makan dengan porsi kecil namun sering
    • Lebih perhatikan kebersihan lingkungan sekitar bayi, termasuk juga makanan yang dikonsumsi, mainan yang sering dimainkan, peralatan menyusu, dan sebagainya
    • Lakukan kontrol teratur kesehatan bayi Anda ke dokter spesialis anak

    Apabila pasca menjalani pengobatan tampak belum ada perbaikan pada keluhan yang bayi Anda alami, jangan segan untuk memeriksakan bayi Anda kembali ke dokter ya..

    Semoga membantu.

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah