Tanya Dokter

  • HB rendah terus setelah melahirkan

  • istri saya umur 24th mengidap hypertiroid, sudah menjalangi pengobatan minum ptu selama hampir setahun. bulan desember 2014 istri saya melahirkan sesar 35 minggu dikarenalan pecah ketuban dini dan belum ada pembukaan. dan pada saat itu hb nya 8.9 dan dilakukan transfusi darah sebanyak 6 labu. 3 bulan setelah melahirkan istri saya ngedrop hb mya cuma 5, dibawalah ke rumah sakit dan dolakukan transfusi sebanyak 8 labu, dan disarankan check lab. saat itu izin kan pulang dengan kondis hb10.5 hasil dari lab menyatkan bahwa istri saya ànemi defisiensi zat besi. dari dokter diberikan obat anti darah pech sebulan kemudian istri saya ngedrop lagi hb nya 6, masuk lagi ke rumah sakit dan dilakukan transfusi 4 labu, naik lah hb istri saya menjadi 9 dan dibolehkan pulang. sebulan kemudian istri saya ngedrop lagi dan di transfusi darah lagi 4 labu. yang saya tanyakan apakah istri saya terkena talasemia, sedangkan dari kecil sampai nikah dia tidak ada keluhan hb rendah dan todak ada keturunan talasemia. apakah ini disebabkan dari operasi sesar atw efek dari hypertiroid. tambahan istri saya lahir prematur dengan berat badan 2 kg

    Hai Tedi Hipertiroid bisa menyebabkan anemia, namun hal ini sangat jarang terjadi, dan biasanya hanya anemia ringan yang tidak sampai membutuhkan transfusi secara rutin. Bila terjadi anemia berulang diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya seperti:

    • Pemeriksaan darah lengkap
    • Pemeriksaan darah tepi
    • Pemeriksaan feses dan urin
    • Kadar zat besi darah (ferritin, serum iron, TIBC), pada anemia yang disebabkan defisiensi besi akan terjadi penurunan, sedangkan pada talasemia biasanya normal. Pada talasemia minor dapat tidak diketahui sampai dewasa, karena biasanya hanya gejala ringan seperti lemas dan mudah lelah. Biasanya pada talasemia minor tidak sampai membutuhkan transfusi darah secara rutin karena penurunan Hb tidak terlalu signifikan.
    • Analisa sumsum tulang
    • Dan lainnya.
    Anemia dapat terjadi akibat dari:
    • Keluarnya darah (perdarahan) baik sedikit maupun banyak, biasanya pada anemia defisiensi besi terjadi perdarahan yang sedikit, misal perdarahan dari vagina seperti haid banyak, setelah melahirkan, BAB berdarah,dll.
    • Kekurangan nutrisi, misal akibat defisiensi (kekurangan) zat besi., vitamin B12, asam folat, menderita penyakit kronis
    • Sel darah merah pecah seperti pada talasemia, defisiensi G6PD, dll
    • Obat-obatan, pada obat PTU untuk hipertiroid, ada data yang mengatakan pernah terjadi efek samping berupa anemia akibat penekanan pada sumsum tulang belakang, namun efek samping ini sangat jarang terjadi.
    • Kanker darah seperti leukemia.
    Untuk penyakit anemia diperlukan analisa lengkap untuk mencari penyebabnya, transfusi darah hanyalah pengobatan sementara. Semoga membantu ya. Terima kasih. dr.Yan william