Tanya Dokter

  • Hidrosefalus

  •  Keisya_
    Anggota

    Halo dok saya mau bertanya. Apakah jika remaja atau orang dewasa terkena penyakit hidrosefalus kepalanya membesar seperti bayi yang terkena hidrosefalus? Sekian terimakasih.

    Hai Keisya_,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Normalnya, cairan serebrospinal (CSF, cerebrospinal fluid) mengalir dalam ventrikel di kepala. CSF memiliki banyak fungsi, di antaranya sebagai bantalan otak, pengangkut nutrisi ke otak, pengangkut sisa pembuangan dari otak, dan mengkompensasi perubahan volume darah dalam otak. Hidrosefalus merupakan suatu kondisi dimana CSF di ventrikel menumpuk dan berlebihan.

    Bila hidrosefalus terjadi pada bayi, maka salah satu gejala yang paling mudah tampak adalah ukuran kepalanya yang membesar. Hal ini bisa terjadi karena belum menutupnya sutura dan fontanel (ubun-ubun) di tengkorak kepala bayi. Jadi, desakan berlebih oleh CSF akan menyebabkan kepala membesar.

    Namun, seiring dengan bertambahnya usia, sutura dan fontanel kepala akan mulai menutup pada usia 1 hingga 2 tahun. Jika sutura dan fontanel ini telah bergabung dan menutup sempurna, kemudian mengeras, maka gejala hidrosefalus tidak lagi akan tampak sebagai pembesaran kepala. Pada kasus ini, umumnya keluhan muncul akibat penekanan cairan yang menumpuk terhadap jaringan otak di sekitarnya. Akibatnya, penderita bisa mengalami nyeri kepala hebat, mual, muntah-muntah, pandangan kabur atau ganda, mata tertunduk ke bawah, mudah mengantuk, lemas, gangguan keseimbangan dan koordinasi, nafsu makan menurun, kejang, sulit mengontrol hasrat untuk buang air, lebih sensitif, perubahan kepribadian, gangguan kognitif, hilang ingatan, dan sebagainya.

    Ada banyak kemungkinan penyebab hidrosefalus, mulai dari sumbatan ventrikel, minimnya absorpsi, dan overproduksi. Kondisi ini bisa berkaitan dengan lesi atau tumor di otak dan sumsum tulang belakang, infeksi sistem syaraf pusat (misalnya meningitis), perdarahan di otak, cidera kepala, dan sebagainya.

    Karena gejalanya yang kerap kali tidak khas, orang dewasa yang menderita hidrosefalus kerap kali luput dari diagnosis. Padahal, kondisi ini sesungguhnya bisa jauh lebih berbahaya dibandingkan hidrosefalus pada bayi. Jadi, bila muncul tanda hidrosefalus (sebagaimana disebutkan di atas), penderita sebaiknya diperiksakan langsung ke dokter supaya ditangani lebih lanjut.

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah