Tanya Dokter

  • Cara mengatasi hipertensi pada penderita hipertiroid

  •  Firman
    Anggota

    Assalammualaikum dok.. Usia saya 23 tahun, berat badan saya 90 kg dan tinggi badan saya 172 Diawal tahun 2018 ini untuk pertama kali saya masuk igd dok dan sempat dirawat inap selama dua hari, kalou penyakit hipertiroid saya sudah diketahui sejak 4 tahun yang lalu, tetapi kok bertambah ke darah tinggi sudah dapat 5 bulan lalu sempat 180/100 dok.. Badan terasa lemas kepala berat jantung berdebar kepala pusing dan mual.. Tolong solusinya dok.. Tetapi sekarang saya sekrang sudah menghentikan obat hipertiroidnya saya ganti sama timun dan bawang putih dok..

    Halo selamat pagi Firman.

    Hipertiroidisme adalah kondisi peningkatan kadar hormon tiroid (tiroksin) dalam darah. Hormon tiroksin yang meningkat (ataupun rendah kadarnya) dapat menyebabkan gangguan metabolisme. Gejala dari hipertiroidisme antara lain:

    • sering mengalami dada berdebar 
    • sering gemetaran (tremor)
    • merasakan kepanasan saat orang lain tidak merasa panas, mudah berkeringat
    • berat badan cenderung turun secara cepat dan banyak 
    • sering mengalami diare 
    • lebih emosional, mudah cemas, gelisah, suasana hati mudah berubah
    • libido menurun
    • otot terasa lemas
    • gangguan tidur (insomnia)
    • dsb

     

    Pada pasien yang mengalami hipertiroidisme (terutama yang tidak menjalani pengobatan secara rutin) dapat terjadi peningkatan tekanan darah (hipertensi). Hal tersebut salah satunya dapat terjadi karena pasien hipertiroidisme yang tidak menjalani pengobatan memiliki denyut jantung yang cepat, sedangkan denyut jantung yang semakin cepat secara umum akan berbanding lurus dengan tekanan darah, sehingga akan terjadi peningkatan tekanan darah. Keluhan yang dapat dirasakan oleh pasien yang mengalami peningkatan tekanan darah antara lain sakit kepala, nyeri tengkuk, pusing, mata terasa pedih atau pengelihatan kabur, lemas, dsb. Dengan demikian semoga dapat menjawab pertanyaan keluhan-keluhan yang anda rasakan. 

    Perlu diperhatikan bahwa penghentian obat-obatan penyakit tiroid harus dilakukan dibawah pengawasan dokter (atas saran dokter yang menangani anda). Dengan tidak mengkonsumsi obat-obatan anti hipertiroidisme, maka gejala-gejala hipertiroidisme akan tetap muncul. Oleh karena itu, kami menyarankan agar anda kembali memeriksakan diri kepada dokter spesialis penyakit dalam untuk penyakit hipertiroidisme yang anda miliki. Dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan, melakukan pemeriksaan fisik, dan mungkin akan menganjurkan pemeriksaan lab darah untuk mengukur kadar tiroid anda saat ini. 

     

    Semoga membantu.

    Salam, dr. Denisa